BERITASTRAIGHT NEWS

Buka Kegiatan FKUB, Zain: AI dan Kerukunan, Strategi Merawat Indonesia

JAKARTA, Tayang9 — Keberagaman menjadi fondasi lahirnya semboyan bangsa—Bhinneka Tunggal Ika—hingga kini tetap relevan dalam menjaga persatuan nasional. Memperkuat pemahaman masyarakat tentang pluralisme, toleransi, dan kerukunan di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB), Muhammad Zain, saat membuka kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) aplikasi Si Rukun yang digelar secara hybrid system via Zoom, Selasa (2/6/2026).

Menurut Zain, Indonesia merupakan negara yang sangat majemuk dengan lebih dari 17.380 pulau, 1.340 suku bangsa, dan sekitar 1.300 bahasa daerah yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.

Indonesia adalah negara yang dibangun di atas keberagaman. Agama, suku, bahasa, dan budaya menjadi kekuatan yang harus terus dirawat agar tetap menjadi perekat bangsa,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Zain mengingatkan pemikiran alm. Mukti Ali —dikenal sebagai Bapak Kerukunan Umat Beragama— pemahaman tentang “the Sacred dan the Provane”.

Entitas Sacred, bahwa wujud Tuhan itu sakral. Sedangkan penafsiran manusia terhadap Tuhan adalah profan. Umat beragama harus memegang teguh ajaran pokok agama, tetapi tetap terbuka terhadap diskusi dan pembaruan pemikiran,” imbuhnya.

Lebih jauh, ia menilai salah satu tantangan terbesar saat ini adalah mendekatkan ajaran agama dengan umatnya tanpa terjebak pada persoalan-persoalan yang bukan substansi agama.

Hal-hal yang bukan substansi ajaran agama semestinya tidak menjadi sumber gesekan di tengah masyarakat. Agama hadir untuk mendamaikan, menyatukan, dan memperkuat kohesi sosial,” masih Zain.

Zain juga menyinggung besarnya peran Kementerian Agama yang didukung lebih dari 163 ribu aparatur yang bekerja di berbagai bidang pelayanan keagamaan. Menurut dia, seluruh elemen harus membangun sinergi agar mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Tidak ada energi tanpa sinergi. Solidaritas dan kohesi sosial merupakan fondasi penting dalam membangun bangsa. Perdamaian dan kerukunan adalah salah satu unsur utama kemajuan,” sambungnya.

Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi dan pembangunan tidak akan berjalan optimal tanpa situasi yang aman dan harmonis. Karena itu, menjaga kerukunan menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

Perekonomian tidak akan tumbuh dengan baik jika sebuah negara tidak rukun dan damai. Agama harus menjadi kekuatan yang mempererat kohesi sosial, menyatukan, dan mendamaikan. Semangat unity in diversity atau persatuan dalam keberagaman adalah kekuatan besar bangsa Indonesia,” tutup Zain.

Kegiatan Bimtek Early Warning System SIRUKUN tersebut diselenggaralan oleh Kantor Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan Kemenag RI, dihadiri 2.346 peserta dari penyuluh agama Islam ASN, Penyuluh Alagama non Islam, pejabat verifikator, dan Viewer***

FARHAM RAHMAT

Alumnus Hukum IAI Al-Aqidah Al-Hasyimiyyah Jakarta Timur dan Pascasarjana UIN Alauddin Makassar. selain aktif sebagai blogger juga aktif dalam pengembangan skill bahasa Inggris dan Arab serta serius nyantri di Majelis Sholawat Simpang M. Ketua Zain Office ini juga dipercaya sebagai editor di media katalogika.com, serta tercatat sebagai pemuda pelopor literasi digital Polewali Mandar

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: