Friday , September 20 2019
Home / GAGASAN / Untuk Tetap Sehat Itu Mahal

Untuk Tetap Sehat Itu Mahal

KESEHATAN itu anugerah yang tidak ternilai harganya yang Allah Subhana Wataala berikan kepada setiap manusia, namun terkadang kita lupa untuk menjaga dan mensyukurinya. Padahal cara untuk mensyukuri nikmat Tuhan yang berupa kesehatan ini sangatlah mudah. Dengan cara menjalani pola hidup sehat yang sebenarnya tidak susah, sederhana dan mudah saja untuk dilakukan.

Akan tetapi untuk mendukung agar tercipta hidup sehat, pemerintah harus terlibat dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat  tersedia, salah satunya melalui pelayanan kesehatan, fasilitas kesehatan harus mampu menujang masyarakat untuk medapatkan akses dan pelayanan kesehatan yang baik, karna apabila seorang manusia tidak sehat akan berdampak pada setiap aktifitas sosialnya.

Keberadaan asuransi kesehatan dari pemerintah pusat sangatlah cukup membantu meringankan biaya kesehatan masyarakat, akan tetapi apakah fasilitas yang mereka dapatkan berbanding lurus dengan biaya yang mereka keluarkan walaupun dengan keberadaan BPJS yang disubsidi oleh pemerintah, akan tetapi quotanya masih sangat terbatas dan fasilitas pelayanannya juga standar
.
Ada pepatah yang mengatakan “lebih baik mencegah daripada mengobati” icon ini sangatlah masuk akal karena mengapa, menjaga tubuh untuk tetap sehat adalah bagian dari upaya untuk menciptakan hidup sehat.

Apabila masyarakat terjamin kesehatannya yakin saja mereka akan produktif, tentram dan sejahtera kehidupannya.(*)

About SYAMSUL BAHRI

Selain dikenal sebagai aktifis dalam dunia pergerakan saat tercatat sebagai mahasiswa, pria alumnus Universitas Al Asyariah Mandar ini juga sebelumnya adalah Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Polewali Mandar.

Check Also

Pakansi dalam Lampu Warna Warni

Untuk Ahmad Ghilban Syariati serupa laron kita bergerak ditemani musik yang mengalun pelan. tetapi ini …

Tasrif, Mahasiswa Palang Pintu Kampus

MEMASUKI tahun ajaran penerimaan Mahasiswa Baru, Tasrif dengan antusiasnya ikut mendaftar di sebuah kampus ternama …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]