Yayasan Badara Gelar Aksi Peduli Asap, Bagikan Masker Gratis kepada Masyarakat Polewali Mandar
Founder Yayasan Badara, Nurfadilah, menegaskan bahwa kepedulian sosial tidak harus dimulai dari bantuan besar, tetapi bisa diwujudkan melalui tindakan sederhana yang bermanfaat.

POLMAN, Tayang9 — Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kabut asap yang melanda wilayah Polewali Mandar, Yayasan Badara menggelar aksi sosial berupa pembagian masker gratis kepada masyarakat, Jumat (16/10/2026), di kawasan Lampu Merah Pekkabata, Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Mengusung semangat Mari Berbuat Kebaikan, kegiatan bertajuk Aksi Peduli Asap ini menjadi langkah sederhana Yayasan Badara dalam mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan, khususnya di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap.
Founder Yayasan Badara, Nurfadilah, S.I.P., M.I.Kom., menyampaikan bahwa aksi tersebut lahir dari kesadaran bahwa kepedulian sosial tidak harus selalu diwujudkan melalui kegiatan besar.
“Tidak perlu menunggu memiliki banyak untuk mulai berbuat baik. Kami bergerak dengan apa yang kami miliki. Mungkin sederhana, tetapi kami percaya setiap tindakan kecil yang dilakukan dengan niat baik akan selalu memiliki nilai dan manfaat bagi sesama,” ungkap Nurfadilah.
Ia juga menegaskan bahwa Yayasan Badara tidak hanya berkomitmen pada pengembangan pendidikan, seni, dan kebudayaan, tetapi juga berupaya menumbuhkan kepekaan sosial melalui tindakan nyata.
“Pendidikan karakter tidak cukup hanya diajarkan di ruang kelas. Kepedulian, empati, dan tanggung jawab sosial harus hadir dalam kehidupan sehari-hari. Melalui aksi ini, kami ingin menunjukkan bahwa berbuat kebaikan dapat dimulai dari lingkungan terdekat,” tambahnya.

Melalui kegiatan tersebut, Yayasan Badara berharap masyarakat semakin memperhatikan kesehatan, mengurangi aktivitas luar ruangan saat kondisi udara memburuk, serta terus membangun semangat saling menjaga.
Aksi Peduli Asap ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kontribusi terhadap masyarakat tidak selalu diukur dari besarnya bantuan, melainkan dari kemauan untuk hadir dan mengambil bagian ketika sesama membutuhkan.(*)




