Friday , September 20 2019
Home / BERITA / BJ.Habibie Tutup Usia, Ribuan Santri PP.Salafiyah Parappe Gelar Yasinan dan Do’a Bersama
Suasana yasinan dan do'a bersama di PP.Salafiyah Parappe, mengenang wafatnya BJ.Habibie.

BJ.Habibie Tutup Usia, Ribuan Santri PP.Salafiyah Parappe Gelar Yasinan dan Do’a Bersama

Polewali – Tayang9 – Dalam rangka mengenang wafatnya mantan Presiden Republik Indonesia ke III BJ.Habibie, Pondok Pesantren (PP) Salafiyah Parappe menggelar do’a bersama, di Areal PP.Salafiyah Parappe, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Rabu,11/09/19.Malam.

Agenda yang dikemas dalam doa dan yasinan tersebut, dipimpin langsung oleh Kepala Bagian Ubudiyah PP.Salafiyah Parappe Ustadz Firdaus, dan diikuti oleh ribuan santri.

Dalam sambutannya, Ustadz Firdaus berpesan pada seluruh santri dan santriwati PP.Salafiyah, agar sekiranya dapat meneladani kegigihan serta ketekunan BJ.Habibie dimasa hidupnya, khususnya dalam hal menuntut ilmu.

“BJ.Habibie selama ini kita kenal sebagai orang yang sangat cerdas dan orang tekun dalam menuntut Ilmu, sampai di Usia tuanya. Dan itu patut di contoh oleh para santri” ucap Ustadz Firdaus.

Selain itu ia juga meminta pada seluruh santri, mengirimkan doa atas wafatnya mantan Presiden RI yang ke -3 itu, atas pengabdian dan jasanya terhadap negara Indonesia selama ini.

“Sebagai orang yang pernah mengabdi kepada negara dan memiliki banyak kontribusi kepada negara, kita sebagai santri sepatutnya mengirimkan doa kepada beliau,” tutupnya.(*/FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Cara KPU Mamuju Berterimakasih ke Pemilih

Mamuju – Tayang9 – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mamuju menggelar kegiatan evaluasi pasilitasi kampanye …

Tiga Komisioner KPID Sulbar Mengikuti Sekolah P3SPS

Mamuju – Tayang9 – Sebanyak 35 orang peserta dari Lembaga Penyiaran, akademisi dan Komisioner KPID, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]