Kamis , Juni 4 2020
Home / BERITA / Ponpes Nahdlatul Ulum Sarampu Gelar Wisuda dan Maulid Nabi Muhammad SAW
Pimpinan Ponpes Nahdlatul Ulum Sarampu yang juga Ketua PCNU Kabupaten Polewali Mandar, Muhammad Arsyad saat memberikan sambutannya pada acara wisuda santri dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H, Kamis 09 Januari 2020

Ponpes Nahdlatul Ulum Sarampu Gelar Wisuda dan Maulid Nabi Muhammad SAW

POLEWALI, TAYANG9- Pondok pesantren (Ponpes) Nahdlatul Ulum Sarampu Kabupaten Polewali Mandar menggelar acara wisuda santrinya sebanyak 58 orang. Mulai dari tingkak tahfidzul Qur’an, Qiro`atul Kutub hingga TPQ. Menariknya acara yang digelar, Kamis 09 Januari 2020 itu dibarengi pula dengan pawai sebanyak 29 saiyyang pattu’du (kuda menari-red) yang ditunggangi oleh santri dan diarak keliling sekitar arena pondok.

Pimpinan Ponpes Nahdlatul Ulum, Muhammad Arsyad mengaku, berterimakasih kasih kepada para tamu undangan yang telah hadir pada kegiatan yang merupakan rangkaian dari acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H tersebut. “Kami berterima kasih atas kehadiran sejumlah pihak sebagai bentuk dukungan bagi eksistensi keberadaan pondok pesantren yang kami bina ini,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Arsyad yang juga adalah Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Polewali Mandar ini meminta kepada santri yang diwisuda untuk tidak puas dengan capaian ilmu yang telah diperoleh.

“Saya meminta kepada wisudawan dan wisudawati untuk tetap menuntut ilmu dan lebih memperdalam lagi ilmu yang telah diperoleh di pondok ini. Dan semoga kegiatan wisuda yang kami gelar kali ini dapat secara rutin diselenggarakan tiap tahunnya,” beber Kiai Muda NU ini.

Dalam kesempatan yang sama Asyrul panitia pelaksana kegiatan mengungkapkan, kegiatan yang baru pertama kali digelar dengan menurunkan 29 kuda sebagai bentuk pemberpihakan terhadap tradisi keagamaan masyarakat Mandar tersebut telah terealisasikan dengan baik, yang menurutnya tidak lepas dari dukungan dari beberapa elemen.

“Alhamdulillah kegiatan ini kami bisa selenggarakan dengan begitu baik dan tertib sesuai harapan dan rencana semula. Sehingga secara khusus kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu terselenggaranya kegiatan ini. Terutama masyarakat setempat yang nyata sangat mendukung kegiatan ini. Terlebih kegiatan penamatan massal yang dibarengi dengan tradisi menunggang sayyang pattu`du baru pertama dilakukan di Dusun Sarampu Desa Kuajang Kecamatan Binuang ini,” tutur Asyrul.

Patut diketahui, dalam acara yang berlangsung meriah itu, secara khusus sejumlah petinggi Kabupaten Polewali Mandar tampak hadir. Malai dari Wakil Bupati Polman, Ketua DPRD Kabupaten Polman, Kepala Kemenag Polman, Ketua Bawaslu Polman, Dandim 1402 Polmas, Kapolres Polman, Anggota Bawaslu Sulbar, Ust. Munu. Para, Ketua PC GP Ansor Polman serta para Pimpinan Ponpes se-Kabupaten Polman dan para Imam Masjid.

About EDITOR

Redaksi Koran Online TAYANG9.COM - "Menulis Gagasan, Mencatat Peristiwa" Boyang Nol Pitu Berkat Pesona Polewali Sulbar. Surel: tayangssembilan@gmail.com Gawai: +62 852-5395-5557

Check Also

Pelayanan RSUD Majene Dianggap Tidak Maksimal, Nyawa Seorang Warga Somba Tidak Tertolong

MAJENE, TAYANG9 – Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Majene kembali menjadi sorotan. Setelah dianggap …

Peduli Kaum Perempuan Terdampak Covid 19, Lentera Perempuan Mandar Beri Bantuan

Polman, Tayang9 – Akibat pandemi Korona atau COVID-19 yang terus mewabah, kondisi ini terus mengundang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]