MURSYID SYUKRI

MURSYID SYUKRI

Aktif dalam pergerakan seni budaya Mandar dan serius menghibahkan waktunya sebagai Ketua Sekolah Adat Adolang Pamboang
  • KOLOM

    Ketika Dunia Mengajarkan Pergi, Siapa Mengajarkan Pulang?

    PADA penghujung sebuah kegiatan Workshop Bahasa dan Sastra di Taman Budaya dan Museum UPT Taman Budaya di Buttu Cipping, di hadapan peserta, pemateri M. Syariat Tajuddin membacakan sebuah Kisah Cerita yang ditulis sendiri olehnya. Sebuah kisah sederhana, namun mengguncang batin saya yang mendengarnya dari kejauhan. Ia membacakan cerita tentang seorang tua bernama Puayi Kaco. Bukan tokoh besar. Bukan bangsawan. Bukan…

    Read More »
  • KOLOM

    Bustan Basir Maras: Asal Sehat Jiwa Raga, Faham, Bisa dan Mengerti Baca Tulis, Menulislah!

    UNGKAPAN “Asal sehat jiwa raga, faham, bisa dan mengerti baca tulis, menulislah” merupakan sebuah seruan intelektual dan kebudayaan yang sangat mendalam maknanya. Kalimat ini bukan sekadar ajakan untuk menulis, tetapi juga sebuah panggilan moral kepada generasi muda agar mencatatkan jejak kehidupan, budaya, bahasa, dan peradaban masyarakatnya sendiri. Dalam konteks Tanah Mandar, ungkapan ini menjadi sangat penting karena Mandar memiliki kekayaan…

    Read More »
  • KOLOM

    Tuttu’ Rawana dan Rampak Dzikir

    TUTTU’ rawana dalam masyarakat Mandar bukan sekadar bunyi pukulan rebana, melainkan jejak panjang peradaban spiritual yang hidup dalam tradisi lisan masyarakat pesisir Sulawesi Barat. Dalam bahasa Mandar, tuttu berarti pukulan atau rempakan, sedangkan rawana adalah sebutan lokal untuk rebana. Akan tetapi, Rawana dalam kebudayaan Mandar memiliki ciri yang berbeda dengan rebana pada umumnya. Ukurannya lebih besar, berdiameter sekitar 60 hingga…

    Read More »
Back to top button