Jumat , Juli 10 2020
Home / GAGASAN / Memesan Djakarta
Ilustrasi Puisi Kita Memesan Djakarta

Memesan Djakarta

bersama saudaraku arham dan ipenk

kita berdiskusi dan menertawakan kekolotan dan lugunya kita sendiri

dan kita sama belajar membaca filsafat kelucuan dan kegelian kita pada hidup yang gombal dan njomplang

ondel-ondel mendekati menawarkan kreatifitas dan celengan lalu kita sama menengok luka kemanusiaan dan perjuangan hidup

orang orang membicarakan kehidupan dan kita tengah serius menjejak di tanah yang tempo hari terbakar amarah

kita membayangkan mobil terbakar dan asapnya masuk menyusup di jendela gedung penentu kebijakan negeri dan orang berlarian tanpa tahu arah kekuasaan yang tengah dibela



petugas berdiri mamatung menunggu waktu dan momentum. sedang kita masih disini menikmati kenangan pada senja yang baru saja bergerak pulang

kesibukan masih bergerak sementara aku memesan lemon tea dan kamu memesan pisang blender sedang saudara kita yang satunya lagi memesan kopi tanpa filsafat dan perdebatan panjang

dan saat kita sama memesan semua itu, mereka sibuk memesan djakarta juga memesan kekuasaan dan karenanya kita gantian memesan lelucon untuk kita tertawakan bersama

kota kasablanka-sarinah, 13 Juni 2019

About MESA IYAT

belajar membaca dan menulis juga pembelajar di kehidupan

Check Also

Menangkan Pertarungan Hidup Ala Naruto

Oleh: Muhammad Gufran SAAT menikmati hidangan buka puasa, saya selalu kawinkan dengan nonton aksi Boruto …

Senin Pagi, 1 Juni 2020

SENIN pagi, 1 Juni 2020 catatan ini mulai bergerak. Tatkala jumlah pasien yang meninggal akibat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]