FEATURE

FEATURE

Lero, Peradaban Islam Mandar di Lasinrang

Lero, Peradaban Islam Mandar di Lasinrang

SUDAH sekian tahun diliputi rasa penasaran, akhirnya penulis bisa menjejakkan kaki pertama kali di Desa Lero di Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan. Seminggu yang lalu tepatnya. Kampung Mandar di bumi Lasinrang yang mayoritas warganya bekerja sebagai nelayan. Kampung pesisir tersebut punya kemiripan dengan masyarakat pesisir Pambusuang di Polewali Mandar Sulawesi Barat. Sungguh sebuah kesyukuran penulis bisa menapaki Desa Lero.…
Karena Merah Putih adalah Kehormatan

Karena Merah Putih adalah Kehormatan

PANAS tidak begitu memanggang bahkan cenderung bersahabat. Kendati matahari cukup cerah, namun senyum cerah sejumlah warga yang menyemut membuat suasana menjadi terasa indah. Sejumlah mobil terparkir disepanjang bahu jalan sekitar satu kilo. Petugas kepolisian dan aparatur dinas perhubungan sibuk menata lalu lintas agar tak macet oleh kendaraan yang lalu lalang di jalur poros Sulawesi Selatan-Barat, tepatnya  di Rea Timur Kecamatan…
Nusantara Bersholawat PKB Berlangsung Khusyuk

Nusantara Bersholawat PKB Berlangsung Khusyuk

RINAI masih turun pelan. Seakan ikut menembangkan shalawat kecintaan kepada Nabiullah Muhammad Saw. Sejumlah santri Nahdlatul Ulum Sarampu masih sibuk merafal zikir dan menembangkan shalawat. Semua hadirin tampak takdzim dan melarut dalam khusyuknya irama lantunan kecintaan itu. Tidak terbaca sedikitpun dari raut muka hadirin wajah yang gusar oleh gerimis yang kadang menderas. Yang ada deras shalawat kian kencang dilangitkan. Adalah…
Tradisi “Kedukaan” yang Hampir Hilang

Tradisi “Kedukaan” yang Hampir Hilang

SEJAK dahulu tradisi melayat kepada sanak keluarga yang lagi berduka di daerah Kabupaten Mamasa, beberapa daerah masih memiliki tradisi yang unik dan masih dipertahankan. Tentu sikap kebersamaan dan gotong royong mereka selalu menjadi ciri khas. Kebisaan atau tradisi tersebut selalu menjunjung tinggi nilai-nilai adat yang berlaku, sebagai warisan budaya leluhur yang tetap dijaga. Salah satunya adalah sebuah tradisi unik saat…
Mengenal Sosok Iqsam, Calon Presma Unsulbar

Mengenal Sosok Iqsam, Calon Presma Unsulbar

NAMANYA Muhammad Iqsam. Tetapi oleh teman-temannya lebih sering disapa ‘Bang Kumis. Pemuda humoris pula ramah dan supel dalam pergaulan ini adalah lelaki yang lahir, 23 November 1996 silam, dari pasangan Haisa dan Mansur di Somba Sendana. Tatkala teman-temannya sesama alumnus SMA Negeri 1 Sendana lebih banyak memilih megikuti jejak orang tuanya sebagai nelayan, Iqsam yang memang hidup di lingkungan nelayan…
Ziarah Tanah Mandar dan Shalawat Cinta KH. D. Zawawi Imron

Ziarah Tanah Mandar dan Shalawat Cinta KH. D. Zawawi Imron

SEISI majelis bercucuran air mata. Momentum mengharu biru itu terjadi tatkala KH. D. Zawawi Imron mensedekahkan puisinya yang berjudul “IBU”. Puisi tersebut dibacakan di majelis pengajian Islam boyang Kaiyyang Kandeapi Tinambung, di kediaman keluarga besar almarhum panglima puisi Husni Djamaluddin. Seusai Ashar, Ahad 09 Februari 2020. Sajak tentang kepahlawanan seorang ibu, yang dibacakan oleh KH. D. Zawawi Imron, sangat menyentuh…
Lesni yang Berani “Bangunkan” Gus Dur Dengan Puisi

Lesni yang Berani “Bangunkan” Gus Dur Dengan Puisi

PERINGATAN Haul Gus Dur ke 10, Sabtu kemarin, di Sekretariat Gerakan Pemuda Ansor Polewali Mandar, Sulawesi Barat, penulis termasuk orang yang paling datang telat, dan duduk paling di belakang. Duduk dibelakang, suara mereka yang duduk di barisan paling depan agak terdengar kurang kedengaran. Mereka adalah moderator dan pemantik diskusi, yang sejak tadi mengurai sepak terjang Gus Dur dan pemikiran-pemikiran beliau…
Ritual Nelayan Mapposi Lopi

Ritual Nelayan Mapposi Lopi

TRADISI yang masih kental ketika nelayan pertama kali akan menurunkan perahunya ke laut yakni melakukan kegiatan Barzanji atau ma baca-baca. Ritual yang wajib dilakukan para pelaut dengan mengharap keberkahan dan keselamatan. Selanjutnya Mapposi Lopi (pusar) dengan membuat lubang kira-kira sebesar jari kelingking pas berada di posisi tengah lambung kapal. Dan menutupnya dengan menggunakan kayu benalu, kain kafan, dan beberapa helai…
Wattu Timor, La’layang Lake dan Ungkapan Kegembiraan Orang Mandar

Wattu Timor, La’layang Lake dan Ungkapan Kegembiraan Orang Mandar

SIANG jelang sore hari. Sejumlah kendaraan roda empat dan roda dua tampak menurunkan kecepatannya. Di sisi kanan kiri jalan poros penghubung Tinambung menuju perbatasan Majene kerumunan warga tampak menyemut. Seakan tak perduli panas terik matahari yang memanggang. Ada yang tampak sibuk secara beramai-ramai mengangkat la’layang lake (layangan-red) tradisional Mandar-Sulbar dalam ukuran besar. Sedang yang lainnya ada pula sibuk secara bersama-sama…
Balap Taksi Tahunan Ramaikan Persawahan Desa Sidorejo

Balap Taksi Tahunan Ramaikan Persawahan Desa Sidorejo

JANGAN membayangkan taksi yang diperlombakan kali ini adalah jenis taksi mobil sedan atau sejenisnya yang merupakan jasa angkutan warga kota dengan menggunakan sistem argo. Taksi yang diperlombakan di Desa Siderejo kali ini adalah taksi sepeda motor yang termodifikasi dan diperuntukkan sebagai alat angkut gabah dan memiliki kemampuan untuk menelusuri pematang serta medan tanah berlumpur jenis tanah sawah. Lomba balap taksi…
Warga Jawa Sidorejo Gelar Tradisi Bari’an Muharram di Perempatan Lorong

Warga Jawa Sidorejo Gelar Tradisi Bari’an Muharram di Perempatan Lorong

TRADISI bari’an atau ngalap barokah di Bulan Muharram tampaknya telah menjadi tradisi turun temurun warga Jawa yang ada di Desa Sidorejo Kecamatan Wonomulyo Polewali Mandar. Kegiatan yang sama kembali digelar Kamis, 05 September 2019. Karmuji salah satu warga Jawa Wonomulyo kepada media ini mengatakan, tradisi bari’an ini semacam ngalap barokah dan merupakan sebuah tradisi oleh Masyarakat Jawa Sidorejo. “Ini adalah…
Bulan Agustus, Harapan “Polman Jago” di Jalan Poros Lenggo

Bulan Agustus, Harapan “Polman Jago” di Jalan Poros Lenggo

NURJANNAH tentu saja tidak pernah menduga sebelumnya. Derita sakitnyalah kemudian akan menjadi jalan baginya untuk menakar begitu tebalnya nilai kebersamaan dan naluri kepekaan sosial keluarga dan masyarakat disekitar tempat ia tinggal. Tak tanggung-tanggung, pagi itu jarum jam menunjuk angka 08.00 pagi bermodalkan batangan bambu menjadi alat tandu seadanya, perjalanan perih luka sakit yang dideritanya kembali mencari titik celah kesembuhan. Tentu…
Back to top button