ABDUL MUTTALIB

Puisi Puasa Gejet

Puisi Puasa Gejet

“Telepon genggam yang tak pernah lepas dari genggaman // Benda mungil yang sangat disayang // Surga kecil yang tak ingin ditinggalkan // Yang layarnya memancarkan gambar gerimis yang mengguyur senja.” Demikian nukilan larik-larik puisi Joko Pinurbo berjudul “Telepon Genggam” (2003). Sekilas puisi itu menawarkan panorama indah atas relasi atau persinggungan manusia dengan gejet. Sebuah relasi yang belakangan ini terlihat timpang…
Tragedi Bangun Sahur

Tragedi Bangun Sahur

TRADISI di bulan Ramadan sangatlah beragam. Tapi tragedi yang dialami artis Zaskia Adya Mecca atas tradisi membangunkan orang sahur lewat pengeras suara di masjid membuat tersadar, ternyata niat baik saja tidak cukup, jika model penyampaiannya keliru akan rentang menuai soal. Tentu soalnya bukan pada toa masjid. Apalagi soal vibrasi suara yang meninggi. Bukan pula soal suara yang fals. Karena suara…
Kuasa Lupa

Kuasa Lupa

DAKU tidak sanggup membayangkan hambarnya persidangan jika tidak dihadiri jaksa penuntut umum. Hambar karena tidak dapat melihat penguasaan materi dakwaan, kecakapan retorika, sekaligus kepiawaian membaca psikologi manusia. Meski kemampuan itu tidak berarti, jika menghadapi jawaban lupa dari terdakwa. Segenap metode, dalih, dan pertanyaan pancingan yang diajukan jaksa guna memperoleh informasi tetap tidak dapat digali dari lupa. Lupa layaknya cara efektif…
Keniscayaan Panggung

Keniscayaan Panggung

SERING kali panggung pada sebuah pementasan kesenian luput menjadi tema diskursus pelaku kesenian. Entah itu pementasan teater, musik tradisi, dan kegiatan diskusi serta sarasehan yang menggunakan panggung. Panggung yang ramai ketika ada hajatan seni, tapi mendadak sepi, menakutkan bahkan dihuni hantu usai pementasan. Panggung seolah sebatas pelengkap dari sebuah lakon. Panggung seolah hanya menjadi dekorasi pemanis yang sifatnya dibutuhkan sebelum…
Semesta Bahasa

Semesta Bahasa

KETIKA bahasa tidak hanya berupa bunyi dan tanda. Pada saat itu pula, bahasa tidak cukup dimaknai sebagai tulisan dan ujaran yang mudah dibaca. Iqro, bisa jadi bukaan bacaan, bukan pula seperangkat materi untuk berbicara. Ia sudah melampaui peristiwa kebahasaan. Peristiwa kebahasaan itu strukturnya. Semacam mekanisme yang girang diterjemahkan ke dalam aspek keterampilan berbahasa: menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Iqro justru…
Nostalgia Tokoh

Nostalgia Tokoh

BAHAGIA rasanya ketika diajak komunitas One dO Art untuk mengenali tokoh dan nilai ketokohon para pelaku kesenian tradisi Sayang-sayang dan Kecapi Mandar di acara sarasehan bertema “Menyoal Transisi Musik Dawai Mandar,” pada gelaran “Mandar Dawai Etnik Festival, 20-21 Maret 2021.” Gedung Al Madina Centre di Tinambung mendadak sesak menampung dokumentasi foto dan kesaksian sejarah dari penerus dan para tokoh: Marayama,…
Sebentar Lagi Sekolah

Sebentar Lagi Sekolah

DI tengah kecenderungan melihat sekolah sebagai lembaga pendidikan dengan segala prolematikanya, ternyata sekolah masih menjadi salah satu lembaga pendidikan yang menjadi titik sentral pendistribusian nilai, tradisi keilmuan, etos budaya serta etika keadaban. Nilai paradoksal itu yang justru tidak mengumbah pandangan kedua gadis kecilku untuk segera bisa sekolah. Si kakak, usia 5 tahun dan si adek usia 4 tahun, tampak girang…
Sang Idola

Sang Idola

TERNYATA gerombolan kucing jantan yang hendak kawin itu luar biasa mengganggu. Di mulai dari suara yang mengeong di tengah malam buta, dan tak jarang dibumbui aksi pengejaran dramatik-kucing betina di atas atap dan bubuhan rumah. Kucing betina di rumah kami, sebut saja namanya Amor. Nama yang baru saja dikarang, seiring dimulainya tulisan ini. Berhubung, belum ada kecanggihan teknologi yang sanggup…
Lelaki Pemanggul Karung

Lelaki Pemanggul Karung

LELAKI paru baya itu tidak lagi mengenal namanya, atau nama mungkin tidak lagi penting baginya, meski orang-orang di kota kami mulai terbiasa memanggilnya; lelaki pemanggul karung. Tiap hari, ia terbiasa sibuk mengemasi barang-barang bekas ke dalam karung. Layaknya kesibukan mengemasi terik siang menuju gigil malam, sebelum ia terlelap di emper-emper pertokoan, usai mengelilingi kampung dengan terus memanggul karung. Tiada yang…
Tersesat Kembali

Tersesat Kembali

DAKU terbilang lemot alias lemah otak. Biasanya usai saling mengenalkan nama disertai uluran tangan. Jelang berpisah biasanya daku kembali menanyakan nama. Proses kembali seperti itu tentu tidak mengenakkan, karena bisa jadi cap “aneh” telah ditempelkan ke jidat. Belum termasuk proses kembali ketika tersesat di rimbun makna ketika membaca buku, biasanya daku bergegas kembali ke sub judul terdekat buat cari selamat.…
Bahasa Cinta

Bahasa Cinta

SUDAH menjadi rahasia umum jika fungsi utama dari bahasa adalah mengantarkan pesan. Pesannya bisa bermacam-macam. Ada pesan yang mudah dimengerti secara konkrit, dan ada pula pesan abstrak yang sulit diterjemahkan secara harfiah. Anggaplah bahasa merupakan bentuk konkrit dari sebuah peristiwa komunikasi tersurat, sedangkan cinta merupakan bentuk abstrak dari pesan komunikasi tersirat. Jika kedua kosa kata ini digabung menjadi bahasa cinta,…
Beliau Langit, Beliau Bumi

Beliau Langit, Beliau Bumi

KALI ini saya agak tertarik untuk membincang panggilan atau sapaan kepada seseorang yang acap kita dengar atau kita gunakan dengan sebutan beliau. Kenapa ini menjadi minat penulis, karena pertama, istilah beliau dalam dimensi kebahasaan merujuk pada bentuk penghormatan, sekaligus penghargaan bersifat personal. Kedua, istilah beliau dapat bernada mengejek jika diujarkan dalam sudut pandang jamak; beliau-beliau. Pertama nilainya penghormatan, dan yang…
Back to top button