Selasa , April 7 2020
Home / KOLOM

KOLOM

KOLOM

  • Cerita Gunung Tasik Manau’

    PANAS terik cukup menyengat dikulit. Aroma khas tandang kelapa sawit sisa pengolahan dari pabrik, se…

  • Manusia, Kodok dan Politik

    MANUSIA tidak saja memiliki kebudayaan, tetapi juga memiliki sejarah. Maka seorang penulis yang baik…

  • Saat Nonton Biduan (part 2)

    BARU kali ini bisa melanjut cerita tentang bagaimana riuhnya hiburan ala-ala kampung ditempatku saat…

  • Merdeka Dalam Mimpi

    negeri kecilku yang begitu indah dipandang mata negeri kecilku sangat sempurna bagaikan negeri donge…

  • Kursi dan Kabinet

    BEBERAPA hari sebelum pengumuman dan pelantikan kabinet Indonesia Maju, saya dan bersama anda, boleh…

Saatnya Mencari Lino di Malinona Batin dan Jiwa Kita Sendiri

BERENTET catatan, berita dan tulisan, gambar, graphis, meme serta sejumlah perangkat visual maupun audio yang menjadikan virus corona atau covid-19 sebagai angle utamanya, secara serampangan menyerang kita. Ia datang serupa mitraliur yang ditembakkan secara acak ke semua penjuru kehidupan. Ada yang menggembirakan, tetapi tak sedikit pula yang menyedihkan. Bahkan cenderung …

Read More »

Corona Membawa Hikmah

“Ada Cinta Allah Dalam Setiap Musibah” Buya Yahya PENYEBARAN virus corona atau covid-19 di Indonesia sebagaimana dicatat KOMPAS.com terus meluas. Hingga Rabu (1/4/2020) sore, menurutnya, jumlah kasus Covid-19 telah mencapai angka 1.677. Sementara itu, sebanyak 103 pasien dinyatakan sembuh, dan 157 orang meninggal dunia. Berdasarkan situs resmi Infeksi Emerging, covid19.kemkes.go.id, …

Read More »

Kepada Kekasihnya di Hari Pemilihan

Melalui telepon, kepada kekasihnya malam itu ia berpesan, jangan lupa, besok pagi, aku tunggu di bilik suara di tengah kampung yang tak jauh dari lapangan takraw milik desa. Keesokan paginya pemilihan dimulai dengan sedikit pidato juga basa-basi. Jelang siang antrian di kursi plastik mulai surut. Celaka, sebelum penghitungan kekasihnya tak …

Read More »

Yus Yunus Meninggal Siapa yang Salah

SETIAP insan manusia tidak akan pernah terlepas dari takdir Tuhan yakni menghadap ke Sang Halik. Namun cara setiap insan manusia itu menghadap kepadaNya  berbeda-beda. Namun dalam tulisan ini penulis Ingin  menganalisis siapa yang patut disalahkan dalam hal meninggalnya Yus Yunus Pada hari Minggu tanggal 23 Februari 2020 di Jalan Trans …

Read More »

Dimanakah Hati Nurani ?

Catatan atas Tragedi Kemanusiaan Warga Polman di Papua.  SEBUAH kabar duka datang menyelimuti udara di atas tanah Mandar – Sulawesi Barat. Kabar duka itu datang dari ujung pulau paling timur Indonesia, Papua. Diberitakan seorang warga Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat, harus meregang nyawa atas pengeroyokan oleh oknum yang tak bertanggung …

Read More »

Analisis Pemberhentian Kades dalam Perspektif UU Nomor 6 Tahun 2014

KEPALA Desa (kades) dibebani banyak kewajiban dan larangan, yang berimplikasi pada resiko pemberhentian. Namun tak sedikit Kepala Desa yang selalu mangkir dari tanggung jawabnya dengan alasan yang tidak jelas. Seorang kades memegang jabatan selama enam (6) tahun terhitung sejak tanggal pelantikan, dan dapat menjabat maksimal 3 kali masa jabatan secara …

Read More »

Siang dan Tugas Kenabian

MUSIM durian dan langsat masih. Musim penghujan dan kemarau yang tidak jelas. Entah salah musim atau karena ekosistem yang telah begitu rusak dan soak. Membuat kita sering sekali hari ini, mendapati hujan lebat mengguyur beberapa jam bahkan hari dan membuat banjir di sejumlah kota dan tempat. Keesokan harinya panas terik …

Read More »

Keadilan Versi Jelata

“Keadilan jadi barang sukar, ketika hukum hanya tegak pada yang bayar,” Najwa Sihab REFORMASI seperti tak memiliki dampak pada jelata. Dari kasus pengamen Cipulir korban salah tangkap yang berakhir dengan tuntutan ganti ruginya yang ditolak oleh hakim, selanjutnya Lutfi pelajar STM saat aksi unjuk rasa penolakan RUU KUHP dan RUU …

Read More »

Saat Nonton Biduan (part 5)

Di sudut panggung sebelahku, kerumunan penonton sepertinya sudah mulai tak sabaran, hasratnya sebagai penikmat panggung sudah berada di ubun-ubun, ingin melihat penampilan Biduan yang sedari tadi membikin mata dahaga tak ketulungan. Sang MC trus saja bertingkah, dia benar-benar menjadi penguasa panggung malam ini. Apa yang diperintahkannya, baik Biduan atau “player” …

Read More »

Saat Nonton Biduan (part 4)

SELALUNYA, dalam acara hiburan yang bergenre Orkes di kampung , sesi utama penampilan artis andalan atau bintang panggung, disajikan pada akhir-akhir acara. Atau sebagai strategi, kadang diawal untuk memancing kerumunan penonton. Jika sudah ramai, maka penonton akan disuapi Janji-janji, bahwa penampil selanjutnya adalah Biduan tadi yang seksi dan aduhaiiii. Namun …

Read More »

Untuk Inge Suatu Ketika di Dondori Literasi

“Dalam keadaan sejarah sekarang, semua tulisan politik hanya bisa menegaskan suatu police universe, sama tulisan intelektual hanya bisa menghasilkan para literatur yang tidak berani lagi menyebutkan namanya” Roland Barthes SIAPA Inge dan bagaimana dia, sering nama menjadi sangat dan teramat penting. Tetapi seringkali juga nama menjadi tidak penting. Itu biasanya …

Read More »

Saat Nonton Biduan (part 3)

SONTAK saja penonton langsung bertepuk tangan dengan riuh, suara siulan yang melengking seperti menggoda para Biduan yang akan tampil di atas panggung. Sang MC seperti memberi harapan besar kepada penonton yang sudah tak sabar melihat aksi goyangan patah-patah dari Biduan yang akan tampil. Termasuk saya yang sedari tadi cukup penasaran …

Read More »
KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]