Thursday , January 23 2020
Home / BERITA / Ponpes Nahdlatul Ulum Sarampu Gelar Wisuda dan Maulid Nabi Muhammad SAW
Pimpinan Ponpes Nahdlatul Ulum Sarampu yang juga Ketua PCNU Kabupaten Polewali Mandar, Muhammad Arsyad saat memberikan sambutannya pada acara wisuda santri dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H, Kamis 09 Januari 2020

Ponpes Nahdlatul Ulum Sarampu Gelar Wisuda dan Maulid Nabi Muhammad SAW

POLEWALI, TAYANG9- Pondok pesantren (Ponpes) Nahdlatul Ulum Sarampu Kabupaten Polewali Mandar menggelar acara wisuda santrinya sebanyak 58 orang. Mulai dari tingkak tahfidzul Qur’an, Qiro`atul Kutub hingga TPQ. Menariknya acara yang digelar, Kamis 09 Januari 2020 itu dibarengi pula dengan pawai sebanyak 29 saiyyang pattu’du (kuda menari-red) yang ditunggangi oleh santri dan diarak keliling sekitar arena pondok.

Pimpinan Ponpes Nahdlatul Ulum, Muhammad Arsyad mengaku, berterimakasih kasih kepada para tamu undangan yang telah hadir pada kegiatan yang merupakan rangkaian dari acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H tersebut. “Kami berterima kasih atas kehadiran sejumlah pihak sebagai bentuk dukungan bagi eksistensi keberadaan pondok pesantren yang kami bina ini,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Arsyad yang juga adalah Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Polewali Mandar ini meminta kepada santri yang diwisuda untuk tidak puas dengan capaian ilmu yang telah diperoleh.

“Saya meminta kepada wisudawan dan wisudawati untuk tetap menuntut ilmu dan lebih memperdalam lagi ilmu yang telah diperoleh di pondok ini. Dan semoga kegiatan wisuda yang kami gelar kali ini dapat secara rutin diselenggarakan tiap tahunnya,” beber Kiai Muda NU ini.

Dalam kesempatan yang sama Asyrul panitia pelaksana kegiatan mengungkapkan, kegiatan yang baru pertama kali digelar dengan menurunkan 29 kuda sebagai bentuk pemberpihakan terhadap tradisi keagamaan masyarakat Mandar tersebut telah terealisasikan dengan baik, yang menurutnya tidak lepas dari dukungan dari beberapa elemen.

“Alhamdulillah kegiatan ini kami bisa selenggarakan dengan begitu baik dan tertib sesuai harapan dan rencana semula. Sehingga secara khusus kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu terselenggaranya kegiatan ini. Terutama masyarakat setempat yang nyata sangat mendukung kegiatan ini. Terlebih kegiatan penamatan massal yang dibarengi dengan tradisi menunggang sayyang pattu`du baru pertama dilakukan di Dusun Sarampu Desa Kuajang Kecamatan Binuang ini,” tutur Asyrul.

Patut diketahui, dalam acara yang berlangsung meriah itu, secara khusus sejumlah petinggi Kabupaten Polewali Mandar tampak hadir. Malai dari Wakil Bupati Polman, Ketua DPRD Kabupaten Polman, Kepala Kemenag Polman, Ketua Bawaslu Polman, Dandim 1402 Polmas, Kapolres Polman, Anggota Bawaslu Sulbar, Ust. Munu. Para, Ketua PC GP Ansor Polman serta para Pimpinan Ponpes se-Kabupaten Polman dan para Imam Masjid.

About EDITOR

Alamat Redaksi: Boyang Nolpitu Berkat Pesona Manding Polewali Mandar Sulawesi Barat Surel: tayangssembilan@gmail.com Gawai: +62 852-5395-5557

Check Also

Aliansi Peduli Poltek Kembali Lakukan Aksi, Wabup Majene : Bantu Kami Cari Lahan!

MAJENE, TAYANG9- Aliansi Peduli Poltek kembali melakukan aksi jilid ke II bertempat dihalaman kantor Bupati …

HMSS Bersama Polsek Sendana Serahkan Bantuan Untuk Korban Bencana Alam

MAJENE, TAYANG9.COM – Himpuana Mahasiswa Satu Sendana (HMSS) bersama Polisi Sektor Sendana kembali menyerahkan bantuan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]