Rabu , Oktober 21 2020
Home / GAGASAN / Demokrasi, Peran Warga dan Siklus Kepemimpinan

Demokrasi, Peran Warga dan Siklus Kepemimpinan

ISTILAH demokrasi berarti pemerintahan oleh rakyat. Demikianlah demokrasi berasal dari bahasa yunani yaitu demos dan kratos. Demos memiliki arti rakyat dan kratos yang berarti pemerintahan. Sampai disini, demokrasi bermakna pemerintahan oleh rakyat atau pemerintahan rakyat.

Dalam tataran praksis suatu negara demokrasi dalam menjalankan roda pemerintahan seyogyanya terdapat partisipasi yang aktif dari dari rakyat. Artikulasi kekuasaan tertinggi di negara demokrasi berada di tangan rakyat.

Menurut Abraham lincoln demokrasi adalah suatu sistem pemerintahan yang berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat yang dapat diartikan bahwa rakyat memiliki kebebasan berpolitik karena pada akhirnya yang menjalankan politik tersebut rakyat itu sendiri dan untuk kepentingan mereka sendiri.

Sebuah negara dinyatakan sebagai negara demokrasi mensyaratkan adanya pengakuan atas hak asasi manusia dan juga melindungi hak konstitusional serta adanya partisipasi aktif rakyat dalam roda pemerintahan dalam berbagai level, baik pusat maupun daerah.

Dalam wujudnya, pemerintahan demokrasi memutlakkkan adanya penghargaan atas prinsip berbeda atas pilihan yang dianut oleh orang lain. Termasuk dalam ihwal yang terkait dengan keputusan politik.

Sampai di titik ini, implikasi yang ditimbulkan olehnya adalah, setiap warga serta sistem yang diberlakukan harus memandang keberagaman sebagai sesuatu yang dianggap wajar. Karena keberagaman adalah filter bagi sebuah negara demokratis dalam menuju sebagai negara yang maju dan hebat. Selain itu, syarat lainnya adalah adanya kesetaraan dalam perlakukan atas keadilan kepada semua warga negara tanpa terkecuali.

Sedang khusus, dalam proses demokrasi pada partai politik juga memiliki peran penting, utamanya dalam perannya untuk fokus pada pembentukan basis yang memutlakkan adanya proses kaderisasi calon pemimpin bangsa atau daerah secara kontinyu.

Proses demokrasi pada partai politik ini menjadi amat penting, dalam peran strategisnya untuk mengantarkan aspirasi dari masyarakat. Tentu saja termasuk lembaga-lembaga lainnya yang juga berkompoten dan dibentuk khusus untuk tugas-tugas pelaksanaan kedaulatan rakyat.

Proses akselerasi aspirasi warga masyarakat oleh partai ini juga didalamnya memuat, bagaimana partai politik menempatkan dirinya dalam setiap proses pergantian kepemimpinan atau rekrutmen politik secara terbuka dan berkeadaban. Artinya setiap subjek memiliki peluang yang sama untuk menjadi pemimpin yang mengelola medan leadership yang untuk itu, haruslah melalui hasil rekrutmen pemilihan yang demokratis pula baik.[*]

About MULIAWAN

Alumnus Fakultas Hukum Universitas 45 Makassar. Gandrung pada diskusi sosial masyarakat serta dikenal aktif dalam berbagai pelayanan publik

Check Also

Dalam Belitan Petuyu’ Buras

SUARA takbir timpal menimpali. Puayi Kaco terdiam. Tak ada kata-kata yang bisa diungkapkan malam itu. …

Apresiasi Terhadap Buku “Tuhan Lagi Ngapain?”

BEREDARNYA kabar tentang terbitnya buku “Tuhan Lagi Ngapain; Sapaan Seorang Hamba pada Tuhannya” di media …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]