GAGASANOPINISALAHUDDIN SOPU

Pa’issangan Kaiyyang itu Bernama Shalawat

 

فأجعل صلاتي كلها لك

جاء رجل إلى النبي عليه الصلاة والسلام وقال: يا رسول الله! إني أكثر الصلاة عليك، فكم أجعل لك من صلاتي؟ قال: ما شئت، قال: الربع؟ قال: ما شئت، وإن زدت فهو خير لك، قال: النصف؟ قال: ما شئت، وإن زدت فهو خير لك، قال: الثلثين؟ قال: ما شئت، وإن زدت فهو خير لك، قال: يا رسول الله! فأجعل صلاتي كلها لك؟ قال: إذًا تكفى همك، ويغفر ذنبك

Sengaja saya sertakan matan hadis di atas, mudah-mudahan kita lebih yakin. Seorang laki-laki datang kepada Nabi Saw, dan berkata: Ya Rasulallah, sesungguhnya saya banyak bershalawat atasmu, berapa banyak (sih seharusnya) shalawatku itu (untukmu)? Rasulullah menjawab, “Terserah kamu”. Laki-laki itu berkata lagi, 1/4 waktuku (ya Rasulallah). Rasulullah saw kembali menjawab, “Terserah kamu, dan jika kamu tambah, itu lebih baik.” Laki-laki itu berkata lagi, 1/2 waktuku. Rasulullah saw kembali menjawab, “Terserah kamu, dan jika kamu tambah, itu lebih baik.” Laki-laki itu berkata lagi, 2/3 waktuku. Rasulullah saw kembali menjawab, “Terserah kamu, dan jika kamu tambah, itu lebih baik.” Ya Rasulallah, aku akan menjadikan shalawatku semuanya untukmu. Rasulullah Saw berkata, “Kalau begitu, seluruh keinginanmu akan dicukupi, dan segala dosamu diampuni.”

Saya tidak tahu, hadis ini harus dipahami bagaimana lagi. Terus terang, saya juga cenderung tidak memahami teks secara harfiah. Tapi untuk hadis ini, pemahaman harfiahnya sudah sangat jelas. Atau adakah di antara kawan luluare’ mala’bi’u yang bisa memberikan pemahaman lebih atas hadis di atas? Mengenai kesahihan, ulama sekaliber bin Bas sendiri dari kalangan ulama Wahabi mengatakan bahwa hadis ini sahih. Kalau sudah bin Bas yang mengatakan shahih, saya juga rasanya tidak perlu lagi mengecek ke ulama moderat yang lain.

Oleh karena itu, mau andia-dzian laenna mupogau’ selain mappogau anu waji’, passalawa’ tappamoo dai’. Kan malai tau massalawa’ sambil mambasei andean, massau’ uai, sambil melloli’, mandundua’ uailoppa kopi mupasidzunduang loka yanno andian salana mua’ massalawa’o di sela-selahnya, mekko-mekkoro’o dio ibarung-barung, sambil massapedao, maoyo bau, mattuza’o bunga-bunga (apa’ ianasangbo’o ite’e napogau’ iseia), atau musalawa’i anggangnana apa-apammu, iamuporannu shalawa’i, bahkan tenna paccaturo’o, atau paccekio malatoi sambil matturan kartummu masalawa’ too assal andiam muala pangino-panginoan, occoppaitia mua’porao massambayang, anggangnana doamu shalawa’nasang. Mala toi salawa’ mupaelongan, muala lagu, nikmati saja. Mala bandi tia sambil massalawa’o, munia’kan toi lalang iatemu iaidzi’e upomelu puange. Video di atas iapura ushare pole Dr. Aisyah Dahlan, mua’ iseseu, paissangan kayyang tu’u di’oa mua’ muyakini bandi, dll.

Di hadis lain اولى الناس بي يوم القيامة اكثرهم عليّ صلاة». “Sedekat-dekat manusia di sisiku pada hari kiamat ialah yang paling banyak bersalawat atasku.” Sementara ulama menggariskan bahwa yang dimaksud banyak bersalawat itu, minimal jumlahmya shalawatnya, 300 kali dalam sehari.

Cukuplah bagi kita, jaminan Nabi saw dalam hadis di atas, إذن، تكفى همك ويغفر ذنبك jika demikian, semua keinginanmu akan dicukupi, dan segala dosamu diampuni
صلى الله على سيدنا محمد واله عدد خلقه ورضا نفسه وزنة عرشه ومداد كلماته

Wallahu a’lam

Paccinnongan 13 November 2020

mau andia-dzian laenna mupogau’ selain mappogau anu waji’, passalawa’ tappamoo dai’

SALAHUDDIN SOPU

Dosen Pemikiran Islam UIN Alauddin Makassar

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button