GAGASANOPINITERKINI

Ajari Aku Bagaimana Belajar Menari Dalam Badai, Bukan Menunggu Badai Berlalu

INI sebuah quote dari teman senior yang memang jago nulis. Dia menulisnya di wal whatsapp messanger-nya. Tulisannya yang begitu menamparku, membuatku serasa disiram air dingin oleh Mamaku kalau saya ndak bangun dijam 9 pagi.  Saya yakin quote sang Ibu ini lahir dari kegelisahan hatinya, wajar beliau pemateri Publikasi Ilmiah ternama, coba saja cek ratingnta di sinta, fantastis.

Dilain moment saya membaca postingan mbak Anisa (AdminAlineaku), yangjuga “nyambung” nan inspiratif menjawab situasi nelangsaku beberapa waktu lalu. Di walnya dia memberikan tips bagaimana mengisi waktu disaat situasi Covid-19 yang menghimbau kita untuk stay at home (dirumahaja). Ini dia tipsnya terkait beberapa cara memanfaatkan waktu ketika sedang mengisolasi diri akibat korona teman-teman,cekidot.

Pertama,dengan membuat blog tulis atau mendokumentasikan kegiatan harian kita selama menghadapi situasi krisis ini, bahkan beliau menantang untuk kalau bisa publikasikanlah ke media sosial, supaya jadi inspirasi bagi yang lain.

Kedua, membaca buku. Buku apa saja, apakah Novel, buku sejarah, biografi, ataupun “self-help”, baik dari yang kita miliki maupun yang tersedia di internet. Atau kalau seperti saya banyak tugas-tugas mahasiswa atau skripsi atau bahkan kalau persiapan perkuliahan juga membutuhkan hand-out.

Ketiga, Nah mulailah menulis, seperti yang saya lakukan. Karena kita sudah diberi waktu lowong. Jangan menunggu ilham apalagi mood, karena menulis pada awalnya hanya butuh ikhtiar dan tindakan.Kalau tips dari saya sendiri ya menulis harus punya tujuan, karna dengan tujuan inilah kita akan terpacu untuk menulis. Yang ditulis bisa puisi, cerpen, cerpan (Novel), merangkum, buat artikel (yang kalau kami worokshop selalu dingatkan sama keynote speakernya: menulis itu selain menambah poin juga menambah koin). Dan menulis memperpanjang usia, bukan umur. Menulislah maka engkau akan hidup abadi (BuyaHamka).

Keempat, permantap skill anda apakah itu soft atau hard. Ini bisa dilakukan di rumah atau secara online. Kembalilah mengingat-ingat kelebihan atau kekuatan atau bahkan minat anda. Itulah tambangmu gali terus hingga anda tidak hanya menemukan platinum tetapi krisopras yang tiada duanya.

Kelima, dengarkan podcast atau buku audio. Tersedia banyak di internet yang bisa kita akses. Ada banyak informasi menarik yang bisa kita simak seperti: pengetahuan, bagaimana membangun karir, kesehatan, pendidikan atau yang lebih santai dan pragmatis. Kalian bisa memilih yang sesuai dengan minat anda.

Inilah beberapa langkah kecil yang saya lakukan untuk mewujudkan ikhtiar saya untuk belajar menari di tengah badai.

Badai Apakah Itu ?.. (**)

MERSILINA LUTHER PATINTINGAN

Dosen Universitas Kristen Indonesia Toraja ini selain aktiv mengampuh mata kuliah di kampus tempat ia mengajar, juga tercatat sebagai salah satu asesor PAUD

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button