Friday , February 28 2020
Home / BERITA / Ketua Bappilu Nasdem Sulbar Warning KPU, Ini Penyebabnya
Ketua Bappilu Partai Nasdem Sulbar Hatta Kainang. (Foto :Net)

Ketua Bappilu Nasdem Sulbar Warning KPU, Ini Penyebabnya

Mamuju – Tayang9 – Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Nasdem Provinsi Sulawesi Barat Hatta Kainang, menghimbau agar KPU mengantisipasi kertas atau Surat Suara (Susu), untuk pemilih yang namanya tidak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Menurut Hatta Kainang, dengan kondisi proses pendataan pemilih yang bermacam- macam model, dinilai dapat mengancam terjadinya ledakan pemilih, apalagi pasca putusan MK yang membolehkan adanya Suket, dan proses pindah memilih.

“Kekhawatiran itu tentu KPU harus punya langkah-langkah darurat, tentunya dengan kajian dan fakta lapangan kami mengkhawatirkan adanya problem di tingkat TPS,” ucap Hatta Kainang, via Whatsaap, Minggu, 31/03/19.

Selain itu ia juga menambahkan, atas kondisi tersebut pihaknya menghimbau, agar KPU segera melakukan rapat internal dengan pihak dinas catatan sipil, untuk mensinkronisasi data penduduk yang punya hak pilih.

“Ini penting untuk mengetahui total penduduk yang punya hak pilih, apalagi surat suara cadangan hanya tersisa 2 %, Ledakan pemilih penting di antisipasi mengingat antusiasme masyarakat tinggi untuk menggunakan hak pilih pada pemilu serentak ini,” tutupnya.(Edo/FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

DPRD Polman Kecam Aksi Pengeroyokan di Papua

POLMAN, TAYANG9 – Dewan perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD)  Kabupaten Polman mengecam aksi penggeroyokan yang …

Gabungan Lapas di Sulbar Gelar Media Gathering

POLMAN, TAYANG9 – Sebagai bentuk kerjasama mitra media dan lembaga, beberapa gabungan lembaga pemasyarakatan menggelar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]