Kamis , Juni 4 2020
Home / BERITA / Wiranto Ditikam, MUI Sulbar : Itu Tidak Dibenarkan Dalam Islam
Abdul Mannan Musa.

Wiranto Ditikam, MUI Sulbar : Itu Tidak Dibenarkan Dalam Islam

Mamuju – Tayang9 – Menanggapi peristiwa penikaman terhadap Menkopolhukam Wiranto, yang terjadi beberapa waktu lalu, menuai komentar dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Barat.

Salah seorang unsur Ketua MUI Sulawesi Barat Drs. H. Abdul Mannan Musa mengatakan, penyerangan pada Wiranto tersebut, dalam sangat tidak dibenarkan dalam prinsip ajaran Islam.

“Apalagi Pak Wiranto itu, adalah seorang pejabat atau pemimpin yang harus kita taati. Jadi penyerangan itu tidak beralasan, itu namanya main hakim sendiri, itu tidak dibenarkan dalam Islam. Kalau ada permasalahan, silahkan diselesaikan melalui hukum atau aturan yang ada, jangan diselesaikan dengan kekerasan yang membabi buta,” ucap Abdul Mannan Musa, Jum’at,10/10/19.

Selain itu juga menambahkan, bahwa secara internal kelembagaan MUI Sulawesi Barat, mengecam tindakan tersebut, dan ia juga meminta pada aparat kepolisian agar menyelesaikan masalah tersebut sesuai aturan hukum.

“Maka kami, dari MUI Provinsi Sulbar mengecam tindakan brutal seperti itu, dan diminta kepada aparat yang berwewenang, menyelesaikan persoalan itu sesuai hukum yang berlaku,” tutupnya.(*/FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Pelayanan RSUD Majene Dianggap Tidak Maksimal, Nyawa Seorang Warga Somba Tidak Tertolong

MAJENE, TAYANG9 – Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Majene kembali menjadi sorotan. Setelah dianggap …

Peduli Kaum Perempuan Terdampak Covid 19, Lentera Perempuan Mandar Beri Bantuan

Polman, Tayang9 – Akibat pandemi Korona atau COVID-19 yang terus mewabah, kondisi ini terus mengundang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]