BERITASTRAIGHT NEWS

Minta Kepsek SMKN Campalagian Dicopot, Puluhan Siswa Unjukrasa di DPRD Polman

Polewali – Tayang9 – Puluhan siswa serta pelajar, yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Masyarakat, menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Polewali Mandar, Senin, 29/07/19.

Massa yang dipimpin oleh Koordinator Lapangan (Korlap) Andi Irpan tersebut, menuntut agar Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN Campalagian Zainuddin dinon aktifkan dari jabatan.

Dalam orasinya Andi Irpan meminta agar  persoalan komite sekolah tidak membuat siswa menjadi terlantar, karena menurutnya dengan adanya uang komite telah memberikan dampak yang sangat tidak baik bagi orang tua.

“Baru-baru ini SMK Negeri Campalagian mengadakan rapat kenaikan kelas untuk kelas X dan kelas XI, dan hasilnya kurang lebih 40 siswa tinggal kelas, dan lebih mengecewakannya Iagi ada beberapa siswa dinyatakan tinggal kelas. Setelah beberapa hari kemudian ada beberapa siswa dinyatakan naik kembali.Jadi Kepala Sekolah Negeri Campalagian, atas nama Drs. Zainuddin gagal menjadi Kepala SMK Negeri Campalagian,” ucap Andi Irfan.

Selain itu dalam dialognya bersama dengan Anggota DPRD, ia juga menambahkan, bahwa adanya gaji honor yang dibebankan kepada siswa sebesar Rp 30 ribu per bulannya tersebut, dinilai sangat memberatkan.

“Kalau uang Rp 30 ribu per bulan, dikalikan jumlah siswa yang sampai 900 orang lebih sudah berapa uang yang didapat oleh kepala sekolah SMKN Campalagian tersebut,” jelasnya.

Sementara itu di tempat yang sama, salah seorang Siswa SMKN Campalagian Alfian, mengaku jika dirinya sangat tidak menerima kebijakan yang telah diambil oleh Zainuddin, selaku Kepala Sekolah.

“Kami tidak suka dengan kebijakan kepala sekolah SMKN Campalagian. Ada siswa yang tinggal kelas kemudian karena orang tuanya datang mengamuk sehingga siswa yang tadinya tinggal kelas menjadi naik kelas. Siswa baru menyumbang Rp.200 Ribu, untuk buat pagar sekolah,” kata Alfian.

Ditempat yang sama pula, Anto (LSM Mandat) menjelaskan berdasarkan hasil investigasinya,  pihaknya menemukan adanya siswa baru yang dinyatakan telah lulus, namun setelah dilakukan kroscek nama tersebut justru hilang, dan terdapat pula siswa yang dinyatakan lulus murni akan tetapi pihak sekolah meminta kontribusi sebesar Rp. 200. 000, untuk biaya pembangunan pagar sekolah.

“Yang akan saya bicarakan disini, pertama berdasarkan investigasi dari temuan-temuan teman kami dilapangan, ada beberapa siswa yang lulus murni tiba-tiba namanya tidak ada, kedua, ada siswa yang lulus murni dikasih kesempatan untuk membayar sumbangan pagar sebesar Rp.! 200 ribu. Karena tidak sanggup membayar jadi digantikan oleh siswa yang tinggal kelas. Ketiga, terkait komite sekolah keberadaan komite sekolah sampai hari ini tidak pernah mengadakan rapat komite bersama orangtua siswa, dan keempat, kami meminta kepada DPRD untuk menyurati pihak-pihak yang terkait di Provinsi yakni Dinas pendidikan,dan DPRD Provinsi,” ungkapnya.

Lain halnya yang disampaikan oleh Kaman selaku Orang tua Siswa, yang menuturkan bahwa pihak sekolah dalam hal ini SMKN Campalagian dinilai tidak disiplin, lantaran berdasarkan hasil pengamatannya, ia kerap kali melihat siswa berkeliaran di Waktu jam pelajaran.

“Saya lihat dari segi disiplin, SMKN Campalagian dari dulu tidak pernah baik, kenapa, karena setiap jam belajar, banyak siswa yang berkeliaran diluar sekolah,” tutur Kaman.

Untuk diketahui, dalam aksinya tersebut puluhan massa iti diterima langsung oleh Fariuddin Wahid Ketua DPRD, Amiruddin Wakil Ketua II DPRD, dan Nurbaeti Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Polewali Mandar. (*/FM)

MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button