CARITA KACO

  • Jan- 2021 -
    16 Januari

    Kaco dari Balik Pepattoang

    MEMANDANG Indonesia dari balik pepattoang pada pagi Sabtu yang dingin dan mendung. Tak ada aroma tanah selain aroma angin yang menelisik melewati kaca nako. Kaco menyeruput kopi yang sisa satu kali tegukan, televisi masih cerewet menayangkan berita dan sesekali terdengar film kartun dan ceramah da’i menjelaskan tentang surga dan neraka. Bermodalkan pekaer agie Cicci membersihkan pappelembangan yang buntu oleh sampah…

    Read More »
  • 14 Januari

    Kaco Cicci Berdoa dalam Kesedihan

    JELANG siang itu Kaco tertunduk, matanya nanar dan berair mata, layaknya orang kalah dalam pertarungan. Cicci yang menyaksikan itu, dari belakang mendekat dan menyentuh pundaknya dan bertanya, “apari’ na’angga’mu malussur sannal, apakah gara-gara kopi puli’mu yang napettamai lali’ tadi pagi, ataukah karena manu’mu yang manus nawawa uwai banjir bandang diongin?”. Seraya menyeka air bening yang jatuh, matanya menatap dalam mata…

    Read More »
  • 13 Januari

    Kaco, Vaksin dan Lasuna Tunu

    KACO baru saja menuruni anak tangga rumah panggung milik Pak Mantari. Namun ia terjatuh, tepat saat menginjak anak ende’ yang ketiga. Pakkappung yang tengah lewat dan mambulle balle’ uwai sepulang dari sungai yang melihatnya, seketika mendekat, dan menemukan Kaco yang tipacoko di samping gusi pambaseang lette’ rumah Pak Mantari itu. Sesaat kemudian Kaco bangkit dan pulang ke rumahnya dengan santainya…

    Read More »
  • 11 Januari

    Tahu Kappal Lumuttus Bemme’ Kaco Menangis

    SETELAH membaca sejumlah berita tentang pesawat yang jatuh di laut itu, Kaco sungguh tidak sanggup menghentikan tangisnya. Cicci yang melihat Kaco menangis itu kemudian mendekat dan menanyakan, “mangapa nasumangi’o? Diang bori sara mappamasussa nyawamu”. Sambil menyeka air matanya Kaco menjawab, “tania sara, tetapi andai upahang mangapa nasurere uwai mata’u ma’ita immai status media sosial yang menuliskan tentang kappal lumuttus bemme’…

    Read More »
  • 7 Januari

    Tirakat Kaco

    KACO kepada Cicci tampak serius maccirita tentang keinginannya melakukan sejumlah tirakat atau riyadah untuk meninggikan maqam dan pencapaian spritualnya. Mendengar itu, Cicci hanya bisa tiumming pammaissang ma’irrangi akkattana i Kaco itu, seraya berlalu menuju lapurang sambil mellellerri paunna, “sambayang lima wattummumo tia dolo pataratte’, pencapaian spritual apa namugappa? Sambayammu duapa mua’ andai beres”. [mst]

    Read More »
  • 6 Januari

    Anjoro, Lagu Dangdut dan Kaco

    ULUNNA i Kaco tiuya-uya, kadang menggeleng kanan kiri. Kadang pula aro-aro anna tu’du-tu’du. Adalah lagu dangdut berirama koplo yang menyebabkannya. Cicci yang datang mendekatinya lalu massimbong, “apa angga’mu toandang seha’mo nanna iting dangdut murahano. Laomo tia passukkei anjoro maruga, apa naripapiangano’o do’ayu wue kesenanganmu e”. Mendengar itu Kaco lalu menukas, “sangga’ doayu wue tomo i’o andalammu, pe’gurumo tia pa’elong sitteng…

    Read More »
  • 3 Januari

    Kaco Merekam Doa

    Entah apa yang merasuki kepala Kaco sehingga dengan begitu telaten pula suntuk dia mempelajari aplikasi perekam suara dan sejumlah aplikasi yang bisa konekting ke internet. Dan jadilah ia merekam bacaan Quran dan doanya yang begitu panjang. Melihat kelakuan Kaco yang sibuk merekam dan menggunakan aplikasi itu, Cicci lalu bertanya apa iting nasibuk tengo allo wongi siola hape anna leptopmuo. Kaco…

    Read More »
  • Des- 2020 -
    31 Desember

    Tahun Baru Kaco Cicci

    Mengikuti protokol kesehatan ketat, Kaco dan Cicci tampak murung dan sugiging di kamar rumahnya masing-masing yang sama berdinding gamacca, menjalani ritual pergantian tahun dengan mengenakan kamummu’ ditemani sebotol antiseptik dan hand sanitizer. Korona yang menyaksikan dari dekat tingkah sepasang kekasih yang berjarak ruang itu, tertawa terbahak-bahak pawelle dan membenynyu’ seraya berujar, “masaemo macanga mie’. ya, tunumi iting tama maskermuo sitteng…

    Read More »
  • 23 Desember

    Doayu Wue

    KACO kacce-kacce posi’ setelah lahap mattobong pellima, manggasa’ pupu’ siola doayu wue di kappar pambacangan. Cicci yang sedang mengangkati kappar sisa pambacangan, fokus mengamati Kaco sambil geleng-geleng ulu ma’ita kero-kero na i Kaco. Sedetik kemudian Cicci tipakoro ke atas kappar setelah kaki kanannya nyemplung ke dalam makko sisa doayu boyo’. Gantian Kaco geleng-geleng kepala. [mst]

    Read More »
  • 22 Desember

    Kaco di Hari Ibu

    HARI ini Kaco ra’musang menuju songi, massea’i balabas yang dulu pernah dijadikan kindo’na maatang battisna saat po’la silau’ gengge moka me’guru. Kaco memeluk balabas itu, uwai mata Kaco mettonang. Ia ingat kindo’na yang begitu tulus ma’atangngi battisna karena apo’langanna. Kaco tak sadar di dalam songi itu, tepat di sudut rosbang Cicci juga sedang tersedu dalam tangisnya sambil marra’itti ba’dawara milik…

    Read More »
  • 21 Desember

    Kaco Cicci dan Atupe Nabi

    KACO di perjalanan dari umanna nalili-lili omas karae’ massoppo sappong ponna loka. Saat itu panas terik masih memanggang. Cicci di lapurang sibuk mappapia atupe’ nabi. Lagu dangdut koplo dari rumah tetangga memekik memekakkan gendang telinga Cicci, namun nada shalawat jauh di dalam dadanya bergetar dan berdenyar. Setiba di rumahnya, Kaco yang sappu omas menaiki anak tangga rumahnya mendekati Cicci di…

    Read More »
  • Jun- 2020 -
    19 Juni

    Cicci yang Oposai’

    ALHAMDULILLAH spontan terucap dari bibir Cicci saat mendengar kabar tetangga se’de woyanna yang agak po’la-po’la ditahan aparat. Mendengar itu, dengan sigap Kaco yang telah mesokko’ tumbiring dan mammasker lengkap dengan sujjadahnya, hendak ke masigi ma’ayuma’ berjarak lalu berujar, “eh oposai’ki Kindo’na e. Da tori’ pario dan mambaca Alhamdulillah, apa’ andai tu’u dipahang tongan kalakkuanna di’e tetanggata’ namala titahang tori’ kasi’.…

    Read More »
Back to top button