Sabtu , Desember 5 2020
Home / GAGASAN / Batu Lebih Ringan di dalam Air, Mengapa?
Gambar ilistrasi. Net

Batu Lebih Ringan di dalam Air, Mengapa?

APA yang membuat batu lebih ringan diangkat di dalam air dibanding di atas tanah?

Pernahkah kita berfikir mengapa bisa begitu, tapi jawabannya belum ketemu ? Atau mungkin belum pernah terbesit sama sekali ? Kalau semua jawabannya adalah tidak, mari ki bahas sama-sama, siapa tahu bermanfaat.

Jika kita menyelam lalu menyelam semakin ke dalam, telinga kita akan terasa sakit, kenapa ? Karena tekanan di dalam air meningkat seiring kita semakin dalam menyelam. Singkatnya, semakin ke dasar semakin kuat pula tekanan air.

Jika kita menyelam sampai ke dasar palung Mariana tanpa alat khusus, bukan telinga kita lagi yang sakit, karena mungkin tubuh kita sudah hancur lebur. Mungkin ji ini.

Kembali lagi. Apa itu tekanan ? Tekanan ialah besar gaya per satuan luas. Misal kita mendorong tembok dengan dua tangan, gaya yang kita berikan pada tembok dibagi dengan luas dua telapak tangan kita, sama dengan besar tekanan kita pada tembok.

Contoh lain, Gajah menduduki jalan setapak, besar gaya gajah pada jalan setapak adalah 100 Newton, sementara luas pantat gajah adalah 1 meter kuadrat. Jadi besar tekanan gajah pada setapak adalah hasil bagi 100 Newton dengan 1 meter kuadrat. Jadi tekanannya adalah 100 Newton per meter kuadrat.

Tekanan berbanding lurus dengan gaya dan berbanding terbalik dengan luas. kalau kita berdiri dengan dua kaki di atas lantai, lalu kaki kita angkat satu maka tekanan dengan kaki satu lebih besar dibanding dengan dua kaki.

Lalu bagaimana bisa ada tekanan pada zat cair ?
Tekanan pada zat cari terjadi karena air pada bagian atas menekan.
Jadi semakin dalam air maka semakin semakin besar pula tekanannya, karena semakin besar volume dan massa air yang menekan dari atas.

Nah karena tekanan bertambah seiring dalamnya air, maka gayanya juga bertambah. Ketika kita menaruh batu ke dalam air. Batu mendapat gaya dari semua arah, gaya dari bawah adalah yang paling besar, sehingga batu mendapat sedikit dorongan ke atas.

Gaya yang mendorong ke atas inilah yang memungkinkan batu lebih ringan di angkat, karena kita mendapat gaya bantuan. Dalam fiaika gaya ini disebut sebagai gaya apung.

Lalu bagaimana dengan benda mengapung ? Benda dapat mengapung karena besar gaya lebih besar dibanding massanya benda.

Fakta hukum ini pertama kali ditemukan oleh Archimedes (287-212). Dan karenanya disebut Hukum Archimedes, Hukum ini berbunyi, bahwa setiap benda yang tercelup baik keseluruhan maupun sebagian dalam fluida, maka benda tersebut akan menerima dorongan gaya ke atas (atau gaya apung).

Banyak sekali pengaplikasian hukum ini, salah satunya adalah kita jadi tahu berapa gaya yang mesti dipakai kalau mau mengangkat benda dari dalam lautan.

About MUHAMMAD GUFRAN

Sarjana biasa-biasa yang kebetulan hobi menulis.

Check Also

Penghinaan Adalah Hasil Terjemahan Kita

Tayang9.com- Akhir-akhir ini di Indonesia ramai pemboikotan brand asal Prancis, boikot ini sebagai bentuk protes …

Naruto Mati? Ikhlasin

BEREDAR desas-desus Naruto mati. Banyaknya bermunculan video tik-tok dengan nuansa duka yang mengenang Uzumaki Naruto, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]