Sabtu , Desember 5 2020
Home / BERITA / FEATURE / Bersepeda Seraya Belajar Meraih Berkah Jumat

Bersepeda Seraya Belajar Meraih Berkah Jumat

SAHALAWAT dilantunkan. Sejumlah wirid dan dzikir juga dikumandangkan dalam suara yang pelan. Sejumlah orang tampak duduk setengah lingkaran dengan wajah terpekur merafal wirid, zikir juga shalawatan seakan mencoba mengalahkan suara ketam listrik yang juga tengah mendesis dari luar ruangan kecil yang berkuran kurang lebih 4 x 5 meter itu.

Adalah komunitas jaringan keluarga pesepeda ‘Jaga Pemilu’ Bawaslu Polewali Mandar yang tengah menggelar ritual ziarah di makam Syekh Muhammad Ali Ibnu Ja’far Al Mandary yang terletak di Dara Kecamatan Anreapi Polewali Mandar.

FOTO bersama di pintu masuk lokasi makam Syekh Muhammad Ali Ibnu Ja’far Al Mandary

Dalam acara mengayuh sepeda pancal Jumat, 04 September 2020 pagi tadi itu, selain diikuti sejumlah staf Bawaslu Polewali Mandar, tampak pula dalam rombongan Arham Syah anggota atau pimpinan Bawaslu Polman bersama Saifuddin Ketua Bawaslu Polman yang secara khusus memimpin shalawatan, wirid dan dzikir di makam yang dikunjungi oleh rombongan komunitas ‘Jaga Pemilu’ Bawaslu Polman itu.

Dalam agendanya, selain ziarah ke makam tokoh dan penyiar agama yang dilewati oleh rute kayuhan sepeda pancal mereka, juga diselingi pula dengan pembagian bulletin Bawaslu Polewali Mandar ke sejumlah masjid-masjid yang terlewati sebagaimana kebiasaan setiap mereka bergerak mengayuh sepeda pancalnya.

SINGGAH dan berfoto sebelum membagikan bulletin Bawaslu Polewali Mandar di Masjid Agung Suhada Pekkabata Polewali

“Ini adalah agenda yang kami rumuskan bersama dengan komunitas bentukan Bawaslu Polewali Mandar mengikuti arahan Bawaslu Provinsi Sulawesi Barat dan Bawaslu RI. Semoga di hari jumat yang baik ini kita selain berolah raga juga dapat memperoleh berkah dari perjalanan-perjalanan yang kita lewati. Termasuk perjalanan kelembagaan kami ke depan,” urai Arham Syah.

Dikatakan Arham Syah, sejumlah kegiatan selain penguatan internal kelembagaan seperti diskusi reguler pengawasan internal Bawaslu juga memandang penting untuk merumuskan program sosialisasi yang bisa menyasar langsung ke sejumlah tempat.

“Saya kira ini adalah rangkaian dari sosialisasi yang kami laksanakan, utamanya melalui kehadiran kami di sejumlah tempat-tempat ibadah membagikan bulletin pengawasan layaknya bulletin jumat. Sehingga betul-betul aktivitas gagasan dan segenap kegelisahan serta aktivitas pengawasan yang kami kerjakan kembali dapat tersampaikan ke masyarakat melalui agenda mengayuh sepeda ke sejumlah ruang-ruang publik ini,” urai Arham Syah.

REHAT sejenak dalam perjalanan di area sport center Polewali Mandar

Arham Syah berharap semoga apa yang dilakukan ini menjadi bagian dari sosialisasi yang cukup efektif dalam menyuarakan gagasan dan aktivitas Bawaslu Polman sekaligus dapat bernilai ibadah.

“Semoga setiap kayuhan pedal dan tetes keringat Kami kelak dihitung pahala dan manfaat bagi kesehatan serta kerja-kerja pengawasan kami,” ujarnya.

Dalam acara yang start dan kembali finish di Kantor Bawaslu Polewali Mandar dengan menempuh jarak sekitar delapan kilo itu, juga sesekali berhenti di sejumlah titik pemberhentian untuk merekam suasana kebersamaan mereka seraya saling mencandai. Tentu saja, satu dua diantara mereka tampak ngos-ngosan menarik nafas dan sibuk menyeka keringatnya. [*/]

About MULYADI

Belajar menulis dan kini bergiat disejumlah organisasi keagamaan dan kepemudaan. Alumnus Hukum salah satu perguruan tinggi di Sulawesi Barat.

Check Also

BAN PAUD PNF Sulbar Gelar Pelatihan Kompetensi Asesor

SULBAR, Tayang9 – Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal (BAN …

Ganjika 1 Legalitas Hukum Dunia

KONTROVERSI hukum atas tanaman ganja yang masih belum jelas, dimana negara–negara di dunia ada yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]