Sunday , November 17 2019
Home / IYAT TEHA

IYAT TEHA

Belajar membaca dan menulis juga pembelajar di kehidupan

Untuk Inge Suatu Ketika di Dondori Literasi

“Dalam keadaan sejarah sekarang, semua tulisan politik hanya bisa menegaskan suatu police universe, sama tulisan intelektual hanya bisa menghasilkan para literatur yang tidak berani lagi menyebutkan namanya” Roland Barthes SIAPA Inge dan bagaimana dia, sering nama menjadi sangat dan teramat penting. Tetapi seringkali juga nama menjadi tidak penting. Itu biasanya …

Read More »

Ayah, Catatan ini Adalah Doaku

MENULIS catatan tentang ayah bisa sangat beragam, dua dari keberagaman itu adalah, anak yang memiliki ayah yang baik akan menulis tentang ayahnya dalam catatan yang jernih, tulus pula sumblim. Satunya lagi, adalah catatan buram yang ditulis oleh seorang anak yang memiliki ayah yang tidak baik. Adakah ayah yang tidak baik? …

Read More »

Kursi dan Kabinet

BEBERAPA hari sebelum pengumuman dan pelantikan kabinet Indonesia Maju, saya dan bersama anda, boleh jadi pernah sama terjebak dan dibuat penasaran oleh pesan yang masuk di grup whatsapp milik kita. Pesan yang mengarahkan pikiran standar kita pada struktur dan susunan kabinet yang akan dikeluarkan oleh Peresiden kita yang juga baru …

Read More »

Hari Kesaktian Pancasila, Jangan Lupa Bahagia

PANCASILA adalah ideologi negara yang sudah final bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tergali dan terkristalisasi dari nilai-nilai luhur yang dan jiwa bangsa Indonesia dari Sabang hingga Merauke dari Miangas hingga pulau Rote. Hari ini tepat 01 Oktober 2019, nyaris bertepatan dengan sejumlah aksi yang juga meluber hampir disemua penjuru tanah …

Read More »

Karena Kita Bukan Kuda, Sapi dan Domba

WACANA dan narasi begitu banyak menguasai dan memasuki segala ruang dan dimensi. Yang ada sisa sepetak bahkan seinci ruang lagi yang bisa dengan tenang kita tempati menghirup nafas kedamaian dan itu bernama pedalaman yang tak disentuh baik oleh teknologi. Kota kota telah terpetakan baik dan bahkan terskenario cantik untuk dijadikan …

Read More »

Perayan Tulisan Perayaan Buku

MALAM belum lagi begitu matang pula khatam, rinai baru saja jatuh membasahi bumi. Pada musim kemarau yang kering. Entah pertanda apa. Sebab yang jelas rinai baru saja turun. Setelah sebelumnya begitu lama meraib dan menghilang diselumuti kabut asap. Bertepatan dengan serbuan berita kebakaran hutan yang terjadi disejumlah tempat. Ditemani kopi …

Read More »

Pakansi dalam Lampu Warna Warni

Untuk Ahmad Ghilban Syariati serupa laron kita bergerak ditemani musik yang mengalun pelan. tetapi ini bukan saja tentang cinta dan rasa, tetapi juga ihwal rindu yang bertahan di atas tower warna warni yang temaran menatap dan mengintai. anakku, takjublah melihat lampu dalam ragam rupa dan warna, lalu spontanlah berucap muhammadurasulullah. …

Read More »

Pemimpin dan Orang Tua yang Telah Selesai

Pagi ke pagi / kuterjebak di dalam ambisi // seperti orang-orang berdasi yang gila materi // rasa bosan membukakan jalan / mencari peran // keluarlah dari zona nyaman// Begitu tembang zona nyaman yang dimainkan oleh fourtwnty yang menemaniku pagi ini. Ditemani teh hangat dengan sedikit gula buatan anak bapak kantin …

Read More »

Subaltern, Rokok, Kopi dan Diskusi di Teras Masjid

SUBALTERN mula pertama dicetuskan oleh Antonio Gramsci saat mencatat tuliskan tentang hegemoni budaya. Teori ini konon lahir sebagai teori kritis dan pascakolonial. Dalam pemahaman Antonio, subaltern merupakan istilah yang dipahami sebagai penduduk yang secara sosial, politis, dan geografis berada di luar struktur kekuasaan hegemonik koloni. Dan begitulah kira-kira potret yang …

Read More »

Casing Ponsel, ‘Temannya Tuhan’ dan Pernikahan Komandan

SETELAH capek bermain seusai hujan. Hari itu Kaco kecil duduk dan termenung mendongak ke atas langit. Tepat di depan masjid yang berada di depan rumahnya. Saat itu hujan baru saja usai, di atas langit tampak pelangi menghias begitu indah. Kaco girang menatap. Dan kegirangan itu menegas oleh matanya yang tak …

Read More »

Mbah Moen, Merah Putih dan Keberadaban Kita

TUJUH belas agustus tahun 2019 yang sebentar lagi akan diperingati oleh seluruh anak banga di negeri ini setelah tiba di usia yang ke tujuh puluh empat tahun. Makna usia tujuh puluh empat adalah usia yang telah begitu matang. Matang untuk sebuah upaya membangun peradaban bangsa yang besar dan beradab sebagaimana …

Read More »

Pertemuan Senja Seusai Rinai

kita berbincang dalam bahasa yang sulit terpahami, karena aku tengah mereka ulang waktu waktu yang lampau. tapi aku digamit oleh pandanganmu yang padanya kutatap peta jalan rasa juga waktu yang singgah dengan jejak yang muskil terhapus. dibawah gerimis aku menelisik rasa yang membatu dan membuatku menjadi sulit berbincang tentang rasa …

Read More »
KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]