ADVETORIALBERITASTRAIGHT NEWS

Atasi Inflasi Jelang Idul Adha, Pemprov Sulbar Gelar Pasar Murah

Mamuju – Tayang9 – Jelang momentum Hari Raya Idul Adha 1440 H, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), menggelar bazar atau pasar murah bahan pangan berkualitas dan sembilan bahan pokok (Sembako), di Anjungan Pantai Manakarra, Jumat, 09/08/19.

Dalam kesempatannya Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Barat Enny Angraeni Anwar mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai wujud kepedulian pemerintah daerah, dalam menghadapi gejolak harga di pasar menjelang hari-hari besar keagamaan nasional (HBKN) seperti Idul Adha, serta upaya mengatasi inflasi derah.

“Kegiatan Ini untuk mengatasi inflasi dan gejolak -gelolak harga di pasar menjelang hari raya Idul Adha agar stabil,” ucap Enny.

Selain itu ia juga menambahkan, harga sembako dan bahan pangan yang dijual lebih murah dibanding harga di pasaran, yakni sekitar 20-25 %.

“Program pasar murah ini menjual bahan pangan dan sembako di bawah harga standar yang ada di pasar. Saya sudah bandingkan tadi, di sini dijual hampir sekitar 20-25 persen,”tutupnya.

Sementara itu di tempat yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulawesi Barat Ridwan mengatakan, bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan bekerjasama Perum Bulog Subdivre Mamuju, Hypermart dan para distributor bahan pangan dan sembako yang ada di Kabupaten Mamuju.

“Di sini langsung distributor yang menjual,  jadi kami dari pemda hanya memfasilitasi saja dan kegiatan seperti  ini akan terus dilakukan setiap menjelang HBKN,” tutur Ridwan.

Untuk diketahui, Dalam kunjungannya Wakil Gubernur Sulbar Enny Anggraeni Anwar, didampingi Asisiten Bidang Perekonomian dan Pembngunan Hamzah, Kepala Biro Ekbang Safaruddin Sanusi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ridwan, Kepala Perum Bulog Subdivre Mamuju Muhammad Yatsir dan Kepala Bidang Informasi, Komunikasi Pubilk Dinas Kominfo Sulbar, Sudarso Din.

Berikut harga dan jenis bahan pangan yang dijual diataranya, beras premium lima kilogram seharga Rp. 47.500,  beras premium 10 kilogram seharga Rp. 95.000, beras medium 25 kilogram Rp. 225.000,  gula manis kita satu kilogram Rp. 12.500, gula polog GMM satu kilogram Rp. 12.000, terigu kita satu kilogram Rp. 8.500, minyak kita satu liter Rp. 11.500, minyak fortune satu liter Rp. 11.500, daging kita satu kilogram Rp. 75.000, tomat Rp. 6000 perkilo, bawang merah Rp. 26 perkilo, telur satu rak Rp. 38.000 dan  ayam potong Rp. 55.000 perekor. (*)

MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button