Tuesday , October 15 2019
Home / GAGASAN / CERPEN

CERPEN

CERPEN

Perayan Tulisan Perayaan Buku

MALAM belum lagi begitu matang pula khatam, rinai baru saja jatuh membasahi bumi. Pada musim kemarau yang kering. Entah pertanda apa. Sebab yang jelas rinai baru saja turun. Setelah sebelumnya begitu lama meraib dan menghilang diselumuti kabut asap. Bertepatan dengan serbuan berita kebakaran hutan yang terjadi disejumlah tempat. Ditemani kopi …

Read More »

Dia Gadis Di atas Pete-Pete, Oh Ternyata…!!

CERITANYA saat masih kuliah, di akhir semester kan gue nya tuh selalu hendak pulang kampung. Kebetulan pada jaman dahulu kala saya kuliah di luar daerah. Letaknya memang cukup dekat tidak jauh-jauh amat, tapi untuk sampai kesana mesti sambung tiga kali mobil pete-pete, kemudian endingnya naik ojek diujung panyingkul timpan tiga. …

Read More »

Tasrif, Mahasiswa Palang Pintu Kampus

MEMASUKI tahun ajaran penerimaan Mahasiswa Baru, Tasrif dengan antusiasnya ikut mendaftar di sebuah kampus ternama di Sulawesi Selatan. Kala itu, sekitar tahun 2012 ia bersama bapaknya diantar menuju Makassar. Sebab Tasrif dianggap masih awam kondisi kota metropolitan, kota yang juga dikenal dengan kuliner Coto nya itu. Dulu penampilannya masih culun, …

Read More »

Casing Ponsel, ‘Temannya Tuhan’ dan Pernikahan Komandan

SETELAH capek bermain seusai hujan. Hari itu Kaco kecil duduk dan termenung mendongak ke atas langit. Tepat di depan masjid yang berada di depan rumahnya. Saat itu hujan baru saja usai, di atas langit tampak pelangi menghias begitu indah. Kaco girang menatap. Dan kegirangan itu menegas oleh matanya yang tak …

Read More »

Puayi Rahamang, Jumat Seusai Pemilihan

KHATIB telah naik ke atas mimbar sembil menenteng tongkat lengkap dengan jubah kebesaran sang khatib. Saat itu Puayi Rahamang baru saja pulang mandi sunnah hari jumat di sungai yang berjarak hanya ratusan meter dari rumahnya. Puayi Rahamang buru-buru. Dengan langkah lincah ia menaiki tangga rumahnya dan bersegera masuk ke dalam …

Read More »

O’be Dapat Tawaran Manis Dari Caleg

Ilustrasi (sumber foto: google) Tayang9- Pemilihan Umum sepertinya akan merubah garis tangan kiri O’be soal masa depan yang mulai terlihat terang benderang. Selama ini kehidupannya masih terombang ambing digerogoti oleh sistem jejak-jejak puing Orde Lama. Dwi portuna akan mulai berpihak kepadanya setelah lama napeoloi naga (sial). Soal tim sukses-suksesan dalam …

Read More »

Perjumpaan Malam

“Ada apa denganmu, Tania?” “Tidak ada apa-apa, Pa.” “Habisi makananmu dan beristirahtlah” Hanya percakapan singkat itu yang tertuang dalam makan malam tadi. Suamiku dan anakku telah beranjak dari tempat duduknya dan menuju kamar masing-masing dan aku masih berkutat di tempat dudukku. Di ruang makan kami tadi. Malam ini bintik-bintik putih …

Read More »

Bukan Kesia-sian

  Aku dan dia. Mungkin lebih dari kata miris untuk meyempurnakan kisah kami berdua. Seperti memaksakan timur dan barat bersatu. Hingga aku melupakan satu hal dalam mempertahankan kisah kami berdua adalah kisah yang diawali dengan tindakan yang tidak sehat, sehingga kekecewaan adalah hal yang sudah biasa dalam hubungan ini. Dendam. …

Read More »

Cinta dan Kecoa

PEREMPUAN itu membatin di hadapan lelaki yang telah menikahinya sembilan tahun yang lalu. Hari-hari sulit dalam hubungannya sebagai suami istri telah diuji oleh waktu berulangkali. Namun kali ini sungguh membuat ia seakan tidak lagi sanggup untuk sekedar melanjutkan. Dunia gelap dan semesta raya berjelaga seketika. Tidak ada kata yang bisa …

Read More »

Tentang Yerusalem, Kateng dan Ajeng

HUJAN makin deras. Tidak ada indikasi bakal reda. Langit semakin gelap. Jalan jadi lengang. Hanya satu dua kendaraan yang mau berkompromi dengan hujan yang sedemikian derasnya itu. Air tergenang di atas jalan. Lama-lama genangannya akan semakin bervolume. Kalau hujan tak kunjung henti. Bukan mustahil banjir pun terjadi. Di teras bangunan yang …

Read More »

Surat Cinta Untuk Kepala Desa

Kepada yang terhormat Kepala Desaku Yang Sangat Kusayangi. Di-manapun sekarang kau berada.   Salam Kangen! Sayangnya masih ada dusta di antara kita. Padahal jabatanmu tinggal seumur jagung lagi. Bukan aku yang mendustaimu tapi kaulah yang mendustaiku. Sengaja kutulis surat ini karena aku sedang dalam rindu-rindunya. Tak tahu kepada siapa rindu …

Read More »

Kilah Gubernur Salah Baca Pancasila

KENDATIPUN sudah satu bulan berlalu. Tapi sampai sekarang Kateng belum bisa melupakan kejadian yang menurutnya amat memalukan itu. Bagaimana mungkin seorang gubernur yang baru seumuran jagung menjabat, bisa terkilir lidahnya saat membaca pancasila. Sila ‘Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia’ di tempatkan setelah sila pertama, ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’. Bagi Kateng …

Read More »
KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]