ABDUL MUTTALIB

ABDUL MUTTALIB

pecinta perkutut, tinggal di Tinambung
  • ABDUL MUTTALIB

    Kuasa Lupa

    DAKU tidak sanggup membayangkan hambarnya persidangan jika tidak dihadiri jaksa penuntut umum. Hambar karena tidak dapat melihat penguasaan materi dakwaan, kecakapan retorika, sekaligus kepiawaian membaca psikologi manusia. Meski kemampuan itu tidak berarti, jika menghadapi jawaban lupa dari terdakwa. Segenap metode, dalih, dan pertanyaan pancingan yang diajukan jaksa guna memperoleh informasi tetap tidak dapat digali dari lupa. Lupa layaknya cara efektif…

    Read More »
  • ABDUL MUTTALIB

    Keniscayaan Panggung

    SERING kali panggung pada sebuah pementasan kesenian luput menjadi tema diskursus pelaku kesenian. Entah itu pementasan teater, musik tradisi, dan kegiatan diskusi serta sarasehan yang menggunakan panggung. Panggung yang ramai ketika ada hajatan seni, tapi mendadak sepi, menakutkan bahkan dihuni hantu usai pementasan. Panggung seolah sebatas pelengkap dari sebuah lakon. Panggung seolah hanya menjadi dekorasi pemanis yang sifatnya dibutuhkan sebelum…

    Read More »
  • ABDUL MUTTALIB

    Semesta Bahasa

    KETIKA bahasa tidak hanya berupa bunyi dan tanda. Pada saat itu pula, bahasa tidak cukup dimaknai sebagai tulisan dan ujaran yang mudah dibaca. Iqro, bisa jadi bukaan bacaan, bukan pula seperangkat materi untuk berbicara. Ia sudah melampaui peristiwa kebahasaan. Peristiwa kebahasaan itu strukturnya. Semacam mekanisme yang girang diterjemahkan ke dalam aspek keterampilan berbahasa: menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Iqro justru…

    Read More »
  • ABDUL MUTTALIB

    Nostalgia Tokoh

    BAHAGIA rasanya ketika diajak komunitas One dO Art untuk mengenali tokoh dan nilai ketokohon para pelaku kesenian tradisi Sayang-sayang dan Kecapi Mandar di acara sarasehan bertema “Menyoal Transisi Musik Dawai Mandar,” pada gelaran “Mandar Dawai Etnik Festival, 20-21 Maret 2021.” Gedung Al Madina Centre di Tinambung mendadak sesak menampung dokumentasi foto dan kesaksian sejarah dari penerus dan para tokoh: Marayama,…

    Read More »
  • ABDUL MUTTALIB

    Sebentar Lagi Sekolah

    DI tengah kecenderungan melihat sekolah sebagai lembaga pendidikan dengan segala prolematikanya, ternyata sekolah masih menjadi salah satu lembaga pendidikan yang menjadi titik sentral pendistribusian nilai, tradisi keilmuan, etos budaya serta etika keadaban. Nilai paradoksal itu yang justru tidak mengumbah pandangan kedua gadis kecilku untuk segera bisa sekolah. Si kakak, usia 5 tahun dan si adek usia 4 tahun, tampak girang…

    Read More »
  • ABDUL MUTTALIB

    Sang Idola

    TERNYATA gerombolan kucing jantan yang hendak kawin itu luar biasa mengganggu. Di mulai dari suara yang mengeong di tengah malam buta, dan tak jarang dibumbui aksi pengejaran dramatik-kucing betina di atas atap dan bubuhan rumah. Kucing betina di rumah kami, sebut saja namanya Amor. Nama yang baru saja dikarang, seiring dimulainya tulisan ini. Berhubung, belum ada kecanggihan teknologi yang sanggup…

    Read More »
  • ABDUL MUTTALIB

    Lelaki Pemanggul Karung

    LELAKI paru baya itu tidak lagi mengenal namanya, atau nama mungkin tidak lagi penting baginya, meski orang-orang di kota kami mulai terbiasa memanggilnya; lelaki pemanggul karung. Tiap hari, ia terbiasa sibuk mengemasi barang-barang bekas ke dalam karung. Layaknya kesibukan mengemasi terik siang menuju gigil malam, sebelum ia terlelap di emper-emper pertokoan, usai mengelilingi kampung dengan terus memanggul karung. Tiada yang…

    Read More »
  • ABDUL MUTTALIB

    Tersesat Kembali

    DAKU terbilang lemot alias lemah otak. Biasanya usai saling mengenalkan nama disertai uluran tangan. Jelang berpisah biasanya daku kembali menanyakan nama. Proses kembali seperti itu tentu tidak mengenakkan, karena bisa jadi cap “aneh” telah ditempelkan ke jidat. Belum termasuk proses kembali ketika tersesat di rimbun makna ketika membaca buku, biasanya daku bergegas kembali ke sub judul terdekat buat cari selamat.…

    Read More »
  • ABDUL MUTTALIB

    Bahasa Cinta

    SUDAH menjadi rahasia umum jika fungsi utama dari bahasa adalah mengantarkan pesan. Pesannya bisa bermacam-macam. Ada pesan yang mudah dimengerti secara konkrit, dan ada pula pesan abstrak yang sulit diterjemahkan secara harfiah. Anggaplah bahasa merupakan bentuk konkrit dari sebuah peristiwa komunikasi tersurat, sedangkan cinta merupakan bentuk abstrak dari pesan komunikasi tersirat. Jika kedua kosa kata ini digabung menjadi bahasa cinta,…

    Read More »
  • ABDUL MUTTALIB

    Beliau Langit, Beliau Bumi

    KALI ini saya agak tertarik untuk membincang panggilan atau sapaan kepada seseorang yang acap kita dengar atau kita gunakan dengan sebutan beliau. Kenapa ini menjadi minat penulis, karena pertama, istilah beliau dalam dimensi kebahasaan merujuk pada bentuk penghormatan, sekaligus penghargaan bersifat personal. Kedua, istilah beliau dapat bernada mengejek jika diujarkan dalam sudut pandang jamak; beliau-beliau. Pertama nilainya penghormatan, dan yang…

    Read More »
  • ABDUL MUTTALIB

    Ziarah Masa Lalu

    TIDAK jarang pertentangan tersulut dari perbedaan cara pandang. Salah satunya cara pandang dalam memaknai kenangan. Kenangan tentang orang terkasih kini hanya dapat ditemui dalam wujud makam. Menemuinya lewat prosesi ziarah makam. Prosesi yang karib dilakukan di dua momen lebaran: Idul Fitri dan Idul Adha. Dua momen itu, tidak hanya menghadirkan suasana berdimensi spritual dan sosial, melainkan ikut menyajikan nostalgia masa…

    Read More »
  • ABDUL MUTTALIB

    Pojok Diri Sendiri

    HUJAN baru saja reda. Mendung masih menggantung. Tanah basah menyisakan aroma wangi yang khas. Terlihat lalulintas masih padat ketika seorang sahabat mengajak menghabiskan waktu di salah satu pojok kafe. Pojok kafe yang dipenuhi atmosfer kebahagian satu keluarga yang tengah merayakan ulang tahun. Merayakan jatah umur yang kian berkurang dengan perasaan riang gembira, seraya menyimak sepasang suami-istri yang tengah menggendong bayi…

    Read More »
Back to top button