Thursday , November 14 2019
Home / SYUMAN SAEHA

SYUMAN SAEHA

Lahir di Campalagian 17 Agustus 1975 Menulis puisi sejak usia 15 tahun. Selain puisi juga menulis cerpen dan naskah lakon. Menekuni dunia teater sejak tahun 1997. Dan sekarang berkecimpung di teater PALATTO. Karya-karyanya yang sudah dibukukan, Interogasi, kumpulan cerpen bersama (2015), Requiem Terakhir, kumpulan puisi bersama (2016) dan antologi puisi tunggalnya, Bayi Langit (2016)

Harga Adat

berjalan semalam suntuk mengusir kantuk ingin segera tiba di bukit itu lewat jalan setapak tak henti aku mengulur tangan untuk berjabat mungkin subuh gigil aku tiba di sana sejenak kupandangi lagi jalan baru saja kulalui tiba di ujung bukit lega menghirup udara sebab tangan teman dapat kugapai sebagai sanak tangan-tangan …

Read More »

Noena Dewi Hardianti

entah bagaimana kita bisa berhadap-hadapan di satu meja perjamuan lilin meredup di atasnya hanya ada satu gelas terisi setengah air putih aku haus, katamu aku juga begitu, kataku sambil memandangi gelas itu entah siapa yang akan minum tak ada mulut benar-benar terbuka yang banyak mulut menganga kata seorang pelayan yang …

Read More »
KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]