REDAKSI

REDAKSI

Koran Online TAYANG9.COM - "Menulis Gagasan, Mencatat Peristiwa" Boyang Nol Pitu Berkat Pesona Polewali Sulbar. Email: sureltayang9@gmail.com Gawai: +62 852-5395-5557
  • BERITA

    BAN PAUD PNF Sulbar Gelar Sosialisasi Akreditasi Tahun 2021

    SULBAR, Tayang9 – Badan Akreditasi Nasional (BAN) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Non Formal (PNF) Provinsi Sulawesi Barat menggelar Sosialisasi Akreditasi PAUD-PNF tahun 2021 di Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di gedung Aula Kementerian Agama Kabupaten Polman pada Selasa (8/6), tetap dalam protokol kesehatan dengan jumlah peserta sesuai undangan sebanyak 90 peserta, yang terdiri dari utusan…

    Read More »
  • ALLO PALLAPPASANG

    Kaco kacele, begitu membuka balle’ bisikoi’ yang berisi pipang buatan Cicci. Tapi Kaco tidak lantas membuat konten, histori, status dan kicauan di akunnya agar viral. Karena baginya, yang penting disyukuri, adalah lebaran kembali bersamaan bagi kaum pecinta pipang pun kaum penikmat bisikoi’. Berdua Kaco dan Cicci memohon maaf lahir dan batin termasuk kepada pejalan dari ibu rantau menuju surga ibu…

    Read More »
  • BERITA

    Sambut Hari Raya Idul Fitri, Nelayan Majene Gelar Pawai Takbiran Laut

    TAYANG9 – Untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 H, Warga pesisir Majene menggelar pawai takbiran laut, di perairan Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Rabu (12/5/2021) Koordinator kegiatan. Muhammad Gufran mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan menjadi wujud semangat kebaharian masyarakat Somba dalam menyambut hari raya idul Fitri. “Somba, sebagai daerah yang sebagian besar masyarakatnya menjadikan laut sebagai…

    Read More »
  • BONGI PALLAPPASANG

    Kaco sumangi’ karena puasanya adalah puasa sappolong. Cicci juga sumangi karena puasanya bersama cai’ anna mappepelluttus pegaru wassi siola tulilling. Manu’nya juga sumangi, sesaat sebelum kowi’ lappe mendekati lehernya. Sangi’ bongi pallappasang silappo diaya dinawang dengan takbir dan tahmid. Atupe’ re’de dan panggarrusan loppa’ mellosor di atas bayu baru.

    Read More »
  • PUASA KACO 30

    Satu dua pembatas kappung terlalui, Kaco dan Cicci lolos dan masih bergerak di atas saiyyang balibinna, menuju sekat ketiga. Nahas, petugas mengepungnya. Kaco dan Cicci gagal melewati pembatas ketiga, ia terjebak dan bingung tidak tahu akan berbalik dan melanjutkan kemana. Kaco dan Cicci persis seperti manu’ terkepung di dalam rambang.

    Read More »
  • PUASA KACO 29

    Kaco kepada Cicci yang ngotot ingin mudik melawan arah menuju kota, mencoba meyakinkan dengan mengutip kata-kata almarhum kama’na dulu, “biarlah kita hidup makkasi-asi tetapi tetap bersama tinggal di kappung, karena di kota mai’dimi to kalasi, borro, siola nao’lo’i loso-losong. Mendengar itu, Cicci lalu menimpali sambil mecawa pawelle, “innai amo tia kalasi, borro siola naolo’i loso-song”. Mendengar jawaban Cicci, Kaco nasappai…

    Read More »
  • PUASA KACO 28

    Saatnya kappung, santai dan jual mahal. Setelah sekian lama kappung dianggap sebelah mata dipandang kampungan dan dinilai hanya berisi irri-irris, ande beke, titi balang, surati, undungan dan tulumene’. Kini kappung menggemaskan dan dirindukan oleh orang-orang kota di balik sekat pamaretta. “Garriao”, begitu kalimat Kaco kepada Cicci saat keduanya sedang sibuk mattimbarri anjoro dan ma’issi atupe siola buras.

    Read More »
  • PUASA KACO 27

    Dulu Kaco dan Cicci kadang iri melihat kedahsyatan berita media dan bahkan tetangganya yang tiap jelang lebaran bergerak pulang mudik dengan gagah bahkan mungkin juga diattomo kapang saicco’ melo’ disanga. Namun kini, Kaco belajar makna tidak pulang dan setia menjadi warga kappung yang kampungan dan tak perlu kemana-kemana. Cukup mepputar di dalam rambang siola manu’, surati anna beke dengan sekat…

    Read More »
  • PUASA KACO 26

    Dalam doa usai tarwih berjamaah di rumahnya, air mata Kaco dan Cicci sama menetes dan kian menderas, tepat saat doa Kaco ditujukan ke kama’ Kaco dan kama’ Cicci yang telah tiada. Dalam benak keduanya, sama berharap air matanya menjadi butir cahaya yang akan menerangi kama’ Kaco dan kama’ Cicci. Dan kelak takbir tahmid yang dilantunkan keduanya juga menjadi selimut kedamaian…

    Read More »
  • BERITA

    Meraih Berkah Malam 25 Ramadan, di Bawah Hujan Jamaah Bertundungkan Sajadah

    HUJAN mengguyur. Dingin menyelimuti. Sejumlah jamaah tampak mengenakan masker bergerak bertundungkan sajadah menuju masjid dan dua gedung yang berada disisi kiri dan kanan masjid. Kaki sejumlah jamaah tampak berjinjit menghindari sejumlah genangan air menuju tiga gedung yang disiapkan oleh penyelenggara ibadah shalat berjamaah malam ke 25 ramadan. Dalam kegiatan yang telah menjadi agenda rutin tiap malam 25 ramadan yang pada…

    Read More »
  • PUASA KACO 25

    Usai shalat di malam ganjil, Kaco tak kuasa menahan rindunya. Bayangan kindo’na berkelebat. Ia hendak mencuci surga di telapak kaki kindo’na dengan air matanya sendiri seraya meminta kindo’na mengenakan baju yang paling mahal dan paling baru untuk Kindo’na. Yang dari rahimnyalah Kaco terlahir. Cicci yang sudah berada di level kasyaf membaca dan mendengar yang berkelebat dalam benak Kaco, mendadak dari…

    Read More »
  • PUASA KACO 24

    Sebelum sahur, Kaco terbangun, air matanya kembali menetes. Di luar pelan hujan mereda. Diselimutinya Cicci yang masih meringkuk tidur berdaster kenu’. Kaco sedih melihat Cicci yang sebentar lagi lebaran tak juga daster berganti baju baru. Dalam sujud tahajjudnya, Kaco serius meminta, “o pungallahu ta’ala, selebrasi lebaran tak pernah penting bagiku, tetapi lebarkanlah pintu rejeki halalku untuk Cicci siola ana’u. Tukarkanlah…

    Read More »
Back to top button