BERITASTRAIGHT NEWS

Lentera Perempuan Mandar-Pemprov Sulbar Bakal Gelar Dialog Publik

TAYANG9-Sebagai bahagian dari upaya meletakkan perempuan yang mampu terlibat aktif dalam mengakselerasi pembangunan yang berperspektifkan budaya Mandar, maka Lentera Perempuan Mandar bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat bakal menggelar dialog publik bertema ‘Potret Perempuan Mandar Dalam Aspek Tinjauan Pembangunan Berkelanjutan/ SDGs’.

Retno Dwi Utama, Koordinator Gender Working Group sekaligus motor penggerak Lentera Perempuan Mandar kepada media ini mengatakan, kegiatan selain dimaksudkan untuk menggerakkan perempuan Mandar-Sulbar juga dimaksudkan kembali memassifkan gerakan kesetaraan yang berbasiskan budaya Mandar.

“Yang jelas kegiatan ini, kami maksudkan sebagai upaya membangun kembali kesadaran atas pentingnya kesetaraan yang mengedepankan budaya Mandar,” ujarnya, Ahad, 06 Mei 2018 di Majene.

Dikataknnya, Lentera Perempuan Mandar dilahirkan sebagai bagian dari upaya sadar bersama untuk menggairahkan kepedulian bersama semua unsur disemua level terkait perempuan.

“Yang jelas Lentera Perempuan Mandar kami bentuk atas dasar kepedulian terhadap perempuan. Artinya bagaimana forum bersama ini melahirkan kesedaran bersama kita untuk sama meningkatkan peran-peran kesetaraan yang tentu saja mengedepankan budaya adat Mandar. Bagaimana menjadikan the Mandar women’s driving change,” tutur Retno.

Dalam acara dialog publik yang akan digelar di Ruang Pola Kantor Bupati Majene pada Selasa 08 Mei 2018, pukul 08.00 wita hingga selesai itu akan menghadirkan sejumlah pembicara.

Mulai dari Sylivana Maria Apituley staf ahli kedeputian V kantor staf kepresidenan, Hj. Enni Anggraeni Anwar Wakil Gubernur Sulbar, Sonya Helen Sinombor Media Kompas Jakarta, Agusnia Hasan Sulur Direktur Akper YPP Wonomulyo Polman dan Retni Dwi Utama koordinator working group bersama M. Syariat Tajuddin yang akan berbicara dalam perspektif sosial budaya.

“Nah bersama sejumlah pembicara itu, kita secara khusus akan membincang beragam topik mulai dari penguatan kapasitas perempuan, kebijakan berperspektif gender, penguatan kerja kolaboratif di akar rumput, pengarus utama gender, penghausan pernikahan dini, penguatan kapasitas perempuan dalam usaha ekonomi, terwujudnya musrembang perempuan dan dihentikannya kekerasan pada perempuan dan anak,” urai Retno.

Retno juga menjelaskan acara yang dihelat tersebut juga akan dihadiri sejumlah peserta, mulai dari aktivis perempuan, mahasiswa, unsur pers, pemerintah dan berbagai pihak yang memiliki kepentigan terhadap tema yang akan dibicara.

“Kita akan hadirkan pula sejumlah peserta dan karena ini acara bersifat terbuka untuk semua pihak, maka kami harapkan bisa ramai dan dihadiri oleh para pihak yang memiliki kepentingan langsung terhadap tema yang akan kita bicara. Intinya bagi kami acara ini amat penting, mengingat perempuan adalah ihwal yang tidak bisa dinafikan dalam segenap derak langkah pembangunan,” kunci Retno.(**)

REDAKSI

Koran Online TAYANG9.COM - "Menulis Gagasan, Mencatat Peristiwa" Boyang Nol Pitu Berkat Pesona Polewali Sulbar. Email: sureltayang9@gmail.com Gawai: +62 852-5395-5557

Related Articles

One Comment

  1. Trimakasih Redaksi tayang9.com Semoga selalu mnjadi media yang mengedepankan berita -berita bermanfaat bagi masyarakat Sulbar, khususnya bagi Perempuan dan masyarakat terpinggirkan yg juga bagian Dari tanah Mandar Malaqbi yg tdk Boleh di anggap Remaja2…
    Semoga ke depannya bisa mnjadi Mitra Lentera Perempuan Mandar yang saling bersinergi dlm pembangunan Dan kepedulian pd Perempuan Dan AnAK.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button