ADVETORIALGAGASANOPINI

Semangat “Siwaliparri” Dipanen Raya Padi Ladang

Kementerian Pertanian (Kementan) berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi padi nasional, terutama pada lahan kering. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengembangkan varietas Inpago 9.

Inpago 9 merupakan varietas inbrida padi gogo yang dikhususkan untuk lahan kering. Sehingga untuk meningkatkan luasan lahan tanam padi, Kementan kini gencar memanfaatkan varietas ini pada lahan suboptimal, termasuk lahan kering.

Salah satu Desa yang ada di Kabupaten Majene kecamatan Sendana tepatnya Desa Tubo Tengah yang berada diketinggian, telah lama melakukan budidaya padi ladang atau disebut padi gogo, pada lahan kering yang dengan luas lahan kurang lebih 100 ha. Bahkan tahun 2021 desa tersebut menjadi salah satu desa yang mendapat program kementerian Pertanian “Perluasan Areal Tanam Baru” (PATB) padi ladang.

Panen Raya Padi Ladang di Desa Tubo Tengah Kecamatan Sendana. (foto: Syamsuddin)

Dalam pengertiannya program PATB adalah program peningkatan produksi padi dengan memanfaatkan lahan baru yang belum pernah ditanami seperti tumpangsari dengan areal perkebunan, kehutanan, lahan rawa, lahan galian eks tambang dan sebagainya.

PATB juga sesuai dengan harapan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang berupaya agar produksi pertanian digenjot hingga berlipat-lipat. Apalagi sektor ini memiliki potensi yang sangat besar dalam menumbuhkan ekonomi nasional. (https://www.pertanian.go.id/)

Berdasarkan arahan dan intruksi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) bahwa musibah wabah virus Covid-19 ini tidak boleh membuat aktivitas pertanian berhenti. Kementan akan terus optimalkan SDM Pertanian untuk menggenjot produksi.

Sejalan dengan arahan Kementan tersebut, petani di Desa Tubo Tengah walau masih kondisi covid 19, mereka sebagian besar memilih untuk tinggal di lahan kebunnya. Hal ini juga sebagai upaya dalam mendukung protocol kesehatan, apalagi ditambah pasca gempa bumi beberapa waktu lalu, masyarakat petani semakin ramai di kebun untuk menghindari gempa susulan. Sehingga mereka pun berbondong-bondong membuka lahan untuk menanam padi ladang.

Untuk diawal semester tahun ini para petani padi ladang di Desa Tubo Tengah sedang bergembira, kini musim tanam pertama ditahun ini sudah memasuki panen dan pasca panen. Kegiatan panen ini menjadi sesuatu yang sangat menarik, sebab dalam praktiknya para petani padi ladang masih tetap memelihara metode dan cara budi daya serta panen padi ladang dengan kearifan lokal setempat.

Kebiasaan masyarakat setempat khususnya petani di Desa Tubo Tengah saat melakukan panen padi ladang masih menggunakan alat sederhana dan manual. Alat tradisional berupa ketam atau disebut ani-ani, sebuah pisau kecil yang disembunyikan di telapak tangan untuk memanen padi ladang. Dengan ani-ani tangkai bulir padi dipotong satu-satu, namun proses ini memakan banyak pekerjaan dan waktu saat memanen.

Walaupun masih manual dan sederhana serta dengan menggunakan alat tradisional, para petani ladang di Desa Tubo Tengah, tidak hanya orang tua lelaki dan perempuan yang menjadi partisipan dalam proses panen padi ladang, tetapi juga para pemuda-pemudi tampak begitu antusias turut terlibat dengan penuh semangat gotong royong melakukan panen secara bergiliran dengan tak mengenal lelah.

Petani ladang di Desa Tubo Tengah masih melakukan tahapan budi daya dan panen padi ladang masih kental dengan kearifan lokal. Petani ladang melakukan tahapan tersebut secara bersama-sama, saling membantu satu dengan yang lain.

Mereka membangun realitas dan interaksi tersebut secara bersama dengan melestarikan budaya yang melahirkan semangat yang bernama tradisi Siwaliparri yang memiliki makna serta nilai kebersamaan dan saling tolong-menolong antara warga petani ladang di Desa Tubo Tengah.

Pelestarian kearifan lokal memang sangat perlu diwariskan kepada generasi selanjutnya, seperti tradisi Siwaliparri yang merepresentasikan semangat kebersamaan dan kerjasama para petani di Desa Tubo Tengah yang mengandung nilai-nilai serta ajaran luhur. (**)


Penulis : SYAMSUDDIN, S.ST.  (Penyuluh Pertanian Lapangan Desa Tubo Tengah Kecamatan Tubo Sendana, Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Majene)

REDAKSI

Koran Online TAYANG9.COM - "Menulis Gagasan, Mencatat Peristiwa" Boyang Nol Pitu Berkat Pesona Polewali Sulbar. Email: sureltayang9@gmail.com Gawai: +62 852-5395-5557

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button