MURSYID SYUKRI
-
Wattu Timor di Pamboang: Wajah Pamboang Pura Para’bue
“Bukan sekadar lagu, tetapi arsip ingatan kolektif masyarakat pesisir yang tersimpan dalam nada, bahasa, dan rasa.” DI tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, tidak banyak karya seni yang mampu bertahan sebagai penanda identitas suatu masyarakat. Namun bagi masyarakat Pamboang, lagu “Wattu Timor di Pamboang” karya almarhum H. Mas’ud Abdullah merupakan salah satu karya yang tidak hanya hidup dalam ingatan, tetapi…
Read More » -
Euforia Piala Dunia 2026, Jangan Sesat
PIALA Dunia 2026 tinggal menghitung hari. Di berbagai sudut kampung, lorong, desa, hingga perkotaan, suasana euforianya mulai terasa. Sebagian masyarakat telah mempersiapkan layar lebar dengan infokus yang dipasang di depan rumah atau balai pertemuan lingkungan. Ada pula yang memilih menonton bersama melalui televisi layar besar, sementara generasi muda lebih banyak menyaksikannya melalui telepon pintar di genggaman mereka. Fenomena ini menunjukkan…
Read More » -
Giat Penggerak Literasi Mestinya Literat
MAJENE sejak lama dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan di Provinsi Sulawesi Barat. Julukan sebagai “Kota Pendidikan” bukan sekadar slogan, melainkan lahir dari sejarah panjang perkembangan pendidikan yang telah melahirkan banyak tokoh, akademisi, birokrat, pendidik, dan pemimpin dari tanah Mandar. Oleh karena itu, Majene sesungguhnya memiliki posisi strategis untuk menjadi pilot project pengembangan literasi di Sulawesi Barat. Berbicara tentang literasi,…
Read More » -
Bayang-Bayang Kota Tua, Arsitektur Pemerintahan Belanda
MAJENE hari ini dikenal sebagai kota yang tenang di pesisir barat Sulawesi. Namun di balik ketenangan itu, tersimpan jejak sejarah panjang yang menjadikannya sebagai salah satu pusat pemerintahan kolonial terpenting di kawasan Mandar. Julukan “Kota Tua” yang melekat pada Majene bukanlah sekadar ungkapan romantisme sejarah, melainkan refleksi dari peran strategisnya sebagai pusat administrasi pemerintahan kolonial Belanda pada awal abad ke-20.…
Read More » -
Hari Lahirnya Pancasila: Bukan Sekadar Diperingati, Tetapi Dilahirkan Kembali dalam Kehidupan
KEMARIN sore saya teringat sebuah percakapan sederhana bersama anak laki-laki saya, Made Ali Maulana M. Dengan wajah polos ia berkata, “Besok saya tidak ke sekolah.” Saya pun menjawab, “Kenapa besok tidak pergi sekolah? Bukankah besok hari Senin?” Dengan penuh keyakinan ia langsung menyahut, “Besok libur…, tanggal merah…!” Karena merasa kurang percaya, saya segera memeriksa kalender. Ternyata benar, Senin tanggal 1…
Read More » -
Membaca Adalah Ibadah Terbesar
KETIKA Allah SWT pertama kali menurunkan wahyu kepada Nabi Besar Muhammad SAW di Gua Hira, perintah yang datang bukanlah membangun kerajaan, mengumpulkan harta, ataupun menguasai dunia. Wahyu pertama yang turun justru diawali dengan satu kata yang sangat sederhana namun memiliki makna yang luar biasa besar, yaitu “Iqra'” (Bacalah). Perintah ini tercantum dalam Surah Al-‘Alaq ayat 1: “Iqra’ bismi rabbikalladzi khalaq”…
Read More » -
Inggae Massikola Adza’
DI tengah arus perubahan zaman yang begitu cepat, masyarakat sering kali memahami adat hanya sebagai simbol kebangsawanan, gelar keturunan, atau struktur kepemimpinan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Padahal, jika kita menelusuri makna adat yang sesungguhnya menurut pandangan para tetua Mandar, adat bukanlah jabatan, bukan pula sekadar garis keturunan. Adat adalah seperangkat nilai yang hidup dalam pikiran, sikap, perilaku, dan…
Read More » -
Hardi Jamal
SORE itu langit Tinambung mulai meredup. Angin dari arah laut perlahan masuk melalui sela-sela pepohonan yang tumbuh di sekitar kawasan Buttu Cipping. Hari telah berada di penghujung kegiatan Workshop Talenta Bahasa dan Sastra yang dilaksanakan sejak Kamis 22 Mei hingga Jumat 23 Mei 2026. Aktivitas peserta mulai berkurang. Sebagian telah beristirahat, sebagian lagi sibuk bersiap untuk acara penutupan. Di Bawah…
Read More » -
Antara Kemampuan dan Keikhlasan
PERJALANAN ziarah makam sering kali bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan batin yang menghadirkan renungan panjang tentang hidup, kematian, ibadah, dan nilai pengorbanan. Setelah menziarahi pusara Ayah dan Ibu di Pekuburan Islam Panrita di Pamboang, lalu melanjutkan perjalanan ke makam To Salama’ Syekh Abdul Mannan di Salabose, hati terasa dipenuhi rasa haru. Makam Ibu dan Bapak terpisah jarak Antara…
Read More » -
Takbiran Tak Menggetarkan Hati
SORE menjelang malam Idul Adha sering menghadirkan suasana yang berbeda di dalam hati manusia. Di langit terdengar gema takbir, di masjid orang-orang mulai berkumpul, sementara di tanah suci jutaan jamaah haji sedang berdiri di Padang Arafah. Namun di tengah ramainya suara takbir, ada satu keadaan yang diam-diam mengusik jiwa manusia, yaitu ketika “takbiran tidak lagi menggetarkan hati”. Suara takbir terdengar…
Read More » -
Sehat Raga, Jiwa Egois
SETIAP Minggu pagi, kawasan Stadion Prasamya berubah menjadi ruang hidup masyarakat. Orang-orang datang dari berbagai wilayah di Majene hingga daerah Tinambung untuk berjalan kaki, berlari kecil, senam, bercengkerama bersama keluarga, hingga menikmati jajanan kuliner dari pelaku UMKM. Aktivitas itu dikenal dengan istilah CFD atau Car Free Day hari dimana ruang jalan seharusnya dikembalikan kepada manusia, bukan kepada kendaraan. Pemandangan ini…
Read More » -
Apa Itu Hari Buku Untuk Generasi?
APA sebenarnya makna Hari Buku bagi generasi hari ini? Apakah ia hanya sebatas tanggal peringatan di kalender, ucapan seremonial di media sosial, atau sekadar pajangan foto buku yang diunggah lalu dilupakan? Ataukah Hari Buku seharusnya menjadi momentum besar untuk membangunkan kembali kesadaran berpikir sebuah bangsa? Melihat kondisi hari ini, kita hidup di tengah zaman yang penuh ironi. Teknologi berkembang begitu…
Read More »
- 1
- 2