Sunday , November 17 2019
Home / BERITA / Ketua DPRD Sulbar Ajak Masyarakat Tolak Radikal dan Terorisme
Ketua DPRD Sulbar Suraidah Suhardi.

Ketua DPRD Sulbar Ajak Masyarakat Tolak Radikal dan Terorisme

Mamuju -Tayang9 – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Derah (DPRD) Provinsi Sulawesi Barat Suraidah Suhardi, menghadiri agenda do’a bersama yang dilaksanakan oleh Polda Sulawesi Barat.

Dalam kesempatannya, Suraidah Suhardi meminta seluruh elemen masyarakat agar menolak faham terorisme dan radikalisme, serta ikut mensukseskan pelaksanaan pelantikan presiden Jokowidodo dan Ma’aruf Amin.

“Melalui kesempatan ini, saya juga mengajak kepada seluruh elemen masyarakat, untuk menolak paham tororisme dan rakdikalisme, sekaligus sepakat untuk mendukung pelantikan presiden yang kondusif,” ucap Suraidah saat press conference di Lobi Utama Mapolda Sulbar, Senin, 14/10/19.

Politisi Partai Demokrat itu juga berharap, pada para generasi penerus bangsa, khususnya mahasiswa selaku corong aspirasi rakyat, agar dalam setiap penyampaian aspirasi lebih mengutamakan ketertiban, sehingga aspirasi yang disampaikan dapat dipertimbangkan dengan bijak dan ditindak lanjuti oleh DPRD.

“Aspirasi yang lebih damai akan memberikan solusi yang lebih baik, jika dibandingkan penyampaian aspirasi yang harus anarkis, karena terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” tutupnya.(*/FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Tiga Parpol Koalisi Potensi Tinggalkan Habsi – Irwan, Jayadi : PBB dan PKS Kita Akan Ajak

Mamuju – Tayang9 – Menanggapi adanya Tiga (3) Partai Politik (Parpol) koalisi yakni Demokrat, PBB …

Habsi Kembalikan Formulir Pendaftaran ke Gerindra

Mamuju – Tayang9 – Bakal calon petahana Bupati Kabupaten Mamuju Habsi Wahid, secara resmi mengembalikan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]