Tuesday , July 23 2019
Home / BERITA / Soal Kasus Pasar Campalagian, Kapolda Sulbar : Pelapor Tidak Cukup Bukti
Kapolda Sulbar Brigjen Pol Baharuddin Djafar saat memimpin gelaran press confrence.

Soal Kasus Pasar Campalagian, Kapolda Sulbar : Pelapor Tidak Cukup Bukti

Mamuju – Tayang9 – Kapolda Provinsi Sulawesi Barat Brigjen Pol Baharuddin Djafar, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan penanganan,terhadap kasus dugaan manipulasi kepemilikan pasar Campalagian, di Kabupaten Polewali Mandar.

Menurut Brigjen Pol Baharuddin Djafar, dalam proses penanganannya, Polda Provinsi Sulawesi Barat, telah melakukan beberapa tahapan pemeriksaan, dan bahkan kasus tersebut telah disimpulkan, serta telah dilakukan gelar khusus dan gelar besar.

“Prosesnya sudah kami tangani dan beberapa tahap pemeriksaan sudah dilaksankan bahkan kasus sudah disimpulkan selain itu juga telah dilakukan gelar khusus dan gelar besar,” ucap Brigjen Pol Baharuddin Djafar, saat gelaran press confrence di Aula Mapolda Sulbar, Selasa, 09/07/19.

Selain itu ia juga menambahkan, bahwa dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, adapun kesimpulannya yakni laporan yang diajukan oleh pelapor tersebut, belum memenuhi cukup bukti terkait kebenarannya.

“Kesimpulannya, sebagaimana yang dilaporkan pelapor tidak cukup bukti, dan tidak ada data konkrik bahwa yang dilaporkan itu benar.” tutupnya.

Untuk diketahui,agenda press confrence tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Brigjend Pol Baharuddin Djafar, didampingi oleh Reserse khusus, Reserse Umum dan Reserse Narkoba.(*/FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Icon Baru Mamuju, Upaya Pemkab Mendorong Laju Ekonomi Masyarakat

Mamuju – Tayang9 – Konsen terhadap pengembangan sektor pariwisata, sebagai salah satu prioritas pembangunan yang …

Diduga Pecat Aparatnya Secara Sepihak, 4 Kades di Campalagian Dilaporkan ke Ombudsman

Polewali – Tayang9 – Lembaga Advokasi Masyarakat Desa (LAMDES), secara resmi melaporkan 4 Kepala Desa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]