Rabu , Oktober 21 2020
Home / CARITA KACO

CARITA KACO

CARITA KACO 14

ALHAMDULILLAH spontan terucap dari bibir Cicci saat mendengar kabar tetangga se’de woyanna yang agak po’la-po’la ditahan aparat. Mendengar itu, dengan sigap Kaco yang telah mesokko’ tumbiring dan mammasker lengkap dengan sujjadahnya, hendak ke masigi ma’ayuma’ berjarak lalu berujar, “eh oposai’ki Kindo’na e. Da tori’ pario dan mambaca Alhamdulillah, apa’ andai …

Read More »

CARITA KACO 13

CIPUR itulah kata yang rasanya bisa mewakili keadaan Kaco. Saat itu Kaco harus menyelesaikan semua pekerjaan di umanna, sementara perutnya terus melilit dan minta diisi dengan makanan. Tapi sebenarnya, bukanlah soal pekerjaan menumpuk yang jadi soal dirinya belum makan, tetapi ini soal uangnya yang sisa saicco dan pas pasan, membuat …

Read More »

CARITA KACO 12

HARI ahad pagi, ditemani kopi racikan Cicci yang super baper nikmatnya juga tembang ‘kartonyono medot janji’ dari tape deck di ruang boyanna. Air mata Kaco menetes sittengan ti’di’na iwai urang di biring ate’ rumbia boyanna malam tadi. Mendapati dan mengetahui itu, Cicci tak tega melihat Kaco lalu mangganti lagu Denny …

Read More »

CARITA KACO 11

JUMAT pagi Kaco hendak mandi waji’, tapi lupa niat dan alasannya. Terpassa Kaco hanya bisa mandi sunnah allo ayuma’. Cicci koro-koro di lego-lego mappenyamangngi allo mararas lupa bahwa sahur puasa passullena tadi subuh tanpa niat. Terpaksa bagea yang ada dalam toples yang tiwua disaka dan digasa serta diemai. Kaco dan …

Read More »

CARITA KACO 10

AGAR terkesan keren dan millenial jadilah Kaco menuju umanna menunggangi saiyyanna lengkap dengan face shield dan kondowulo yang tersampir dipanggangnya. Di telinganya tercantel headset dari ponsel terayar keluaran era covid-19 yang hanya memuat tiga jenis lagu dan tembang, saya-sayang, dangdut dan barasanji. Awal perjalanan, Kaco tersenyum bahagia mengikuti irama dangdut. …

Read More »

CARITA KACO 9

IQAMAT magrib sudah berkumandang. Kaco yang belum wudhu, setangnga melluttus menuju passauang di se’de masigi karena takut masso’boi sambayanna. Namun celaka, baru saja hendak menginjakkan kakinya di teras passauang, Kaco lendus dan terjengkang. Cicci yang menyaksikan kejadian dari balik jendela masigipun hanya bisa tertawa pawelle sambil bergumam, “murasai. Iyamo tu’u …

Read More »

CARITA KACO 8

PAGI ini, Kaco menatap kudanya yang berdiri di depannya. Tangisnya pelan tumpah. Kaco sedih setelah tersadar kalau kini,  dirinya dan kuda miliknya pelan muncul persamaan. Keduanya harus sama-sama mengenakan kain penutup moncong. Untuk Kaco disebut masker, sedang untuk kuda miliknya disebut kamummu’. Ditambah lagi, Kaco dan kudanya kinipun sudah harus …

Read More »

CARITA KACO 7

ADA tiga asap yang selalu menjadi pelengkap ritual subuh jelang pagi bagi Kaco, asap rokok, asap kopi dan asap kandallappo’ yang terpanaskan. Sedang Cicci juga bermodalkan tiga air pelengkap ritualnya setiap pagi. Air cucian pakaian, air minum yang ditanak untuk keluarganya, dan air gumbang yang harus terisi penuh untuk wudhu …

Read More »

CARITA KACO 6

ENTAH apa yang merasuki Kaco, seteleh sebelumnya saat ramadan yang bau lewat dirinya mendulang sukses menjadi imam bagi Cicci. Namun di luar ramadan, Kaco kembali maomas maringin saat kembali menjadi imam bagi Cicci pada magrib kali ini. Kaco lupa lanjutan pappanguppu yang sudah dia baca separuh. Cicci bingung melihat Kaco …

Read More »

CARITA KACO 5

PAGI sabtu ini, Kaco hendak bangun cepat untuk memperbaiki appang boyanna yang rowa’ nalulung beke tetangganya. Namun hujan mendadak mengguyur ate rombia boyanna, membuat kaco kembali meringkuk kedinginan. Dari dalam boco’ Kaco terpaksa kembali mambeso sarung paleka’na untuk menetralisir dingin pagi itu. Celaka, Cicci teriak-teriak dari dalam sarung, “apa nameweso’o …

Read More »

CARITA KACO 4

KACO jelang buka tiwikke’ tanditara-tara begitu membuka passambo kappar di pacekona ia lalu memanggil Cicci dengan teriakan yang sangat lantang, “Cicci bawai iting mai hand sanitizer o siola pasempro’o”. Cicci yang sementara mendoe’ dengan cekatan langsung meloncati tiga anak tangga menuju paceko sambil mehandu’ ballang terbelalak matanya begitu melihat Kaco …

Read More »

CARITA KACO 3

KACO meppalingutti manduru’i tumayung ra’bas dio di boco’na. Cicci sejak tengah malam tadi, tampak masih duduk bersimpuh di atas sajadah. Air matanya tumpah membasahi cipo’ yang juga dikenakan di lima kali bulan ramadan yang lampau. Dalam do’a ia menangis, bukan soal cipo’ panno tambal yang Kaco tak kunjung mampu membelikannya. …

Read More »
KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]