Friday , September 20 2019
Home / GAGASAN / Saya Mengagumimu Sahabatku
Foto : Almarhum Hardianto.

Saya Mengagumimu Sahabatku

Akhirnya sampai disini.
Kau tak bisa lagi menanti.
Derita harus segera berganti.

Cukup sudah, usah diperpanjang lagi. Kesabaranmu..Ketabahanmu..

Terlalu lama dukamu kau resapi.
Sampai hanya Tuhan yang menemani.

Di sini kami tangiskan teririsnya hati.
Namun tak kuasa menghalangi.
Dirimu ke Ilahi Rabbi.

Mantaaf Sahabatku, senang melihatmu ceria. Kejar terus mimpimu karena dia sedang menunggumu untuk menggapainya.”

Begitu bunyi komentarku saat melihat foto mu tiba-tiba muncul di liminasa-ku. Kau terlihat bahagia di foto itu, dengan status singkat: “Mengejar Mimpi”.

Entah apa yang muncul dalam benakmu kala membuat kalimat itu. Hanya kau yang tau.

Saya menduga, kau sedang pamit kepada kami untuk terakhir kalinya. Dan Status “Mengejar Mimpi”mu itu adalah harapan yang selama ini selalu kau rindukan. Mimpi bertemu Sang Khalik.

Sahabatku, Saya mengagumimu.
Kagum karena di tengah derita sakit  yang mendera, kau tetap tenang. Tak pernah mengadu. Setidaknya begitu yang ku dengar dari sahabat-sahabat yang menemuimu saat terbaring sakit. Begitu juga yang ku Baca dari beberapa statusmu. Semuanya berbicara tentang perjuangan tak kenal menyerah atau semangat hidup yang membaja.

Sahabatku, saya mengagumimu.
Kagum karena hingga akhir hayatmu, kau masih mengingatkan kami arti terus berjuang dengan sikap optimisme. Jangan pernah tunduk dengan apa pun, jangan pernah menyerah pada siapa pun.Teruslah “Kejar Mimpimu.”

Dan setelah itu kau pun berajak pergi, banyak kenangan telah kau torehkan. Kenangan sebagai orang baik yang menyenangkan banyak orang. Dan saya yakin semuanya sepakat bahwa kau adalah sahabat yang baik.

Saya berdoa engkau di tempatkan di sebaik-baik tempat berpulang. Terima kasih atas persahabatan, obrolan hangat dan kebaikanmu selama ini.
Sahabatku Hardianto.Selamat jalan.(*)

About HAKIM MADDA

Ketua Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pasangkayu ini sebelumnya dikenal sebagai aktivis pergerakan dan kini termasuk salah satu kader muda NU Sulawesi Barat

Check Also

Pakansi dalam Lampu Warna Warni

Untuk Ahmad Ghilban Syariati serupa laron kita bergerak ditemani musik yang mengalun pelan. tetapi ini …

Tasrif, Mahasiswa Palang Pintu Kampus

MEMASUKI tahun ajaran penerimaan Mahasiswa Baru, Tasrif dengan antusiasnya ikut mendaftar di sebuah kampus ternama …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]