Perkuat Ekonomi Nelayan dan Perempuan Pesisir Polman, KNTI dan ITBM Gelar FGD Peluang Bisnis Adaptif
Mukhsin: Kolaborasi Lintas Sektor Penting Hadapi Perubahan Iklim

POLMAN, TAYANG9 – Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Polewali Mandar bekerja sama dengan Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Polewali Mandar menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) pada Selasa, 21 Juli 2026.
Kegiatan bertema “Identifikasi Peluang Bisnis yang Inovatif dan Inklusif untuk Penguatan Ekonomi Nelayan dan Perempuan Pesisir yang Terdampak Perubahan Iklim di Kabupaten Polewali Mandar” ini diselenggarakan di Gonda, Desa Laliko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar.
Acara ini menghadirkan 70 peserta yang terdiri dari 20 laki-laki dan 50 perempuan pelaku UMKM sektor perikanan, termasuk nelayan tradisional dan pengusaha olahan hasil laut setempat.
Ketua DPD KNTI Polewali Mandar, Mukhsin, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membantu masyarakat pesisir menghadapi dampak nyata dari perubahan iklim yang memengaruhi mata pencaharian mereka.
“Perubahan iklim bukan lagi isu masa depan, melainkan tantangan nyata yang dihadapi nelayan dan perempuan pesisir setiap hari. Melalui kolaborasi dengan ITBM Polman dan pemerintah daerah, kami ingin memastikan bahwa nelayan tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga mampu mengolah peluang bisnis baru yang lebih adaptif dan bernilai tambah,” ujar Mukhsin di sela-sela kegiatan.
Dikatakannya, program bertujuan untuk mewujudkan dan mengoptimalkan ekosistem masyarakat pesisir di Kabupaten Polewali Mandar yang tangguh dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, sekaligus meningkatkan ketahanan ekonomi nelayan tradisional dan perempuan pesisir.
Upaya dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pemetaan pengaruh perubahan iklim terhadap aktivitas ekonomi lokal, penemuan potensi bisnis yang inovatif dan inklusif. Termasuk penentuan kebutuhan sarana pendukung skala kecil. Serta peningkatan kapasitas sebagai upaya mengatasi berbagai tantangan dalam pengembangan UMKM sektor perikanan.
Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah terwujudnya pemetaan tantangan dan kebutuhan infrastruktur, penetapan potensi peluang bisnis adaptif prioritas, serta rekomendasi awal dalam penyusunan proposal bisnis.
Dalam kegiatan ini, KNTI Polewali Mandar berperan sebagai fasilitator yang menghubungkan pihak akademisi dan instansi pemerintah daerah terkait. Peran ini dijalankan guna menghadirkan solusi konkret dan bantuan nyata bagi masyarakat pesisir dalam menumbuhkan potensi ekonomi lokal.
Sebagai langkah nyata pengoptimalan potensi ekonomi tersebut, agenda kegiatan tidak hanya berhenti pada pelaksanaan FGD semata. Rangkaian pendampingan berkelanjutan akan berlangsung hingga Kamis, 23 Juli 2026. Seluruh pendampingan diakomodasi langsung oleh pengurus KNTI Polewali Mandar dengan pengawasan langsung dari DPP KNTI yang hadir di lokasi acara.



