Jumat , Juli 10 2020
Home / BERITA / Menangis dan Terhenti Bicara, Prof Kamaruddin: Jangan Minta Saya Bicara Tentang Ibu, Saya Tidak Kuat

Menangis dan Terhenti Bicara, Prof Kamaruddin: Jangan Minta Saya Bicara Tentang Ibu, Saya Tidak Kuat

TAYANG9-Saya lebih baik jangan bicara tentang ibu. Saya tidak akan kuat. Begitu yang terlontar dari bibir Prof DR. Phil. H. Kamaruddin, MA. Dirjen pendidikan Islam kementerian agama Republik Indonesia saat menjadi pembicara utama pada kuliah umum yang digelar oleh pusat kajian pemberdayaan perempuan Universitas Al Asyariah Mandar di auditorium Prof. KH Sahabuddin, Sabtu 21 Desember2019.

Kamaruddin terhenti dan sesekali menunduk seraya melepaskan kacamatanya mencoba menyeka air matanya seakan hendak menyembunyikannya dihadapan para peserta kuliah umum yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Unasman.

“saya mohon maaf, saya tidak kuat bicara tentang ibu. Yang padanya tidak bisa kita hitung kebaikan jasa dan doanya. Biarkan saya bicara tentang era industri abad 21 yang meminta kita untuk siap bersaing menghadapi era yang sangat kompetitif itu,” tutur Kamaruddin seraya turun dari panggung dan berdiri seperti di depan kelas dihadapan peserta kuliah umum yang duduk bersila.

Dikatakannya, terkait era industri dan digital ini, “posisi kita ke depan sangat bergantung bagaimana rencana dan cita-cita Anda”.

Kamaruddin mengutip hasil penelitian di Harvard University yang menunjukkan, alumnus yang sukses di Harvard setelah 18 tahun, ternyata tidak semua cerdas, tetapi mereka punya cita-cita mereka juga memiliki kemampuan yang baik dalam membangun interaksi dan komunikasi sosial, tawadhu dan tidak sombong.

“Jangan sombong karena sangat menghambat karier fokus dan miliki hati yang baik. Selain itu mereka juga visioner dan memiliki cita dan ambisi yang besar. Dunia ini dipenuhi oleh anak milenial yang tidak boleh lupa bagaimana teknologi menjadi alat pendukung cita-cita dan kita kapitalisasi itu, karenanya dibutuhkan juga kemampuan literasi media,” harapnya.

Selain kemampuan itu, masih menurut Kamaruddin penting pula kemampuan berbahasa dan berkomunikasi.

“Pastikan diri anda, tidak akan mengikuti wisuda sebelum bahasa Inggris anda bagus. Saya belajar hadits di Jerman Belanda dan penelitian di Mekkah tapi apa ada hubungan dengan posisi saya sebagai dirjen? Ini karena kita punya kemampuan dan attitude. Jadi jangan pusing dengan apapun jurusan anda, perbaiki diri anda perkuat kemampuan anda dan tunggu sepuluh, lima belas tahun lagi anda akan menjadi orang yang hebat. Ingat ibu dan orang tua anda yang punya cita-cita anda menjadi orang sukses dan baik. Pastikan ada fokus belajar keras, jadi orang baik, cerdas berakhlak dan punya karakter insya Allah menjadi orang yang sukses,” rinci alumnus pondok pesantren As’adiyah Sengkang dan juga alumnus di Belanda dan Jerman ini.

Sementara itu, dalam sambutan pembukaannya, Rektor Unasman DR. Chuduriah Sahabuddin, M.Si mengatakan, “di momentum hari ini bertepatan dengan hari ibu ini kita sengaja menghadirkan Prof Kamaruddin di kampus ini berharap mendapatkan banyak masukan fikiran kita dalam menata posisi kita sebagai kampus yang berkontribusi nyata pada negara dan bangsa. Terima kasih atas kedatangannya di kampus tercinta ini,” urai Rektor Unasman sebelum membuka acara itu secara resmi.

Patut dicatat dalam acara itu selain dihadiri civitas akademika Unasman tampak pula hadir DR Nafis Djueni Ketua Stain Majene bersama DR. Mukhlis Latif Wakil Ketua Stain yang juga mantan Ka. Kanwil Kemenag Sulbar bersama sejumlah unsur pimpinan Stain Majene.

About EDITOR

Redaksi Koran Online TAYANG9.COM - "Menulis Gagasan, Mencatat Peristiwa" Boyang Nol Pitu Berkat Pesona Polewali Sulbar. Surel: tayangssembilan@gmail.com Gawai: +62 852-5395-5557

Check Also

LBH Mitra Madani Sulbar Buka Pendampingan Hukum Gratis

POLMAN, TAYANG9 – Bagi warga masyarakat yang mengalami persoalan hukum, kini tidak lagi perlu marasa …

Final, Saiyye’ Zaki Nahkodai Partai Solidaritas Indonesia Sulbar

POLMAN, TAYANG9 – Final, hari ini, Kamis 11 Juni 2020 tepat pukul 13.00 Wib tadi, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]