BERITASTRAIGHT NEWS

Disbudporparekraf Polman Fasilitasi Diskusi Hasil Penilaian Usulan WBTb

Dalif Palippoi: Penetapan Ruang Museum Polewali Mandar juga Penting Disegerakan

POLMAN, TAYANG9 – Komitmen Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar (Polman) bersama para seniman dan budayawan dalam menjaga kelestarian budaya lokal terus dibuktikan secara nyata. Hal ini terlihat dari jalannya diskusi krusial yang digelar di Kantor Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudporparekraf) Polman pada Kamis 25 Juni 2026.

Pertemuan yang berlangsung hangat namun tetap serius ini dimaksudkan untuk membahas hasil penilaian usulan Warisan Budaya Takbenda (WBTb). Diskusi dipimpin langsung oleh Kepala Disbudporparekraf Polman, Andi A. Rajab Patajangi, didampingi Sekretaris Dinas, Surahman, serta Kepala Bidang Kebudayaan, Marendeng.

Tak hanya dari internal dinas, agenda ini juga menghadirkan para tokoh dan tim ahli kebudayaan yang dinilai memahami seluk-beluk tradisi lokal. Tokoh-tokoh yang hadir di antaranya H. Ahmad Asdy, H. Muhlis Hannan, Adil Tambono, Abdul Muttalib, Sahabuddin Mahganna, Asad Sattari, Dalif Palippoi hingga Nurhalizah, yang bersama-sama menyatukan ide demi pelestarian budaya daerah.

Dalam arahannya, Andi A. Rajab Patajangi mengingatkan bahwa pengusulan WBTB bukan sekadar pemenuhan urusan administrasi atau pengisian formulir di atas kertas. Lebih dari itu, langkah ini merupakan upaya nyata agar identitas budaya Polman tidak hilang ditelan zaman.

“Kita harus memastikan semua dokumen pendukungnya kuat. Mulai dari sejarahnya, siapa maestronya, sampai dokumentasi fisiknya harus valid. Tujuannya agar saat dinilai di tingkat nasional, usulan kita dapat lolos,” ujar Andi A. Rajab.

Sementara itu, Kabid Kebudayaan, Marendeng, turut memaparkan beberapa poin hasil evaluasi dari tim penilai. Menurutnya, masih terdapat beberapa catatan yang perlu segera disempurnakan. Di sinilah peran penting para ahli seperti H. Ahmad Asdy, H. Muhlis Hannan, Abdul Muttalib dan Sahabuddin Mahganna untuk memperkuat narasi sejarah dari warisan budaya yang tengah diusulkan.

Sepanjang acara, diskusi berlangsung dinamis. Berbagai masukan strategis mengemuka dari Asad Sattari, Adil Tambono, Dalif Palippoi dan Nurhalizah yang berfokus pada langkah penyelamatan objek budaya yang posisinya sudah mulai langka di tengah masyarakat.

Melalui pertemuan ini, Disbudporparekraf Polman sepakat untuk bergerak cepat merapikan berkas usulan sesuai rekomendasi tim penilai. Harapannya, kekayaan budaya asli Polewali Mandar dapat segera mendapat pengakuan di tingkat nasional dan menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat.

Salah satu rekomendasi yang mengemuka adalah, pembentukan tim percepatan yang kepadanya diserahi mandar untuk menjadi penanggung jawab atas lima usulan yang menjadi prioritas, yakni Bahasa Mandar, Pelattigian, Parrawana Towaine dan Koa-koayang.

Museum Polewali Mandar

Dalam diskusi yang berlangsung guyub itu, juga mengemuka sejumlah harapan dari para seniman dan budayawan untuk segera menentukan tempat museum Polewali Mandar, sebagai ruang display karya seni budaya dan sejarah Polewali Mandar.

Sahabuddin Mahganna sebagaimana diamini Dalif Palippoi sama berharap Pemkab Polman membantu untuk  percepatan fasilitasi penetapan ruang museum Polewali Mandar.

“Saya kira ini sangat penting dan mendesak untuk disegerakan, mengingat ruang museum itu sejurus dengan visi budaya kabupaten dan akan menjadi laboratorium para pelajar dan mahasiswa untuk belajar dan membaca sosial budaya serta sejarah Polewali Mandar khususnya dan Mandar umumnya,” ujar Dalif Palippoi seirama dengan tuturan Sahbuddin Mahganna.

Dalam diskusi itu, juga disimpulkan penting upaya percepatan yang salah satu bentuknya adalah melakukan audiensi strategis dengan Pemkab dan DPRD Kabupaten Polewali Mandar.

“Melihat tingkat kemendesakannya, maka penting kita segera melakukan upaya konkritnya, salah satunya adalah melakukan audiensi dengan berbagai pihak yang kompeten terkait dengan arah kebijakan penentuan dan penetapan ruang mesium ini,” beber Nurhalizah akademisi sekaligus penggiat seni budaya Mandar yang juga disahuti Asad Sattari.

REDAKSI

Koran Online TAYANG9.COM - "Menulis Gagasan, Mencatat Peristiwa" Boyang Nol Pitu Berkat Pesona Polewali Sulbar. Email: sureltayang9@gmail.com Gawai: +62 852-5395-5557

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: