Tuesday , June 25 2019
Home / BERITA / Objek Wisata di Majene Dijaga Puluhan Personil Kepolisian
Foto personil Kepolisian dari Polres Kabupaten Majene, yang disiagakan di salah satu objek wisata di Majene.

Objek Wisata di Majene Dijaga Puluhan Personil Kepolisian

Mamuju – Tayang9 – Dalam rangka memaksimalkan pelayanan dan memberikan rasa aman pada masyarakat, khsususnya di momentum liburan hari raya Idul Fitri, Kepolisian Resort Kabupaten Majene, dipastikan telah menerjungkan puluhan personilnya dibeberapa tempat wisata yang ramai dikunjungi oleh wisatawan, Kamis, 06/06/19.

Kabid Humas Polda Provinsi Sulawesi Barat AKBP Mashura mengatakan, adapun beberapa tempat wisata yang menjadi titik fokus utama adalah Pantai Dato, Pantai Barane dan Pantai Munu, guna mengantisipasi terulangnya kejadian pengunjung yang tenggelam saat berenang didaerah tersebut.

“Selain Polri, Basarnar juga di standbykan dilokasi tersebut. Untuk membantu tugas kepolisian dalam menjaga keamanan pada pengunjung pantai,” ucap AKBP Mashura.

Selain itu ia juga menambahkan, agenda tersebut dilakukan semata-mata untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para wisatawan, khsususnya diwilayah Kota Pendidikan itu.

“Kegiatan ini dilakukan, untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat yang sedang melaksanakan liburan, di beberapa tempat wisata yang berada di Kabupaten Majene,” tutupnya. (*/FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Bawaslu Polman Gelar Raker Penyusunan Laporan Keuangan

TAYANG9-Penyelenggara pengawasan perlu membangun komitmen dalam bekerja, utamanya terkait semua tahapan Pileg dan Pilpres yang …

Soal Pergantian GTT di Mamuju, Kadisdikpora : Kita Mau yang Disiplin

Mamuju – Tayang9 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju, melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]