CERPEN

CERPEN

  • Feb- 2021 -
    18 Februari

    Seakan Menyalahkan Ombak

    PENGHUJUNG musim timur dimana angin berhembus dari selatan tak lama lagi akan bergeser ke musim barat periode bulan Juni-September. Ku’ding telah membaca tanda alam soal pengetahuannya dalam pergantian musim. Rasi bintang dan matahari jadi salah satu penanda yang dipelajarinya saat masih jadi nelayan di kampungnya dulu. Disiang itu cuaca cukup panas. Teriknya matahari menyayat kulit semua kru kapal korban tenggelamnya…

    Read More »
  • 12 Februari

    Datangnya Bura’ Manus

    PERLAHAN terdengar suara rintih tangisan mendayu dari teman Ku’ding diatas Lepa-lepa. Air laut begitu tenang, angin sejenak berhenti menyapa lima pelaut yang terdampar dalam dinginnya di bawah bulan purnama, sinarnya tepancar menusuk mata yang berkaca-kaca. Tujuh hari berlalu mereka terdampar diatas sampan dengan kepasrahan mengikuti arus yang tak menentu Setiap harinya berganti malam, lima awak kapal Ba’go saling bergantian mendapatkan…

    Read More »
  • 9 Februari

    Di Laut, Menanti Keajaiban

    BELUM ada kesepakatan tentang siapa yang harus di habisi dari salah satu kru kapal. Perahu Lepa-lepa hanya bisa muat empat orang sementara kru berjumlah lima orang. Disinilah momen yang paling mengharukan mengambil keputusan yang amat pedih. Mereka lama terdiam hampir seharian tak ada diantara nahkoda yang sanggup untuk memulai soal siapa yang harus jadi korban. Semuanya seakan berat hati untuk…

    Read More »
  • 6 Februari

    Tenggelamnya Kapal Ba’go

    KEJADIAN ini nyata adanya yang sempat diceritakan oleh korban tenggelamnya kapal Ba’go atas peristiwa yang hampir merenggut nyawa dari salah satu sawi lopi bernama Ku’ding, ketika hendak berlayar melintasi Selat Makassar menuju perairan laut Sunda tujuan Surabaya. Dengan maksud berdagang dari hasil bumi perkebunan tanah Mandar nan subur. Peristiwa naas itu terjadi sekitar awal tahun 90-an, kapal berjenis Ba’go di…

    Read More »
  • Jun- 2020 -
    20 Juni

    Dalam Belitan Petuyu’ Buras

    SUARA takbir timpal menimpali. Puayi Kaco terdiam. Tak ada kata-kata yang bisa diungkapkan malam itu. Juga kepada siapapun. Puayi Kaco seorang diri. Kopiah hitam berumur, pudar warnanya tergeletak di atas meja tak bertaplak. Ditemani asbak rokok yang menyisakan rokok setengah batang yang basah oleh lumuran ampas kopi. Begitu kebiasaan Puayi Kaco, mengoleskan sisa ampas kopi di batang rokoknya. “Agar rasa…

    Read More »
  • Mei- 2020 -
    16 Mei

    Kisah Tonggo, Pepa’ dan Ringis

    SUATU waktu, ada tiga sahabat yang pergi ke Gunung, namanya Pepa’, Tonggo dan Ringis. Pada saat sampai di puncak, mereka pun segera membuat tenda untuk ditempati bermalam di atas gunung tersebut. Malam tiba, Tonggo dan Ringis yang sudah lelap tidurnya lantas terbangun karena angin tiba-tiba masuk di tenda mereka, tahu kan bagaimana di atas gunung kalau malam. Dingin. Angin tersebut…

    Read More »
  • Apr- 2020 -
    22 April

    Cinta Tertinggal di Surabaya

    SAYA memiliki sahabat bernama Erwin sapaan familiarnya lebih dikenal E’bin. Satu minggu yang lalu saya ketemu dengan blio, seperti biasa kongkow bareng diselipi hidangan wajib ‘kopi susu”. Ia tak pernah alpa bertandang ke rumah saat pulang kampung setelah masa kantor lagi libur. Meski usianya lebih tua dari saya, namun saya lebih senior soal status sebab ia masih setia menyandang status…

    Read More »
  • Des- 2019 -
    2 Desember

    Sebab Cinta, Tak Ingin Durhaka

    Ini bukan sembarang kisah, namun ini kisah nyata adanya dari seorang lelaki yang telah mengalami bagaimana suramnya hati setelah putus dengan kekasih yang dicintainya. Hatinya pun gersang dilumat duka berkecamuk. Dasar cinta, awa bahagia harus berujung pada penderitaan berkepanjangan dari lelaki setia malang itu. Ini berawal saat hubungan cintanya dipertengahan tahun pasca pagelaran piala dunia, tepatnya bulan juni tahun 2014.…

    Read More »
  • Sep- 2019 -
    19 September

    Perayan Tulisan Perayaan Buku

    MALAM belum lagi begitu matang pula khatam, rinai baru saja jatuh membasahi bumi. Pada musim kemarau yang kering. Entah pertanda apa. Sebab yang jelas rinai baru saja turun. Setelah sebelumnya begitu lama meraib dan menghilang diselumuti kabut asap. Bertepatan dengan serbuan berita kebakaran hutan yang terjadi disejumlah tempat. Ditemani kopi susu dan kepul asap rokok, tulisan ini mulai bergerak. Dari…

    Read More »
  • 14 September

    Dia Gadis Di atas Pete-Pete, Oh Ternyata…!!

    CERITANYA saat masih kuliah, di akhir semester kan gue nya tuh selalu hendak pulang kampung. Kebetulan pada jaman dahulu kala saya kuliah di luar daerah. Letaknya memang cukup dekat tidak jauh-jauh amat, tapi untuk sampai kesana mesti sambung tiga kali mobil pete-pete, kemudian endingnya naik ojek diujung panyingkul timpan tiga. Saat mulai masuk semester ganjil/genap, sudah saya siapkan segalanya untuk…

    Read More »
  • 8 September

    Tasrif, Mahasiswa Palang Pintu Kampus

    MEMASUKI tahun ajaran penerimaan Mahasiswa Baru, Tasrif dengan antusiasnya ikut mendaftar di sebuah kampus ternama di Sulawesi Selatan. Kala itu, sekitar tahun 2012 ia bersama bapaknya diantar menuju Makassar. Sebab Tasrif dianggap masih awam kondisi kota metropolitan, kota yang juga dikenal dengan kuliner Coto nya itu. Dulu penampilannya masih culun, ala-ala orang desa menuju kota. Memasuki dunia kampus, Tasrif secara…

    Read More »
  • Agu- 2019 -
    22 Agustus

    Casing Ponsel, ‘Temannya Tuhan’ dan Pernikahan Komandan

    SETELAH capek bermain seusai hujan. Hari itu Kaco kecil duduk dan termenung mendongak ke atas langit. Tepat di depan masjid yang berada di depan rumahnya. Saat itu hujan baru saja usai, di atas langit tampak pelangi menghias begitu indah. Kaco girang menatap. Dan kegirangan itu menegas oleh matanya yang tak berkedip menyaksikan keindahan ditemani bau tanah yang menyeruak usai disiram…

    Read More »
Back to top button