Selasa , Agustus 4 2020
Home / BERITA / SDK : Kita Akan Buat Pelabuhan Ikan Representatif di Sulbar
SDK bersama para peserta diacara safari gemarikan. (Foto : Naf)

SDK : Kita Akan Buat Pelabuhan Ikan Representatif di Sulbar

Mamuju -Tayang9 – Anggota Komisi IV DPR-RI, Suhardi Duka (SDK), mengatakan bahwa potensi perikanan di sepanjang laut Sulawesi Barat sangatlah besar.

Menurut SDK, potensi perikanan di wilayah Provinsi Sulawesi Barat, mencapai 500 Ribu ton perbulan.Dari potensi tersebut, nelayan baru dapat memanfaatkan sekitar 50 an saja.

“Ketiadaan pelabuhan perikanan yang representatif, jadi salah satu penyebabnya,” ucap SDK, dalam acara safari Gemarikan bersama Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, di Sumare, Mamuju, Rabu,08/01/19.

Selain itu, ia juga menambahkan, secara geografis, perairan Sulawesi Barat merupakan ‘rumah’ yang ramah bagi migrasi berbagai jenis ikan bernilai ekonomi tinggi, sehingga sayang bila potensi tersebut tak bisa dimanfaatkan nelayan hanya karena keterbatasan sarana dan prasarana.

“Kita akan buat di Sulbar ini satu pelabuhan ikan yang representatif. Yang bisa sandar kapal mulai dari yang 3 Ton sampai dengan 30 Ton, bahkan lebih dari itu. Kita lengkapi sarananya, lengkapi dengan pendingin, cool storage, SPBN, kita lengkapi pabrik esnya, kiosnya untuk kebutuhan para nelayan, dan lain sebagainya. Kita bahkan layani sistem perdagangannya di dalam. Nanti saya bersama dengan KKP untuk merencanakan itu dan akan kita masukkan di sini,” ungkapnya.

Mantan bupati Kabupaten Mamuju dua periode itu, juga menjelaskan, lantaran belum lengkapnya sarana dan prasarana penunjang dalam memanfaatkan potensi perikanan di Sulawesi Barat membuat nelayan harus membawa hasil tangkapannya ke daerah lain, sehingga kondisi tersebut membuat daerah merugi.

“Daerah lain makin kaya, kita di sini tambah miskin,” jelasnya.

Politisi Partai Demokrat itu, juga menuturkan bahwa ia siap untuk mewakafkan dirinya dalam hal mengambil peran dalam posisinya sebagai anggota komisi IV DPR-RI dalam memfasilitasi kepentingan sektor kelautan dan perikanan di Sulawesi Barat.

“Dengan hadirnya saya di Komisi IV dan Banggar, punya kesempatan yang besar untuk bisa memfasilitasi masyarakat nelayan kita. KKP baik di pusat, provinsi dan kabupaten saya kira punya visi yang sama. Membantu para nelayan agar bisa meningkatkan produktivitasnya. Bisa meningkatkan kesejahteraan bagi mereka,” tutupnya.

Sementara itu, di tempat yang sama Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan provinsi Sulawesi Barat, Syamsul Ma’rif, mengakui bahwa keterbatasan sarana dan prasanan penunjang sektor kelautan dan perikanan di Sulawesi Barat. Pelabuhan nusantara yang ada di Palipi, Kabupaten Majene, kondisinya pun masih sangat memprihatinkan.

“Jujur saya mengatakan, bahwa untuk saat ini kondisi kita masih sangat memprihatinkan, utamanya kondisi pelabuhan perikanan kita yang di Palipi yang belum cukup representatif. Mulai tahun ini, kita akan membuat proposal ke pusat dan mengajukan beberapa titik pelabuhan perikanan yang pusatnya di Palipi. Kemudian ada juga kita ajukan di sini (Mamuju). Kita juga akan mencoba membangun pelabuhan perikanan terpadu yang rencananya akan di akan dibangun di Belang-Belang sana,” beber Syamsul Ma’rif yang ditemui usai kegiatan.

Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan jika pihaknya kini telah menuntaskan draft proposal yang memuat berbagai program yang ia semogakan bisa ‘gol’ di Kementerian Kelautan dan Perikanan. Ia pun mengaku bersyukur, Suhardi Duka yang anggota DPR-RI dari Dapil Sulawesi Barat duduk di Komisi IV, mitra Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Tetap akan dikoordinasikan dengan perwakilan kita di DPR-RI. Dinas ini hanya akan berkewajiban untuk membuat proposal lengkap dengan kelengkapan – kelengkapannya. Nanti melalui tangan Beliau di Komisi IV yang akan mencoba menggolkan ke Kementerian,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Safari Gemarikan bersama Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan, Kementerian Kelautan dan Perikanan hari itu turut dihadiri Direktur Pemasaran Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Machmud. Hadir pula Wakajati Sulawesi Barat, Yulianto, perwakilan Polda Sulawesi Barat, perwakilan Korem 142/Tatag, perwakikan Lanal Mamuju, serta dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Barat. (Naf/FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Program Pamsimas Polman Wajib Menjaga Ketersediaan Sumber Air bagi Masyarakat

POLMAN, TAYANG9 – Bertempat di ruang pola kantor bupati Polewali Mandar, senin (07/07/2020) lalu. Dilaksanakan …

Ikuti Protokol Covid, Fisip Unasman Gelar Yudisium

POLMAN, TAYANG9 – Ditengah pandemik virus Corona atau Covid-19 Fakultas Ilmu-ilmu Sosial dan Pemerintahan (Fisip) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]