Selasa , April 7 2020
Home / BERITA / Malam Minggu, Kyai Zawawi Imron isi Pengajian di Masjid Agung Syuhada Polewali

Malam Minggu, Kyai Zawawi Imron isi Pengajian di Masjid Agung Syuhada Polewali

POLEWALI, TAYANG9- Setelah sempat tertunda beberapa waktu yang lalu, ulama yang juga penyair kawakan asal Madura, KH. Zawawi Imron dijadwalkan akan mengisi pengajian ba’da magrib pada sabtu malam (malam minggu) tanggal 08 februari 2020 di Masjid Agung Syuhada Polewali Mandar.

Hal tersebut disampaikan oleh anak angkat beliau, ustad Ridwan Hilal kepada media malam tadi di kediaman Imam Masjid Agung Syuhada Polewali, Habib Ahmad Fadl Al-Mahdaly, bersama sejumlah panitia pembangunan masjid. Kamis (06/02).

“Insya Allah, jika tak ada aral melintang, beliau ayahanda Yai Zawawi Imron akan mengisi pengajian besok malam, masjid Syuhada, terbuka untuk umum, setelah itu nada isya kongkow santai dengan sejumlah anak muda NU, dari PMII, Ansor, dan jamaah masjid agung Syuhada, sudah kami konfirmasi ke beliau, dan beliau siap,” ujar Ustad Ridwan Hilal.

Diketahui bahwa Yai Zawawi Imron tengah berada di Makassar menghadiri kegiatan Ngaji online yang dilaksanakan oleh LTNU Sulsel. Dan selanjutnya akan berkunjung ke Tanah Mandar, ke masjid agung Syuhada dan ke kampung santri Pambusuang.

About MUHAMMAD ARIF

Selain dikenal sebagai aktivis yang produktif menulis, dirinya kini tercatat sebagai pimpinan pengurus cabang Gerakan Pemuda Ansor Polewali Mandar

Check Also

DPD II Golkar Polman Sepakat Tak Beri Dukungan Kepada Kandidat di Musda, Begini Alasannya,

POLMAN, TAYANG9 – Pemilihan Ketua Umum Partai Golkar Provinsi Sulwesi Barat yang sedianya akan digelar …

Akibat Langka dan Mahal, Pemuda Galeso Buat Antiseptik Ramah Lingkungan

Polman, Tayang9 – Kelangkaan antiseptik saat ini membuat sekelompok pemuda di Desa galeso Kecamatan Wonomulyo, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]