Friday , September 20 2019
Home / BERITA / Ketua Bappilu Nasdem Sulbar Warning KPU, Ini Penyebabnya
Ketua Bappilu Partai Nasdem Sulbar Hatta Kainang. (Foto :Net)

Ketua Bappilu Nasdem Sulbar Warning KPU, Ini Penyebabnya

Mamuju – Tayang9 – Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Nasdem Provinsi Sulawesi Barat Hatta Kainang, menghimbau agar KPU mengantisipasi kertas atau Surat Suara (Susu), untuk pemilih yang namanya tidak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Menurut Hatta Kainang, dengan kondisi proses pendataan pemilih yang bermacam- macam model, dinilai dapat mengancam terjadinya ledakan pemilih, apalagi pasca putusan MK yang membolehkan adanya Suket, dan proses pindah memilih.

“Kekhawatiran itu tentu KPU harus punya langkah-langkah darurat, tentunya dengan kajian dan fakta lapangan kami mengkhawatirkan adanya problem di tingkat TPS,” ucap Hatta Kainang, via Whatsaap, Minggu, 31/03/19.

Selain itu ia juga menambahkan, atas kondisi tersebut pihaknya menghimbau, agar KPU segera melakukan rapat internal dengan pihak dinas catatan sipil, untuk mensinkronisasi data penduduk yang punya hak pilih.

“Ini penting untuk mengetahui total penduduk yang punya hak pilih, apalagi surat suara cadangan hanya tersisa 2 %, Ledakan pemilih penting di antisipasi mengingat antusiasme masyarakat tinggi untuk menggunakan hak pilih pada pemilu serentak ini,” tutupnya.(Edo/FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Cara KPU Mamuju Berterimakasih ke Pemilih

Mamuju – Tayang9 – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mamuju menggelar kegiatan evaluasi pasilitasi kampanye …

Tiga Komisioner KPID Sulbar Mengikuti Sekolah P3SPS

Mamuju – Tayang9 – Sebanyak 35 orang peserta dari Lembaga Penyiaran, akademisi dan Komisioner KPID, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]