CERPENGAGASAN

Runtuhnya Kekebalan Setianov

SUDAH sangat lama rakyat dibuat geram dengan tingkah laku Setainov. Bisa dikatakan Setainov satu dari sedikitnya pejabat kerajaan yang kebal hukum. Bayangkan saja, pada kasus pencatutan nama raja, ia lolos dari jerat hukum. Walaupun pada akhirnya Setainov lengser dari ketua Aliansi Perwakilan Rakyat (APR) di kerajaan. Namun hebatnya Setainov, kasus tersebut tidak membuat karirnya lemah. Tidak berselang lama setelah kasus itu Setainov terpilih menjadi ketua umum partai lambe alias partai beringin. Permainan politik licik mengantarkan dirinya untuk menduduki ketua APR untuk kali kedua dalam waktu yang singkat.

Semula Setainov beserta konco-konconya dikenal sebagai penentang raja. Namun belakangan Setainov berbalik haluan memposisikan dirinya sebagai pendukung raja. Entah apa motif Setainov sehingga mudah labil seperti itu. Pasti ada maksud tertentu di balik semua itu.

Apakah setelah itu Setainov bisa bernafas lega? Tidak sama sekali. Pada suatu hari tatkala ia sedang menikmati jabatan-jabatan sentrisnya. Sebagai ketua umum partai lambe, dan ketua APR. Kenyataan lain menghampirinya. Ada suatu badan di kerajaan yang diberi nama Kelompok Pemberantas Kebobrokan Pejabat Kerajaan (KPKPK). Mereka menetapkan Setainov tersangka kasus korupsi. Yang merugikan kerajaan hingga ratusan peti emas.

Rakyat yang sudah cukup geram dengan ulah Setainov. Mereka berdoa kepada Tuhan semoga kasus itu bisa mengantarkan Setainov ke jeruji besi. Mereka sudah muak punya perwakilan di kerajaan yang licik seperti Setainov.

Dasar Setainov yang tak punya urat malu. Ia selalu mangkir dari panggilan KPKPK. Masa itu Setainov pura-pura sakit dan harus di rawat di rumah sakit beberapa hari. Padahal sejatinya itu hanyalah akal-akalan Setainov.

Tidak berselang lama nasib Setainov yang sudah di tetapkan tersangka oleh KPKPK akan ditentukan di pengadilan kerajaan. Semua rakyat dibuat heran, dibuat tidak percaya. Keputusan hakim saat itu menggunggurkan status Setainov sebagai tersangka. Dari situlah banyak timbul asumsi di benak rakyat. Mereka menduga Setainov telah menghalalkan segala cara untuk melawan hukum. Mereka beranggapan Setainov telah berkonspirasi dengan hakim. Mereka beranggapan konco-konco Setainov telah menyogok hakim.

“Akulah Setainov. Hukum pun bersujud padaku,” teriak Setainov di atas podium di hadapan konco-konconya. Malam itu pesta yang bertajuk ‘Setainov Manusia Kebal Hukum’ dirayakan dengan suka cita. “Tidak akan ada yang bisa membendung Setainov sang kebal hukum,” ucap pengikut Setainov dengan sangat bangga. Gara-gara ucapannya itu ia dihadiahkan sepeti emas oleh Setainov. Dan bebas memilih salah satu dari sekian banyaknya dayang-dayang yang hadir di pesta itu untuk ia kangkangi.

Rakyat seolah-olah tidak bisa menerima KPKPK yang notabene badan kerajaan yang tidak diragukan lagi kinerjanya. Bisa takluk dengan kelicikan Setainov dan konco-konconya. Padahal melangkah jauh ke belakang sudah sangat banyak pejabat-pejabat kerajaan yang diberantas kebobrokannya. Mulai dari menteri-mentri kerajaan, anggota APR, hakim tak adil yang menerima suap, hingga kader partai. Semua diberantas oleh KPKPK tanpa tebang pilih. Yang bersalah akan dihukum.

Tapi kenapa KPKPK tidak berdaya melawan kelicikan Setainov? Pertanyaan seperti itulah yang sama-sama dipertanyakan rakyat.

“Rakyat ingin pejabat kerajaan yang jujur dan amanah. Bukan mereka yang hanya bisa menguras kekayaan kerajaan, merampas hak-hak rakyat untuk kepentingan pribadi. Percuma memiliki kerajaan besar, kaya, megah tapi pejabat-pejabatnya bobrok? Mending tak punya kerajaan kalau seperti itu. Harusnya mereka bisa mengayomi rakyat. Bukan mengatas namakan rakyat untuk meraup keuntungan pribadi. Pejabat seperti itu baiknya ditenggelamkan,” orasi salah seorang pemuda bernama Kateng.

Apakah KPKPK menyerah dan membiarkan begitu saja Setainov bebas berkeliaran ke sana ke mari? Tidak sama sekali. KPKPK tidak hanya tinggal diam. Ia terus berupaya untuk membendung Setainov. Demi kepentingan rakyat dan atas nama amanah yang mereka ambang. Tugas tetaplah tugas yang akan tetap dijalankan.

Sebulan setelah hakim menggugurkan status tersangka Setainov. KPKPK melawan. Ia kembali menetapkan Setainov sebagai tersangka untuk kedua kalinya pada kasus yang sama. KPKPK sudah punya banyak bukti yang kuat. Dan Setainov harus menerima ganjarannya.

Setainov dibuat panik. Ia sempat berunding dengan konco-konconya. Mengenai langkah yang harus ia ambil untuk melawan KPKPK. Setainov yang sudah dikenal sebagai manusia kebal hukum harus tetap bisa memperahankan kekebalannya. Walau bagaimana pun caranya.

Berjam-jam lamanya mereka berunding. Setainov tidak bisa menyembunyikan raut wajahnya yang panik penuh ketakutan bahkan ia dibuat tidak tenang. Belum satu pun ada masukan yang ia terima dari konco-konconya. Setelah suasana lengang beberapa saat. Salah seorang pengikut Setainov memberikan saran.

“Sebelum mereka meringkus Tuan. Alangkah lebih baiknya Tuan bersembunyi. Entah ke mana saja. Pokoknya malam ini Tuan harus keluar dari rumah. Saya mendengar kabar sebentar lagi mereka akan datang dan menjemput Tuan.” Masukan itu diterima oleh Setainov. Perundingan berakhir saat hari mulai malam.

Malam itu pun Setainov bersama salah seorang pengikutnya pergi meninggalkan kediamannya entah akan ke mana. KPKPK telat mendatangi kediaman Setainov. Gara-gara kepergian Setainov tanpa jejak sehingga ia dinaikkan statusnya sebagai buronan kerajaan. KPKPK membuat sayembara. Barang siapa yang bisa menangkap Setainov maka akan diberi hadiah yang melimpah ruah. Kateng seorang pemuda kampung yang idealis, kritis dan visioner kepincut untuk mengikuti sayembara itu. Bukan apanya, ia sudah teramat geram dengan kelicikan Setainov.

“Bukan karena iming-iming hadiah sehingga tergerak hatiku untuk ikut dalam sayembara itu. Tapi ini panggilan hati nurani, panggilan jiwa. Sudah lama aku geram dengan ulah Setainov yang licik itu,” ucap Kateng kepada rekan-rekannya.

Pagi masih buta, Kateng mengeluarkan kudanya dari kandang. Saat itu juga ia meninggalkan kampungnya untuk mencari keberadaan Setainov. Ia memacu kudanya memasuki perkampungan-perkampungan. Menelusi hutan belantara. Mengikuti nalurinya yang menjadi kompas untuk menemukan Setainov.

***

Sepandai-pandainya Setainov berkutat dalam persembunyiannya. Lebih pandai lagi Kateng yang bisa mencium keberadaannya. Ya, Kateng menemukan Setainov yang sedang istirahat di salah satu penginapan yang ada di kampung hulu sungai. Kateng menerobos pintu ruangan Setainov. Didapatinya Setainov tengah bercumbu mesra dengan kembang desa. Hanya itu yang bisa dilakukan Setainov untuk menghibur dirinya yang kini tengah menjadi buronan kerajaan.

Setainov di buat panik dengan keberadaan Kateng, sosok pemuda pemberani yang belum pernah ia temui sebelumnya. Setainov menyingkir dari ranjang, buru-buru memakai pakaiannya. Kembang desa yang ia tiduri amat ketakutan melihat keberadaan Kateng. Belum juga ia benar-benar merasakan puncak kenikmatan bersama Setainov. Kateng malah menjadi parasit yang mengganggu aktivitas mereka lakukan.

“Kali ini kau tidak akan bisa lolos Setainov. Menyerahlah! Kau akan diadili. Kerajaan kita adalah kerajaan yang menjunjung tinggi hukum. Tidak ada satu orang pun yang kebal hukum. Camkan itu Setainov licik! Kutangkap kau sekarang juga,” kata Kateng dengan emosi berapi-api. Setainov gemetaran, raut wajahnya penuh ketakutan. Kateng melangkah mendekatinya.

Setainov tidak punya pilihan lagi. Ia melompat keluar jendela. Wajahnya tersungkur ke tanah. Hingga mengembang seperti bakpao. Setainov bangkit kemudian lari terbirit-birit menuju kandang kuda. Dan memacu kudanya hingga kecepatan tinggi. Kateng mengejarnya juga mengendarai kuda. Ia terus memburu Setainov yang memasuki hutan di mana banyak tumbuh pepohonan yang besar menyerupai tiang listrik.

Hari berganti malam. Bintang-bintang berhamburan di langit. Kateng masih mengejar Setainov. Sekarang mereka berada di tengah hutan. Kuda Kateng tampak lelah dan tak kuasa berlari kencang lagi. Sehingga jaraknya dengan Setainov semakin jauh. Saat Kateng ingin memutuskan untuk menghentikan perburuannya pada Setainov. Pertolongan Tuhan datang kepada orang-orang yang berjalan di atas jalan kebenaran.

Tiba-tiba saja kuda yang ditumpangi Setainov kakinya terkilir. Hingga menabrak pohon yang besarnya seperti tiang listrik. Kuda itu tak berdaya lagi. Wajah Setainov semakin mengembang persis bakpao. Kateng pun berhasil menangkap Setainov sang manusia kebal hukum katanya. Kateng membawa Setainov untuk menghadap pada KPKPK. Tertangkapnya Setainov menandakan pudarnya kekebalan (hukum) pada diri Setainov.(**)


MAWAN SASTRA adalah penulis sastra yang berdomisili di Sulbar dan kini produktif menulis cerpen diberbagai media termasuk di media sosial dan blog

REDAKSI

Koran Online TAYANG9.COM - "Menulis Gagasan, Mencatat Peristiwa" Boyang Nol Pitu Berkat Pesona Polewali Sulbar. Email: sureltayang9@gmail.com Gawai: +62 852-5395-5557

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button