CERPEN

CERPEN

  • Nov- 2017 -
    27 November

    Apakah Memang Honorer Ditakdirkan Tak Cepat Menikah?

    BUKAN main lamanya, bayangkan sudah delapan tahun Muliadi menjadi tenaga honorer di salah satu sekolah menengah pertama negeri. Sampai sekarang, saat usianya sudah menjelang 32 tahun. Kabar baik yang selama ini ia dambakan belum juga sampai padanya. Mengenai pengangkatan dirinya sebagai pegawai negeri. Pengabdian apa lagi yang kurang dari seorang Muliadi? Dedikasi bagaimana lagi yang harus ditunjukkan seorang Muliadi. Totalitas seperti…

    Read More »
  • 25 November

    Hilangnya Aktivis Desa

    SETIAP Kateng pulang kampung, ia selalu mendapati kenyataan pelik. Kenyataan yang membosankan, bikin sumpek, membuat meradang, ingin menerjang sampai mau menghajar. Tentang proyek jalan rabat beton. Suatu proyek ringan yang digagas oleh pemerintah desa setempat sampai sekarang masih belum ada kepastian mengenai nasibnya akan dibagaimanakan. Proyek itu masih mangkrak. Sudah dua tahun ia meraung-raung di tempat tidurnya. Hingga dihinggapi jamur.…

    Read More »
  • 21 November

    Runtuhnya Kekebalan Setianov

    SUDAH sangat lama rakyat dibuat geram dengan tingkah laku Setainov. Bisa dikatakan Setainov satu dari sedikitnya pejabat kerajaan yang kebal hukum. Bayangkan saja, pada kasus pencatutan nama raja, ia lolos dari jerat hukum. Walaupun pada akhirnya Setainov lengser dari ketua Aliansi Perwakilan Rakyat (APR) di kerajaan. Namun hebatnya Setainov, kasus tersebut tidak membuat karirnya lemah. Tidak berselang lama setelah kasus…

    Read More »
  • 18 November

    Apa Salah Gondrong?

    PAGI sekali Anisa datang menemui Mas Gondrong di tokonya. Dan Mas Gondrong sibuk dengan kegiatannya di depan komputer. Anisa adalah pacar Mas Gondrong. Sudah sepuluh tahun mereka menjalin hubungan. Sejak keduanya masih di bangku kelas tiga SMA sampai sekarang. Hingga Annisa menjadi seorang bidan dan Mas Gondrong menjadi gondrong. Sampai sekarang belum ada sinyal-sinyal mereka bakal melangsungkan hubungannya ke jenjang…

    Read More »
  • 12 November

    Kesalahan Masa Lalu

    “AKU tidak mau pusing, bagaimana jadinya jika suamimu tahu kalau aku adalah pacarmu. Pada intinya cinta adalah persoalan kebahagiaan dan kenyamanan. Aku bahagia denganmu. Apakah kau juga merasakan hal yang sama, sayangku?” Tanyaku pada Sriwahyuni. Kedua matanya lekat-lekat menatap bola mataku. Kuelus bibir manisnya. Setelah itu kedua bibir kami bergumul. Aku tidak ingat pasti ini untuk berapa kalinya aku menyentuh…

    Read More »
  • 5 November

    Pulangnya Aristoteles Muda

    MASIH melekat dalam pikiran Elika akan sosok Dinal. Laki-laki yang mengidolakan Aristoteles. Anehnya lagi hal-hal yang menyangkut Aristoteles hanya sedikit yang ia ketahui. Yang ia tahu kalau Aristoteles hanyalah seorang filsuf yang berguru pada Plato, dan Plato berguru pada Socrates, mentok sampai di situ. Pemikiran-pemikiran filsafat dari Aristoteles  satu pun tak pernah terdengar keluar dari mulutnya, yang ada hanyalah klaimnya…

    Read More »
  • Okt- 2017 -
    30 Oktober

    Bukan Sembarang Cinta

    HILDA memandangi wajah Yus lekat-lekat. Sambil memegang erat tangan kiri Yus yang kasar. Mendengar lantunan ayat-ayat Allah yang dibacakan Yus menjadi penawar rintihannya. Terlihat ada sesuatu yang sangat penting ingin ia utarakan. Namun sakitnya penyakit yang dideritanya mengalahkan hasratnya untuk ingin bercerita banyak hal pada suaminya itu. Nyeri terasa sangat tajam pada bagian panggul tidak terhindarkan lagi, terdengar rintihannya disetiap…

    Read More »
  • 23 Oktober

    Manakala Cinta Berkhianat

    “Apakah kau takut jika aku hanya mampu memberikanmu daun kelor, sebagai lauk paukmu pada makan siangmu? Sehingga kau tidak mau bersedia menikah denganku? Kalau memang begitu, kau telah menghianati Tuhan. Kau terlalu takut dan ragu padaku tidak bisa mencukupi kebutuhanmu,” sorot matanya tajam menatap perempuan yang tertunduk di sampingnya. Awan mendung. Sebentar lagi hujan menyerbu tanah, pepohonan dan semua makhluk…

    Read More »
  • 20 Oktober

    Iblis Itu Kuberi Nama Malaikat

    “TELAH kudengar percakapan Tuhan dan Izrail. Jangan risau tidak ada namamu yang Tuhan perintahkan pada Izrail untuk dicabut malam ini. Bersenang-senanglah dengan dosa. Pintu taubat masih terbuka lebar. Sebelum maut sampai kerongkonganmu dan sebelum matahari terbit di ufuk barat. Besok aku kembali lagi.” Malaikat berjubah putih itu menghilang dari pandanganku. Ia pergi menembus kaca jendela kamarku. Secepat kilat ia kembali…

    Read More »
  • 19 Oktober

    Tanah Kelahiran O’be yang Tak Dirindukan

    POOAAAIIIi…apanya yang mau dirindukan??kemegahan, Kesenangan, budayanya, politiknya, kultur masyarakatnya atau…???? Lupakan pilkades serentak yang baru saja usai, lupakan kasus korupsi yang mendera empat anggota dewan yang katanya “terhormat” itu, lupakan pula kabar jika kabupaten lagi devisit. Itulah kalimat yang ditimpal kedalam hati O’be saat hendak meninggalkan tanah kelahirannya, tanah leluhurnya yang menjanjikan sebuah harapan saat O’be di atas mobil pete-pete.…

    Read More »
  • Sep- 2017 -
    27 September

    Taxi

    Suatu hari nanti dan itu adalah hari ini. Hari yang telah datang tergesa membawa pagi dengan senyum paling indah, meski sejak semalam Tantri dan Samar baru bisa terlelap di kereta selepas jalan seharian dan nonton konser sebuah band indie yang norak namun luar biasa eksis di usia yang ke 52 tahun. Nama band-nya cukup nyeleneh tapi lirik lagunya mampu menggugah…

    Read More »
Back to top button