Rabu , Oktober 21 2020
Home / GAGASAN / Perayaan 75 Tahun Kemerdekaan Jangan Sekedar Euforia
ILUSTRASI montage foto siaran TVRI upacara peringatan kemerdekaan 75 tahun Indonesia

Perayaan 75 Tahun Kemerdekaan Jangan Sekedar Euforia

USIA 75 tahun perjalanan bangsa telah mengalami berbagai ujian. Berlipat-lipat kenangan telah pula terlewati. Berbagai catatan panjang perjalanan telah pula tertorehkan. Tentang kemerdekaan dan tentang segenap kebahagian yang membuat anak bangsa begitu bersemangat hormat pada bendera merah putih. Sebagai sikap sempurna dan penghargaan terhadap kemerdekaan yang tidak terberi, tetapi terperjuangkan.

Semangat kemerdekaan merupakan proses reaktualisasi perubahan atau pembaruan nilai-nilai kehidupan masyarakat. Segmentasi sejarah merupakan dinamika, dialektika yang harus dapat disongsong. Dijalani sebagai perjalanan peradaban selama 75 tahun Indonesia merdeka.

Peradaban yang diaksentuasikan dengan kemajuan, kekuatan dan kesanggupan negeri ini untuk tetap bisa survive ditengah wabah covid-19. Virus yang kemudian menjadi pandemi dan telah banyak menyita bahkan membuyarkan dialektika peradaban bangsa kita. Seakan bermakna bahwa kemerdekaan hilang dari memori kolektif bangsa yang nyaris jarang terucap, dikutip, didiskusikan dan apalagi diterapkan.

Sampai disini, kita membutuhkan perubahan dan pergerakan untuk mempertajam mata batin kita atas semangat persatuan dan kesatuan kita sebanga bangsa. Sebagai negara dan sebagai republik.

Perubahan dan pergerakan sebagai upaya reaktualisasi nilai dan semangat kemerdekaan untuk kelak bisa dijadikan barometer bagi bangsa ini. Tentang seberapa mampu anak bangsa memakna perjuangan sebelum tahun 1945.

Dan hari ini, kita telah berada di usia kemerdekaan yang ke 75 tahun. Semoga nilai kejuangan itu, tetap terpatri dan menjadi semangat bersama dalam mengisi kemerdekaan.

Dan biarlah kemerdekaan tidak lagi terjebak hanya sebagai selebrasi perayaan yang sekedar euphoria belaka. Sebuah kemerdekaan yang juga adalah nilai yang tidak lagi gampang tergeser dan lepas dari semangat kebersamaan kita di tengah tatanan dan pola hubungan hidup masyarakat Indonesia.[*]

About MULIAWAN

Alumnus Fakultas Hukum Universitas 45 Makassar. Gandrung pada diskusi sosial masyarakat serta dikenal aktif dalam berbagai pelayanan publik

Check Also

Apa Kabar Pilkada Serentak?

PILKADA serentak yang akan dihelat tanggal 09 Desember Tahun 2020 dipastikan akan jauh lebih menantang …

Demokrasi, Peran Warga dan Siklus Kepemimpinan

ISTILAH demokrasi berarti pemerintahan oleh rakyat. Demikianlah demokrasi berasal dari bahasa yunani yaitu demos dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]