BERITASTRAIGHT NEWS

Pengambilan Sumpah 16 Ribu PNS Kemenag, Menag Sampaikan Tangis, Doa, dan Seragam Korpri

Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar Memberi Pesan Kepada PNS Kemenag RI Baru

JAKARTA, Tayang9 — Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar mengingatkan ribuan pegawai negeri sipil (PNS) baru di lingkungan Kemenag RI agar tidak melupakan jasa dan doa orang tua dalam perjalanan mereka.

Pesan itu disampaikan saat memberikan sambutan pada pengambilan sumpah PNS Kementerian Agama yang digelar oleh Biro SDM Kemenag RI di Auditorium HM. Rasjidi, Jalan M.H. Thamrin Nomor 6 Jakarta Pusat, Kamis (21/5/26).

Suasana ruangan mendadak hening ketika Menteri Agama berbicara tentang perjuangan orang tua yang mengiringi langkah anak-anak mereka hingga berhasil mengenakan seragam Pegawai Republik Indonesia (Korpri).

“Jangan lupa berterima kasih kepada orang tua. Kalian berhasil karena doa orang tua,” ujarnya di hadapan ribuan peserta pelantikan via offline dan online.

Menurut dia, di balik keberhasilan seorang anak menjadi ASN, terdapat air mata dan doa panjang yang dipanjatkan orang tua, termasuk di tengah malam dan di tempat-tempat ibadah.

“Ada air mata di tengah malam, ada doa-doa yang dipanjatkan agar anaknya menjadi anak yang berbakti,” katanya.

“Cara membalas mereka adalah membuktikan bahwa anaknya tidak mengecewakan, tidak melakukan hal-hal yang tidak dikehendaki orang tuanya,” imbuh Menteri Agama.

Menteri Agama juga menekankan pentingnya nilai spiritual dan akhlak dalam kehidupan ASN Kemenag RI. Menurut dia, keberhasilan karier di lingkungan Kementerian Agama tidak hanya ditentukan kecerdasan dan kemampuan teknis, tetapi juga sikap istiqamah dalam menjalankan tugas.

“Kalau ingin berhasil, jalani dengan istiqamah. Kalau dijalani dengan istiqamah, Allah akan mendampingi perjalanan karier kita,” ujarnya.

Ia kemudian menguraikan makna istiqamah yang menurutnya harus menjadi pegangan ASN Kementerian Agama. Nilai pertama adalah ikhlas. Namun, ia membedakan antara Mukhlis dan Mukhlas. Mukhlis sekadar berbuat baik. Pegawai dituntut menjadi “Mukhlas”, yakni berbuat baik tanpa berharap pujian manusia.

“Kalau kebaikan dipuji orang lain lalu kita menikmatinya, itu seperti mengambil hak pujian yang seharusnya hanya milik Allah,” lanjut Menag.

Nilai berikutnya adalah Sabar. Menteri Agama menjelaskan bahwa ASN Kementerian Agama harus mampu berada pada tingkat kesabaran yang lebih tinggi, tidak membalas perlakuan buruk, bahkan mampu memaafkan dan melupakan.

Ia juga menekankan pentingnya Tawadhu atau rendah hati. Menurut dia, sikap rendah hati akan menjaga seseorang dari kesombongan dan penyalahgunaan jabatan.

“Kalau kita menempatkan diri di bawah, kita tidak mudah jatuh,” sambungnya.

Selain itu, para ASN diminta memiliki sifat Ihsan dengan terus menghadirkan kebaikan meskipun menghadapi tekanan atau kritik. Mereka juga diingatkan untuk memiliki qanaah atau rasa cukup agar terhindar dari perilaku koruptif.

“Banyak orang jatuh karena tidak punya rasa cukup,” masih Menteri Agama.

Nilai lain yang ditekankan adalah amanah dan akhlak. Menurut dia, ASN Kementerian Agama membawa nama institusi selama 24 jam di tengah masyarakat sehingga perilaku sehari-hari harus mencerminkan nilai agama.

“Jam kerja Kementerian Agama itu 24 jam di mata masyarakat,” katanya.

Pada bagian akhir sambutannya, Menteri Agama mengingatkan pentingnya hikmah dalam mengambil keputusan. Ia menyebut setiap tindakan seorang ASN harus mempertimbangkan akal sehat sekaligus suara hati.

“Hikmah itu kearifan. Keputusan harus memakai akal dan hati,” pungkasnya.

Pelantikan PNS Kementerian Agama tahun ini dihadiri langsung Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Prof. Zudan Arif Fakhrullah, diikuti 16.000 peserta dari berbagai formasi, mulai dari guru madrasah, penghulu, penyuluh agama, dosen, hingga tenaga teknis yang akan ditempatkan di berbagai daerah di Indonesia***

FARHAM RAHMAT

Alumnus Hukum IAI Al-Aqidah Al-Hasyimiyyah Jakarta Timur dan Pascasarjana UIN Alauddin Makassar. selain aktif sebagai blogger juga aktif dalam pengembangan skill bahasa Inggris dan Arab serta serius nyantri di Majelis Sholawat Simpang M. Ketua Zain Office ini juga dipercaya sebagai editor di media katalogika.com, serta tercatat sebagai pemuda pelopor literasi digital Polewali Mandar

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: