ABDUL MUTTALIB

ABDUL MUTTALIB

pecinta perkutut, tinggal di Tinambung
  • ABDUL MUTTALIB

    Beliau Langit, Beliau Bumi

    KALI ini saya agak tertarik untuk membincang panggilan atau sapaan kepada seseorang yang acap kita dengar atau kita gunakan dengan sebutan beliau. Kenapa ini menjadi minat penulis, karena pertama, istilah beliau dalam dimensi kebahasaan merujuk pada bentuk penghormatan, sekaligus penghargaan bersifat personal. Kedua, istilah beliau dapat bernada mengejek jika diujarkan dalam sudut pandang jamak; beliau-beliau. Pertama nilainya penghormatan, dan yang…

    Read More »
  • ABDUL MUTTALIB

    Ziarah Masa Lalu

    TIDAK jarang pertentangan tersulut dari perbedaan cara pandang. Salah satunya cara pandang dalam memaknai kenangan. Kenangan tentang orang terkasih kini hanya dapat ditemui dalam wujud makam. Menemuinya lewat prosesi ziarah makam. Prosesi yang karib dilakukan di dua momen lebaran: Idul Fitri dan Idul Adha. Dua momen itu, tidak hanya menghadirkan suasana berdimensi spritual dan sosial, melainkan ikut menyajikan nostalgia masa…

    Read More »
  • ABDUL MUTTALIB

    Pojok Diri Sendiri

    HUJAN baru saja reda. Mendung masih menggantung. Tanah basah menyisakan aroma wangi yang khas. Terlihat lalulintas masih padat ketika seorang sahabat mengajak menghabiskan waktu di salah satu pojok kafe. Pojok kafe yang dipenuhi atmosfer kebahagian satu keluarga yang tengah merayakan ulang tahun. Merayakan jatah umur yang kian berkurang dengan perasaan riang gembira, seraya menyimak sepasang suami-istri yang tengah menggendong bayi…

    Read More »
  • ABDUL MUTTALIB

    Daya Magis Permen

    SEBENARNYA saya tidak begitu suka melihat iklan di telivisi. Kecuali iklan permen yang gandrung menghadirkan wanita yang kecantikannya terkadang membuat daku sampai lupa merek permen yang diiklankan. Ingatnya, hanya ketika wanita itu membuka pembungkus permen sampai memasukkan ke mulutnya. Adegan itu seolah memiliki daya magis, dan ampuh menyihir serta menundukkan syaraf indra penyecap. Amati sewaktu mata wanita itu merem-melek diikuti…

    Read More »
  • ABDUL MUTTALIB

    Semoga Kumis

    TEMAN masa kecilku tengah terbebani tugas suci yang dititahkan istrinya. Tugas memanjangkan kumis. Kendati sejak orok, sampai usia jelang berkepala empat. Temanku itu tidak pernah terlihat memanjangkan kumis. Nah, di situ daku merasa sedih. Kumis yang sependek ingatanku tidak hanya berupa bulu lebat yang tumbuh di bawah hidung dan di atas bibir lelaki. Kumis yang sebenarnya adalah identitas dan kerap…

    Read More »
  • ABDUL MUTTALIB

    Taxi

    Suatu hari nanti dan itu adalah hari ini. Hari yang telah datang tergesa membawa pagi dengan senyum paling indah, meski sejak semalam Tantri dan Samar baru bisa terlelap di kereta selepas jalan seharian dan nonton konser sebuah band indie yang norak namun luar biasa eksis di usia yang ke 52 tahun. Nama band-nya cukup nyeleneh tapi lirik lagunya mampu menggugah…

    Read More »
Back to top button