GAGASANOPINITERKINI

Pengembangan Kawasan Agropolitan di Kecamatan Wonomulyo

TINJAUAN yang dilakukan pada pembahasan ini untuk mengetahui kesesuaian potensi wilayah penelitian secara spesifik. Mengawali pembahasan akan didahului oleh beberapa aspek menyangkut fisik dasar Kecamatan Wonomulyo yang turut mempengaruhi perkembangan kecamatan pada penelitian ini.

Kondisi fisik dasar merupakan aspek penting pada wilayah Kecamatan Wonomulyo yang memiliki karakteristik kondisi fisik yang berbeda sehingga akan berpengaruh pada alokasi pemanfaatan ruang. Beberapa aspek yang dibahas sub ini antara lain letak geografis, kondisi iklim dan cuaca, kondisi struktur tanah dan batuan, serta pemanfaatan lahan.

Luas dan Letak Geografis

Dilihat dari segi letak wilayah, Wilayah Kecamatan wonomulyo terletak di sebelah barat antara ± 1-18 km dari ibu Kota Kabupaten Polewali Mandar. Kecamatan Wonomulyo terdiri dari 1 Kelurahan Dan 13 Desa meliputi Kelurahan Sidodadi, Desa; Sidorejo, Bumiayu, Bumimulyo, Kebunsari, Arjosari, Nepo, Banuabaru, Bakka-bakka, Sugihwaras, Sumberjo, Campurjo, Tumpiling dan Galeso. Kecamatan Wonomulyo mempunyai luas wilayah sebesar 72,82 km2, . Sedangkan secara geografis terletak antara 20 40’ 00’’ – 30 32’ 00’’ Lintang Selatan dan 1180 40’ 27’’ – 1190 32’ 27’’ Bujur Timur.

Adapun batas administratif Kecamatan Wonomulyo adalah sebagai berikut: Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Tapango, Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Tubbi Taramanu, Sebelah Selatan berbatasan dengan Teluk Mandar, Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Mapilli

Karakteristik Iklim dan Curah Hujan

Seperti halnya kondisi iklim pada umumnya di kawasan Sulawesi Barat, Kecamatan Wonomulyo pada umumnya mengenal dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Dan musim di Kecamatan Wonomulyo bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain.

Wilayah Kecamatan Wonomulyo terletak di daerah khatulistiwa termasuk tropika basah. Berdasarkan rata-rata curah hujan 10 tahun terakhir maka Kecamatan Wonomulyo terdapat tipe iklim, menurut Smith Fooguson termasuk tipe C (kategori agak basah nilai Q 33,3 – 60 %) dan menurut Oldemen termasuk tipe E2 (penanaman padi tidak dianjurkan tanpa adanya irigasi yang baik).

Berdasarkan letak geografi dan karakter hujan maka wilayah Kecamatan Wonomulyo termasuk pada wilayah iklim sektor Timur Sulawasi barat dengan dua musim tanam yaitu tanam rendengan (Oktober –Maret) dan musim tanam Gadu (April – September).

Kecepatan Angin

Kecepatan angin di Kecamatan Wonomulyo selama kurun waktu 5 tahun terakhir pada umumnya berjalan normal yaitu dengan kecepatan rata-rata sekitar 3,275 Knot. Kecamatan Wonomulyo berada pada daerah khatulistiwa, maka arah angin dipengaruhi oleh angin barat/barat laut yang dominan berlangsung pada bulan Desember sampai dengan Maret atau pada saat musim penghujan. Angin Timur berlangsung antara bulan Mei sampai dengan Oktober, yaitu pada saat musim kemarau. Namun demikian, dari statistik yang ada arah angin yang dominan di Kecamatan Wonomulyo adalah angin Timur, hal ini dipengaruhi oleh angin laut.

Suhu Udara

Secara keseluruhan Kecamatan Wonomulyo mempunyai iklim sub tropis dengan tipe iklim C (menurut kriteria Scihmit dan Ferguson) dengan suhu antara 290 – 310 Celcius. Sementara tekanan udara rata-rata 1009,6 milibar dengan kelembaban udara rata-rata 81,5 %.

Geologi dan Tanah

Struktur geologi batuan Kecamatan Wonomulyo memiliki karakteristik geologi yang kompleks dicirikan oleh adanya jenis satuan batuan yang bervariasi akibat pengaruh struktur geologi. Beberapa jenis batuan yang dapat ditemukan di Kecamatan Wonomulyo pada umumnya terdiri atas batuan tufaa dan batuan Vulkan alkali, dan lainnya.
Jenis tanah di Kecamatan Wonomulyo pada umumnya sama, yaitu jenis tanah alluvial kelabu olif, alluvial coklat kekelabuan (12) bahan induk alluvial coklat kekelabuan liat dan berpasir, kompleks meditran coklat kemerahan dan latosol dengan tekstur tanah kasar sampai halus dengan solum tanah berkisar 20-45 Cm.

Hidrologi

Keadaan Hidrologi di Kecamatan Wonomulyo umumnya dipengaruhi oleh sungai dan beberapa anak sungai lainnya, waduk/irigasi, lahan pertanian dan daerah-daerah genangan. Beberapa sumber air mengalir sepanjang tahun walaupun dengan debit yang terbatas. Kondisi hidrologi di Kecamatan Wonomulyo secara umum adalah sebagai berikut; Air tanah dangkal, air tanah dangkal pada umumnya terdapat pada kedalaman 5-9 meter. Sedang Air tanah dalam, air tanah dalam pada umumnya terdapat pada kedalaman 40-80 meter. Sementara Air permukaan, air permukaan pada umumnya berupa sungai, waduk/irigasi, sawah dan genangan-genangan. Lokasi sumber air bersih untuk Kecamatan Wonomulyo berasal dari air tanah dan PDAM.

Geomorfologi

Kondisi geomorfologi/bentang alam merupakan elemen penting untuk penentuan kesesuaian pemanfaatan lahan atau kemampuan daya dukung lahan. Kecamatan Wonomulyo mempunyai topografi yang relatif datar yaitu secara keseluruhan dengan ketinggian 2,5 Mdpl. Kota tumbuh pada dataran rendah dengan limitasi perkembangan berupa kondisi topografi wilayah. Wilayah yang datar berada pada tempat-tempat yang saat ini merupakan pusat-pusat permukiman.(*)

Penulis: ANDRIANI (Dosen Universitas Al Asyariah Mandar)

REDAKSI

Koran Online TAYANG9.COM - "Menulis Gagasan, Mencatat Peristiwa" Boyang Nol Pitu Berkat Pesona Polewali Sulbar. Email: sureltayang9@gmail.com Gawai: +62 852-5395-5557

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button