Friday , February 28 2020
Home / BERITA / Kasus Dugaan Ujaran Kebencian Mantan Anggota DPRD Pasangkayu Didalami Polisi
Mantan Anggota DPRD Kabupaten Pasangkayu Ikram Ibrahim.(Foto : Net)

Kasus Dugaan Ujaran Kebencian Mantan Anggota DPRD Pasangkayu Didalami Polisi

Mamuju – Tayang9 – Kasat Reskrim Polres Kabupaten Pasangkayu AKP. Roejito mengatakan, bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti kasus dugaan ujaran kebencian yang dilakukan oleh Ikram Ibrahim melalui akun Facebook (FB) nya, yang sehari  sebelumnya telah dilaporkan oleh Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP).Ansor Pasangkayu.

“Untuk laporan sudah kami terima, dan segera kami tindak lanjuti,” ucap AKP. Roejito, kepada Tayang9.com, Kamis,12/09/19.

Selain itu ia juga menambahkan, bahwa terkait kasus dugaan yang menyeret nama mantan anggota DPRD Kabupaten Pasangkayu itu, saat ini telah memasuki tahapan pendalaman, guna penetapan pasal yang dilanggar. sehingga pihaknya akan melakukan gelar perkara bersama dengan Kapolres.

“Untuk itu kami harus gelarkan dulu dengan Bapak Kapolres, Saat ini kami masih dalami untuk penerapan unsur – unsur pasalnya,” katanya.

Lebih lanjut ia menuturkan, adapun keberlanjutan atau perkembangan dari kasus dugaan ujaran kebencian, yang dilaporkan langsung oleh Ketua Cabang GP.Ansor Kabupaten Pasangkayu Abdul Hakim, selanjutnya akan kembali diinformasikan.

“Nanti kami infokan lebih lanjut perkembangan kasusnya,” tutupnya.(FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Hari Ini, Aksi Solidaritas Atas Insiden Penganiayaan Warga Polman di Papua Akan Digelar

POLMAN, TAYANG9 — Rencananya ratusan masyarakat dari berbagai elemen yang tergabung dalam Aksi solidaritas dan …

KNPI Polman Minta Kapolri Tuntaskan Kasus Penganiayaan Warga Polman di Papua

POLMAN, TAYANG9 –  Ketua DPD (Dewan Pengurus Daerah) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Polewali …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]