Bedah Buku Maemunah Djud Pantje Hidupkan Ingatan Sejarah Baruga

MAJENE, TAYANG9 — Bedah Buku dan Diskusi Sejarah Maemunah Djud Pantje: Guru dan Pejuang dari Mandar (1916–1995) digelar di Tugu Perjuangan 45 Baruga, Kabupaten Majene, Sabtu malam, 19 September 2026. Kegiatan ini menghadirkan refleksi sejarah tentang sosok perempuan Mandar yang dikenal sebagai guru sekaligus pejuang.
Acara dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Majene, Ahmad Djamaan, dengan laporan Ketua Pelaksana Muhammad Khalid. Diskusi menghadirkan penulis buku Muhammad Munir dan Dr. Sitti Supiah, S.S., M.Hum. sebagai pemateri, serta H. M. Sahlan, S.Ag., M.AP. dan Drs. Mukhtar Hadi, M.Pd. sebagai panelis. Moderator diskusi adalah Muhammad Arifuddin, S.Sos.
Pemilihan Tugu Perjuangan 45 Baruga sebagai lokasi kegiatan dinilai sarat makna karena tempat tersebut memiliki keterkaitan dengan sejarah perjuangan masyarakat Baruga pada masa revolusi. Diskusi ini menjadi ruang pertemuan antara ingatan sejarah, masyarakat, dan generasi muda.
Maemunah Djud Pantje dikenang sebagai perempuan pendidik yang terlibat langsung dalam perjuangan GAPRI 5.3.1 di Tanah Mandar. Selain berperan sebagai guru, ia juga aktif dalam gerakan mempertahankan kemerdekaan. Kesaksian keluarga yang hadir menegaskan kepedulian Maemunah terhadap pendidikan, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Ia disebut kerap membantu biaya sekolah dengan pesan agar tetap berpegang pada ajaran Islam, bekerja keras, dan pantang menyerah.
Kisah perjuangan Maemunah tidak hanya tercermin dalam perlawanan terhadap kolonial, tetapi juga dalam upaya membangun pendidikan dan karakter generasi muda. Nilai keberanian, religiusitas, kerja keras, dan kepedulian sosial yang diwariskan dinilai relevan untuk menghadapi tantangan zaman.
Penulis buku menegaskan bahwa karya tersebut masih terbuka untuk pengembangan melalui penelitian dan penelusuran sumber sejarah baru. Diskusi ini diharapkan menjadi momentum memperkenalkan tokoh lokal kepada generasi muda serta mendorong pengembangan literasi sejarah di sekolah dan madrasah.




