BERITASTRAIGHT NEWS

Ribuan Jemaah Padati Monas, Zikir Kebangsaan Teguhkan Spirit Kemerdekaan Indonesia

Menteri Agama Ajak Bangsa Rawat Kemerdekaan dengan Doa, Akhlak, dan Persatuan

Jakarta, Tayang9—Kemerdekaan Indonesia merupakan anugerah dan pertolongan Allah Yang Maha Kuasa melalui perjuangan para pendiri bangsa. Karena itu, ikhtiar menjaga bangsa harus senantiasa disertai doa, zikir, dan penguatan nilai-nilai spiritual.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar dalam acara zikir dan doa kebangsaan bersama Syech bin Abdul Qodir bin Abdurrahman Assegaf (Habib Syech) di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Sabtu (1/8/2026).

Dihadiri kurang lebih 100.000 jemaah, para menteri, wakil menteri, alim ulama, habaib, tokoh agama lintas iman, serta berbagai unsur masyarakat. Presiden Prabowo Subianto berhalangan hadir dalam kegiatan tersebut.

“Malam ini kita berkumpul untuk berzikir dan berdoa, dalam rangka meneguhkan rasa syukur atas anugerah kemerdekaan dalam pembukaan UUD 45 menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia diraih atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa,” ujar Menteri Agama.

Menurutnya, di tengah dinamika global yang masih melanda sejumlah kawasan dunia, Indonesia justru menghadirkan wajah peradaban yang berbeda. Kerukunan antarumat beragama yang terus terjaga menjadi kekuatan sekaligus modal sosial yang sangat berharga bagi bangsa.

“Indonesia adalah lukisan Tuhan yang paling indah di muka bumi ini. Malam ini, ribuan umat dan berbagai agama berkumpul, memanjatkan doa, dan memohon kebaikan bagi negeri yang sama,” imbuhnya.

Ia menegaskan bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk mencintai Indonesia. Justru semangat kebangsaan harus menjadi titik temu seluruh elemen masyarakat.

“Kita boleh berbeda keyakinan, tetapi kita dipersatukan oleh cinta yang sama kepada Indonesia,” tegasnya.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh tokoh agama dan masyarakat yang hadir serta berharap seluruh doa yang dipanjatkan bersama menjadi ikhtiar menjaga Indonesia tetap damai, rukun, dan diberkahi Allah SWT.

“Bangsa besar dibangun oleh kekuatan doa, akhlak, dan cinta kepada sesama. Zikir melembutkan hati, doa mengetuk langit, dan kerja keras membangun bumi,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro SDM Kemenag RI, Muhammad Zain mengatakan bahwa Zikir dan doa kebangsaan adalah ekspresi cinta dan rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia ke-81.

“Para pendiri bangsa menyadari bahwa di balik setiap langkah perjuangan terdapat pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa.
Zikir dan Doa Kebangsaan ini adalah momentum spiritual untuk meneguhkan kembali jati diri bangsa,” tutur Zain kepada media.

Ia mengatakan bahwa kemerdekaan adalah amanah yang harus tetap dijaga dengan persatuan, kerja keras, akhlak yang mulia, dan pengabdian kepada bangsa, negara, dan agama.

“Di tengah berbagai tantangan zaman, Indonesia memerlukan kekuatan dari kecanggihan teknologi dan kemajuan ekonomi, juga kejernihan hati, keteguhan iman, serta kesadaran bahwa bangsa ini dibangun di atas nilai-nilai ketuhanan,” sambungnya.

Zain berharap, semoga Zikir dan Doa Kebangsaan tersebut menjadi momentum untuk memperkokoh persatuan, mempererat ukhuwah kebangsaan, serta mengantarkan Indonesia menjadi bangsa yang maju, adil, bermartabat, dan senantiasa berada dalam limpahan rahmat Allah SWT.

Acara doa kebangsaan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah itu, pembacaan ayat suci Al-Qur’an surat Ar-Rahman ayat 1 s.d. 14 oleh juara 1 MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) International Al-Ameed ke-3 Karbala di Irak Tahun 2026, Muhammad Zian Fahrezi.

Pembacaan Do’a diawali dari Kristen Protestan, Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty, sementara Katolik, Romo Fransiskus Yance Sengga. Hindu, Pinandita Gede Pastika. Buddha, Bhikkhu Bhadranatha Thera Konghucu, Xs. Budi S. Tanuwibowo dan Islam oleh H. Husni Ismail.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81***

FARHAM RAHMAT

Alumnus Hukum IAI Al-Aqidah Al-Hasyimiyyah Jakarta Timur dan Pascasarjana UIN Alauddin Makassar. selain aktif sebagai blogger juga aktif dalam pengembangan skill bahasa Inggris dan Arab serta serius nyantri di Majelis Sholawat Simpang M. Ketua Zain Office ini juga dipercaya sebagai editor di media katalogika.com, serta tercatat sebagai pemuda pelopor literasi digital Polewali Mandar

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: