Rabu , Oktober 21 2020
Home / GAGASAN / CERPEN / Cinta Tertinggal di Surabaya
Erwin. (Istimewa)

Cinta Tertinggal di Surabaya

SAYA memiliki sahabat bernama Erwin sapaan familiarnya lebih dikenal E’bin. Satu minggu yang lalu saya ketemu dengan blio, seperti biasa kongkow bareng diselipi hidangan wajib ‘kopi susu”. Ia tak pernah alpa bertandang ke rumah saat pulang kampung setelah masa kantor lagi libur. Meski usianya lebih tua dari saya, namun saya lebih senior soal status sebab ia masih setia menyandang status bujang.

Sebelum tulisan ini dibuat, saya sudah meminta restu kepadanya bahwa suatu hari saya akan menceritakan kisah perjuangannya dalam tulisan. Saya pribadi merasa tersanjung dari kisah pengalaman-pengalaman hidupnya yang tak pernah merasa kekurangan meski penuh keterbatasan. Pergulatan hidup, ketabahan, tanggung jawab, dan kisah percintaan

Berawal saat ia berusia enam tahun, kisah pilu itu mulai menderanya setelah bapak yang menyayanginya meninggal ketika baru tiba di kota Surabaya yang habis melakukan pelayaran panjang dari Majene. Sejak saat itulah Erwin tak pernah lagi melihat wajah bapaknya karena saat itu ia berada di kampung halamannya, Somba, dalam timangan Ibunya.

Erwin pun tinggal di rumah sebagai anak yatim dirawat dan dibesarkan Ibunya seorang diri bersama kakak perempuannya. Ia pun tumbuh berkembang di lingkungan masyarakat pesisir, bersama teman-teman seusianya yang mayoritas sebagai anak nelayan. Masa remajanya tak pernah merasa kekurangan. Ia mendapat banyak perhatian dari keluarga besarnya.

Sngkat cerita, setelah Erwin lulus di sekolah PGRI, dua bulan kemudian ia merantau untuk pertama kalinya ke Kalimantan tepatnya di kabupaten Panajam setelah diajak temannya di kampung untuk bekerja sebagai buruh penambak udang. Sampai disana ia cukup kewalahan bekerja penarik udang karena ia mabik laut. Hanya bertahan tujuh bulan, ia pun kembali ke kampung halamannya.

Tak lama kemudian, tanpa pikir panjang dari pengalaman pertamanya merantau yang dianggap gagal, Erwin lantas kembali merantau ke pulau Jawa. Tepatnya di kota Surabaya. Kebetulan disana ia memiliki seorang paman yang berpangkat Angkaran Laut. Selain itu disana ia juga bisa berziarah ke makam bapaknya untuk pertama kalinya. Disinilah awal mimpi seorang Erwin untuk menjadi orang mandiri, ketabahannya di uji dan merangkai cinta di Surabaya.

Di kota Surabaya, Erwin menikmati hidup selama kurang lebih dua tahun hanya tinggal dirumah. Padahal pamannya ingin agar Erwin melanjutkan kuliahnya. Tapi ia tak berfikir kesana dan lebih baik melamar pekerjaan. Dan akhirnya ia diterima bekerja di perusahan ritel AlfaMart milik Joko Susanto. Satu tahun jadi karyawan, ia pun dipindah tugaskan di Sulawesi Selatan untuk memegang tokoh dari anak perusahan. Ia menerima lapang dada atas kebijakan perusahaan sebab sedikit lebih dekat dengan keluarganya di kampung kala rindu menderanya.

Meski dengan terpaksa harus berpisah dengan kekasih yang dicintainya di Surabaya, seorang gadis berdarah Jawa-Cina. Erwin berfikir bahwa masa depannya menanti didepan sehingga harus ada yang dikorbankan salah satunya, yakni cintanya mesti ditinggalkan di Surabaya.

Ketabahannya semakin dijuji setelah Ewrin kembali dipindahkan ke Manado, provinsi paling ujung di pulau Sulawesi Sebagi pemuda yang ditakdirkan jadi anak rantau, bertahun-tahun harus berpisah jauh dengan sanak keluarga. Ditambah dengan ujian duniawi terus menerpa. Sebab jika salah langkah, bisa saja dirinya terjerembab kedalam gubangan-gubangan kekesatan dan nikmat sesaat.

Hampir sepuluh tahun Erwin berjuang sendiri di kampung orang, lintas provinsi ia jejaki mulai dari Kalimantan, Jawa, Sumatera, sampai Kembali ke Sulawesi. Ia banyak mengenal dari berbagai latar belakang suku, agama dan ras. Namun Erwin tetap berpegang teguh pada prinsipnya sebagai orang Mandar. Tak akan melupakan ari-ari janinnya yang tertanam sejak pertama kali dilahirkan.

Dua tahun di Manado, Erwin menghadapi pergulatan bathin yang begitu panjang. Masalah yang dihadapinya begitu sulit untuk mengambil keputusan…

About NASRUL MASSE

Anak pelaut yang ingin menulis dan membaca di daratan.

Check Also

Apa Kabar Pilkada Serentak?

PILKADA serentak yang akan dihelat tanggal 09 Desember Tahun 2020 dipastikan akan jauh lebih menantang …

Demokrasi, Peran Warga dan Siklus Kepemimpinan

ISTILAH demokrasi berarti pemerintahan oleh rakyat. Demikianlah demokrasi berasal dari bahasa yunani yaitu demos dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]