Friday , February 28 2020
Home / ADVETORIAL / Perkuat MoU, KPID Sulbar dan STAIN Majene Tandatangani MoA
Foto bersama Komisioner KPID Silbar dan jajaran sivitas academika STAIN Majene, usai penadatanganan MoA.

Perkuat MoU, KPID Sulbar dan STAIN Majene Tandatangani MoA

Majene – Tayang9 – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sulawesi Barat, bersama prodi KPI STAIN Kabupaten Majene, menggelar penandatanganan MoA Momerandum of Aggremant (MoA), di Lantai 2 Kampus STAIN Majene, Selasa, 03/09/19.

Agenda tersebut digelar, dalam rangka menindaklanjuti Nota Kesepahaman MoU, antara KPID Sulawesi Barat, dengan STAIN Kabupaten Majene, yang ditandatangani sejak beberapa bulan lalu.

Ketua STAIN Majene,M. Nafis Djuaeni dalam amanahnya mengatakan, bahwa literasi media diperlukan bagi mahasiswa, khususnya di jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), agar dapat menjadi muballiq dan mubalilliqah handal, atau menjadi jurnalis yang berkarakter.

“Literasi media di daerah kita Sulawesi Barat ini sangat dibutuhkan, untuk menambah wawasan para dai atau calon dai serta jurnalis handal. Dimana untuk memulai harus dari pribadi dengan panggilan hati,” ucap Nafis.

Sementara itu Wakil Ketua I STAIN Kabupaten Majene Muliadi, Mengatakan kerjasama dengan KPID Sulbar tersebut, dinilai sebagai langkah awal bagi kami untuk menciptkan prodi favorit di kampus ini.

“Tentu pihak kampus akan melengkapi fasilitas, peningkatan SDM, dan pengadaan sarana prasarana seperti laboratorium komunikasi agar STAIN ini bisa jadi corong literasi media komunikasi di Sulawesi Barat,” kata Muliadi.

Selain itu ia berharap, program studi KPI dapat menjadi prodi favorit di STAIN, tempat mendidik para dai profesional, dan jurnalis yang handal karena mahasiswa komunikasi itu dapat menciptakan lapangan kerja diera digitalisasi saat ini.

“Jangan takut jadi sarjana komunikasi,”pungkasnya.

Ditempat yang sama pula Ketua prodi KPI Fathiyah Jamil, mengatakan Kuliah umum yang digelar tersebut, dikhususkan bagi para mahasiswa komunikasi penyiaran Islam, sebagai salah satu agenda yang tertera dalam kalender akademik yang ditujukan untuk mahasiswa baru.

“Kuliah umum ini terkhusus mahasiswa komunikasi penyiaran islam, adalah salah satu kalender akademik setiap mahasiswa baru. Sedangkan penandatanganan MoA antar KPID Sulbar, dan STAIN Majene ini, bertujuan menciptakan SDM, yang berkualitas dengan membantu KPID, untuk mengawasi aktifitas lembaga penyiaran baik radio dan TV di Sulbar. Salah satu point dari MoA ini adalah bagaimana KPID Sulbar, dapat menfasilitasi mahasiswa khususnya prodi KPI, untuk melakukan praktek perkuliahan dan magang profesi di KPID Sulbar,” jelas Fathiyah Jamil.

Lain halnya yang diasmpaikan oleh Wakil ketua KPID Budiman Imran, yang menegaskan bahwa mahasiswa KPI harus menciptakan SDM yang berkualitas dan berinovasi, baik untuk pribadi dan kampus itu sendiri.

“Kita semua dapat berpartisipasi aktif bersama KPID Sulawesi Barat, mendorong terciptanya iklim siaran yang sehat, pada media televisi dan radio yang ada di Sulawesi Barat,” tutur Budiman.

Untuk diketahui, acara tersebut, juga hadir komisioner KPID Bidang Perizinan Urwa, dan Ketua Jurusan UAD STAIN M. Sadik. (Advetorial KPID Sulbar)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Gabungan Lapas di Sulbar Gelar Media Gathering

POLMAN, TAYANG9 – Sebagai bentuk kerjasama mitra media dan lembaga, beberapa gabungan lembaga pemasyarakatan menggelar …

Bawaslu Polman Respon Hasil Putusan MK, Melalui Sosialisasi Pemilu Partisipatif

POLMAN, TAYANG9 – Putusan Mahkamah Konstitusi terkait Pilpres yang akan digelar serentak dengan Pemilihan DPR dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]