PUISI

PUISI

Malam Lailatul Qadar

Malam Lailatul Qadar

Malam 25 Ramadan bumi menuju langit langit menuju bumi Mandar, 06 Mei 2021   Malam 27 Ramadan Semesta dingin dan diam Dzikir hangat berpiling dalam gemuruh ruh Penuh sesak Mandar, 08 Mei 2021
Malam Tahun Baru

Malam Tahun Baru

Di sebuah cafe yang sepi pada malam tahun baru ditemani sebuah kipas angin berputar dalam ritme yang santun. Sebuah masker tergeletak lusuh di lantai tegel berwarna kusam beraroma disinfektan. Gelas kosong menatap pipet begitu dalam, seakan membincangkan lelaki berbibir tebal yang menyeruputnya siang tadi dan telah berlalu dengan hand sanitizer ditangan. Malam begitu lengang kalender tanggal dari gantungannya disapu angin…
Buku Puisi ‘Rumahmu Tumbuh di Hati Kami’ Karya Sosiawan Leak Siap Masuk Sulbar

Buku Puisi ‘Rumahmu Tumbuh di Hati Kami’ Karya Sosiawan Leak Siap Masuk Sulbar

SEKITAR pukul 22.00 Wita malam tadi, Jumat 04 September 2020 pesan dari Sosiawan Leak, penyair yang sebelumnya menulis buku puisi ‘Wathathitha’ dan diganjar sebagai buku puisi terbaik pada Hari Puisi Indonesia 2016 lalu di Taman Ismail Marzuki masuk ke gawai penulis catatan ini. Sosiawan Leak yang dikenal sebagai pendekar gerakan revitalisasi sastra pedalaman sekaligus inisiator gerakan puisi menolak korupsi meminta…
Jeritan Hati Anak Sekolah Alam Salule’bo Topoyo Mateng

Jeritan Hati Anak Sekolah Alam Salule’bo Topoyo Mateng

Meski sekarang kami tak lagi di tempat asal. Meski kini kami telah terpisah dengan desa tercinta. Meski kini kami telah jauh dari Desa Salule’bo’, tapi semangat dan cita untk meraih sukses tetap membara. Meski kini pembelajaran kami terganggu oleh arogansi para penguasa. Mereka sudah mengacaukan sekolah alam tempat kami berproses menuntut ilmu, namun satu tanya dalam benak, ”apa salah dan…
Rindu, Doa juga Jarak

Rindu, Doa juga Jarak

lelaki itu terdiam mendengar adzan pada jumat siang pertengahan sya’ban. tak ada parfum dan sajadah wangi juga sarung rapi disiapkan. kecuali pilingan tasbih yang bergetar dalam putaran tawaf-tawaf kesunyian. hari ini adalah pekan pasar. ibu-ibu penjual ikan menanak air matanya. saat pasar ingkar pada keramaian. lapak-lapak tak tersentuh dan berdebu. kantong kresek beterbangan. betis pengayuh becak sedang istirah, handuk kecilnya…
Kepada Kekasihnya di Hari Pemilihan

Kepada Kekasihnya di Hari Pemilihan

Melalui telepon, kepada kekasihnya malam itu ia berpesan, jangan lupa, besok pagi, aku tunggu di bilik suara di tengah kampung yang tak jauh dari lapangan takraw milik desa. Keesokan paginya pemilihan dimulai dengan sedikit pidato juga basa-basi. Jelang siang antrian di kursi plastik mulai surut. Celaka, sebelum penghitungan kekasihnya tak kunjung datang. Jelang malam kotak dan surat suara telah rampung…
Pakansi dalam Lampu Warna Warni

Pakansi dalam Lampu Warna Warni

Untuk Ahmad Ghilban Syariati serupa laron kita bergerak ditemani musik yang mengalun pelan. tetapi ini bukan saja tentang cinta dan rasa, tetapi juga ihwal rindu yang bertahan di atas tower warna warni yang temaran menatap dan mengintai. anakku, takjublah melihat lampu dalam ragam rupa dan warna, lalu spontanlah berucap muhammadurasulullah. seperti tetuamu yang belajar telaten mengajarimu merafalkan takbir dan shalawat.…
Merdeka Dalam Mimpi

Merdeka Dalam Mimpi

negeri kecilku yang begitu indah dipandang mata negeri kecilku sangat sempurna bagaikan negeri dongeng sangat indah dan sempurna namun itu hanyalah mimpi yah, mimpi untuk merdeka mimpi-mimpi untuk melihat kemilau cahaya yang menyinari setiap rumah penduduk di negeri kecilku mimpi memijakkan kaki di jalan yang tak berlumpur hahahahaha namun mungkin itu hanyalah sebatas mimpi semua itu hanyalah sebatas hayalan mungkin…
Pertemuan Senja Seusai Rinai

Pertemuan Senja Seusai Rinai

kita berbincang dalam bahasa yang sulit terpahami, karena aku tengah mereka ulang waktu waktu yang lampau. tapi aku digamit oleh pandanganmu yang padanya kutatap peta jalan rasa juga waktu yang singgah dengan jejak yang muskil terhapus. dibawah gerimis aku menelisik rasa yang membatu dan membuatku menjadi sulit berbincang tentang rasa dan irama seperti senar gitar yang longgar dan tak terpetik.…
Asal Ada Ada Asal

Asal Ada Ada Asal

Apa yang salah ketika buku ini saya baca? Apakah saya sesat ketika buku ini saya konsumsi? Bisakah saya divonis syiah ketika membaca buku ini? Ataukah setiap orang yang membaca buku ini pastilah orang syiah? Ach……. Kalian terlalu paradoks dalam berfikir!! Kalian terlalu naif pada nilai etis kebenaran!! Kalian terlalu ekstrim dalam melihat keyakinan Kalian terlalu ach!!!!!!!!!! Saya hanya seorang pengembara…
Harga Adat

Harga Adat

berjalan semalam suntuk mengusir kantuk ingin segera tiba di bukit itu lewat jalan setapak tak henti aku mengulur tangan untuk berjabat mungkin subuh gigil aku tiba di sana sejenak kupandangi lagi jalan baru saja kulalui tiba di ujung bukit lega menghirup udara sebab tangan teman dapat kugapai sebagai sanak tangan-tangan kami bergenggaman di tengah kaki kami berpijak sebuah tungku dengan…
Noena Dewi Hardianti

Noena Dewi Hardianti

entah bagaimana kita bisa berhadap-hadapan di satu meja perjamuan lilin meredup di atasnya hanya ada satu gelas terisi setengah air putih aku haus, katamu aku juga begitu, kataku sambil memandangi gelas itu entah siapa yang akan minum tak ada mulut benar-benar terbuka yang banyak mulut menganga kata seorang pelayan yang sejak tadi memeriksa bola matamu nyala api dari lilin tak…
Back to top button