BERITASTRAIGHT NEWS

Kabiro SDM: Jabatan Ditentukan Kompetensi, Bukan Kedekatan

Kepala Biro SDM Kemenag RI Muhammad Zain Bahas Manajemen Talenta di UIN Syarif Hidayatullah

Jakarta, Tayang9 — Ke depan, Kementerian Agama akan menerapkan sistem Manajemen Talenta sebagai mekanisme utama dalam promosi dan pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama (Eselon II).

Langkah ini menjadi bagian dari reformasi birokrasi untuk memastikan promosi jabatan berlangsung lebih cepat, objektif, transparan, dan berbasis kompetensi.

Dalam hal ini, Kepala Biro SDM Kementerian Agama, Muhammad Zain menegaskan, sebentar lagi pelaksanaan manajemen talenta akan dimulai. Kemenag telah melakukan ekspose Manajemen Talenta oleh Sekretaris Jenderal Kemenag RI, Prof. Dr. phil. Kamaruddin Amin, MA dan sedang menunggu persetujuan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Dengan sistem yang baru itu, proses pengisian jabatan diharapkan tidak lagi bergantung pada mekanisme yang memerlukan waktu panjang dan biaya besar,” kata Kabiro SDM, Sabtu, (04/07/26).

Yang paling penting menurut Zain adalah komitmen Kementerian Agama menjaga integritas proses dalam proses seleksi. Di bawah kepemimpinan Menteri Agama saat ini Prof. K.H. Nasaruddin Umar, seluruh tahapan pengisian jabatan dilaksanakan secara terbuka dan bebas dari titipan maupun intervensi.

Jabatan tidak ditentukan oleh kedekatan, tetapi oleh kualitas, kompetensi, dan rekam jejak,” sambungnya.

Zain juga mengutip pandangan tokoh manajemen Tanri Abeng, ia menyebut ada tiga rukun pejabat, yakni integritas, kompetensi, dan keterampilan (skill) dalam mengeksekusi kebijakan serta menyelesaikan persoalan di lapangan.

Kombinasi ketiga aspek tersebut menjadi syarat utama untuk melahirkan pemimpin birokrasi yang profesional dan mampu membawa organisasi mencapai kinerja terbaik,” masih Zain.

Lebih lanjut, ia paparkan bahwa selain menjadi bagian dari proses seleksi, asesmen ini uga memberikan manfaat bagi seluruh peserta. Hasil asesmen akan memperkaya profil talenta ASN, menjadi bahan evaluasi untuk mengenali kekuatan dan kelemahan diri, sekaligus membuka ruang pengembangan karier yang lebih terarah.

Menutup arahannya, Zain menyampaikan pesan mengenai karakter kepemimpinan yang dibutuhkan Kementerian Agama. Ia menegaskan bahwa pejabat harus menjadi pemimpin yang “hand on”, yakni hadir, terlibat langsung, dan berani bertanggung jawab ketika organisasi menghadapi tantangan.

Sebaliknya, pemimpin tidak boleh bersikap “hand off”, yakni melepaskan tanggung jawab atau mencari aman ketika muncul persoalan.

Pemimpin yang baik bukan yang pandai menghindari masalah, melainkan yang hadir di garis depan untuk menyelesaikannya bersama tim,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Dr. Nanang Fathurahman, Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan (AUK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Dr. Husni Teja, dan Septian, Kepala Bagian Biro Kepegawaian***

FARHAM RAHMAT

Alumnus Hukum IAI Al-Aqidah Al-Hasyimiyyah Jakarta Timur dan Pascasarjana UIN Alauddin Makassar. selain aktif sebagai blogger juga aktif dalam pengembangan skill bahasa Inggris dan Arab serta serius nyantri di Majelis Sholawat Simpang M. Ketua Zain Office ini juga dipercaya sebagai editor di media katalogika.com, serta tercatat sebagai pemuda pelopor literasi digital Polewali Mandar

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: