Tuesday , October 15 2019
Home / ADVETORIAL / Perkuat MoU, KPID Sulbar dan STAIN Majene Tandatangani MoA
Foto bersama Komisioner KPID Silbar dan jajaran sivitas academika STAIN Majene, usai penadatanganan MoA.

Perkuat MoU, KPID Sulbar dan STAIN Majene Tandatangani MoA

Majene – Tayang9 – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sulawesi Barat, bersama prodi KPI STAIN Kabupaten Majene, menggelar penandatanganan MoA Momerandum of Aggremant (MoA), di Lantai 2 Kampus STAIN Majene, Selasa, 03/09/19.

Agenda tersebut digelar, dalam rangka menindaklanjuti Nota Kesepahaman MoU, antara KPID Sulawesi Barat, dengan STAIN Kabupaten Majene, yang ditandatangani sejak beberapa bulan lalu.

Ketua STAIN Majene,M. Nafis Djuaeni dalam amanahnya mengatakan, bahwa literasi media diperlukan bagi mahasiswa, khususnya di jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), agar dapat menjadi muballiq dan mubalilliqah handal, atau menjadi jurnalis yang berkarakter.

“Literasi media di daerah kita Sulawesi Barat ini sangat dibutuhkan, untuk menambah wawasan para dai atau calon dai serta jurnalis handal. Dimana untuk memulai harus dari pribadi dengan panggilan hati,” ucap Nafis.

Sementara itu Wakil Ketua I STAIN Kabupaten Majene Muliadi, Mengatakan kerjasama dengan KPID Sulbar tersebut, dinilai sebagai langkah awal bagi kami untuk menciptkan prodi favorit di kampus ini.

“Tentu pihak kampus akan melengkapi fasilitas, peningkatan SDM, dan pengadaan sarana prasarana seperti laboratorium komunikasi agar STAIN ini bisa jadi corong literasi media komunikasi di Sulawesi Barat,” kata Muliadi.

Selain itu ia berharap, program studi KPI dapat menjadi prodi favorit di STAIN, tempat mendidik para dai profesional, dan jurnalis yang handal karena mahasiswa komunikasi itu dapat menciptakan lapangan kerja diera digitalisasi saat ini.

“Jangan takut jadi sarjana komunikasi,”pungkasnya.

Ditempat yang sama pula Ketua prodi KPI Fathiyah Jamil, mengatakan Kuliah umum yang digelar tersebut, dikhususkan bagi para mahasiswa komunikasi penyiaran Islam, sebagai salah satu agenda yang tertera dalam kalender akademik yang ditujukan untuk mahasiswa baru.

“Kuliah umum ini terkhusus mahasiswa komunikasi penyiaran islam, adalah salah satu kalender akademik setiap mahasiswa baru. Sedangkan penandatanganan MoA antar KPID Sulbar, dan STAIN Majene ini, bertujuan menciptakan SDM, yang berkualitas dengan membantu KPID, untuk mengawasi aktifitas lembaga penyiaran baik radio dan TV di Sulbar. Salah satu point dari MoA ini adalah bagaimana KPID Sulbar, dapat menfasilitasi mahasiswa khususnya prodi KPI, untuk melakukan praktek perkuliahan dan magang profesi di KPID Sulbar,” jelas Fathiyah Jamil.

Lain halnya yang diasmpaikan oleh Wakil ketua KPID Budiman Imran, yang menegaskan bahwa mahasiswa KPI harus menciptakan SDM yang berkualitas dan berinovasi, baik untuk pribadi dan kampus itu sendiri.

“Kita semua dapat berpartisipasi aktif bersama KPID Sulawesi Barat, mendorong terciptanya iklim siaran yang sehat, pada media televisi dan radio yang ada di Sulawesi Barat,” tutur Budiman.

Untuk diketahui, acara tersebut, juga hadir komisioner KPID Bidang Perizinan Urwa, dan Ketua Jurusan UAD STAIN M. Sadik. (Humas KPID Sulbar/FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Ketua DPRD Sulbar Ajak Masyarakat Tolak Radikal dan Terorisme

Mamuju -Tayang9 – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Derah (DPRD) Provinsi Sulawesi Barat Suraidah Suhardi, menghadiri …

Wiranto Ditikam, MUI Sulbar : Itu Tidak Dibenarkan Dalam Islam

Mamuju – Tayang9 – Menanggapi peristiwa penikaman terhadap Menkopolhukam Wiranto, yang terjadi beberapa waktu lalu, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]