Friday , September 20 2019
Home / BERITA / Kasus Dugaan Ujaran Kebencian Mantan Anggota DPRD Pasangkayu Didalami Polisi
Mantan Anggota DPRD Kabupaten Pasangkayu Ikram Ibrahim.(Foto : Net)

Kasus Dugaan Ujaran Kebencian Mantan Anggota DPRD Pasangkayu Didalami Polisi

Mamuju – Tayang9 – Kasat Reskrim Polres Kabupaten Pasangkayu AKP. Roejito mengatakan, bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti kasus dugaan ujaran kebencian yang dilakukan oleh Ikram Ibrahim melalui akun Facebook (FB) nya, yang sehari  sebelumnya telah dilaporkan oleh Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP).Ansor Pasangkayu.

“Untuk laporan sudah kami terima, dan segera kami tindak lanjuti,” ucap AKP. Roejito, kepada Tayang9.com, Kamis,12/09/19.

Selain itu ia juga menambahkan, bahwa terkait kasus dugaan yang menyeret nama mantan anggota DPRD Kabupaten Pasangkayu itu, saat ini telah memasuki tahapan pendalaman, guna penetapan pasal yang dilanggar. sehingga pihaknya akan melakukan gelar perkara bersama dengan Kapolres.

“Untuk itu kami harus gelarkan dulu dengan Bapak Kapolres, Saat ini kami masih dalami untuk penerapan unsur – unsur pasalnya,” katanya.

Lebih lanjut ia menuturkan, adapun keberlanjutan atau perkembangan dari kasus dugaan ujaran kebencian, yang dilaporkan langsung oleh Ketua Cabang GP.Ansor Kabupaten Pasangkayu Abdul Hakim, selanjutnya akan kembali diinformasikan.

“Nanti kami infokan lebih lanjut perkembangan kasusnya,” tutupnya.(FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Cara KPU Mamuju Berterimakasih ke Pemilih

Mamuju – Tayang9 – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mamuju menggelar kegiatan evaluasi pasilitasi kampanye …

Tiga Komisioner KPID Sulbar Mengikuti Sekolah P3SPS

Mamuju – Tayang9 – Sebanyak 35 orang peserta dari Lembaga Penyiaran, akademisi dan Komisioner KPID, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]