Friday , February 28 2020
Home / BERITA / Soal Pasien yang Ditandu, Ombudsman Sesalkan Buruknya Akses Jalan
Pasien ditandu Dusun Bombang, Desa Patambanua, Polewali Mandar.(Foto :Humas Ombudsman)

Soal Pasien yang Ditandu, Ombudsman Sesalkan Buruknya Akses Jalan

Mamuju – Tayang9 – Beredarnya video di Media Sosial (Medsos), tentang sejumlah masyarakat di Dusun Bombang, Desa Patambanua Kabupaten Polewali Mandar, yang menandu pasien sakit, mengundang reaksi dari Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan  Sulawesi Barat.

Koordinator Tim PVL Ombudsman RI Sulbar, Sekarwuni Manfaati mengatakan, kejadian ini bermula ketika ada salah seorang warga yang sakit dan harus dirujuk ke Puskesmas, namun akses jalan menuju Dusun Bombang tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, sehingga pasien ditandu keluar sampai ke ujung jalan tempat armada ambulance menunggu.

“Sebenarnya sudah ada fasilitas kesehatan seperti Puskesmas di Kecamatan Bulo, Pustu di Desa Patambanua dan Bidan Desa, hanya saja akses jalan yang menghubungkan antara dusun khususnya di dusun Bombang ini belum memadai,” ucap Sekarwuni melalui press rilis Ombudsman Sulbar, Selasa, 20/08/19.

Selain itu ia juga menambahkan, terkait kejadian Tim Ombudsman meminta kepala Desa Patambanua, untuk memperhatikan kondisi pelayanan publik di daerahnya, utamanya perbaikan infrastruktur jalan.

“Dalam waktu dekat kami akan berkunjung ke Desa Patambanua, untuk melihat lebih dekat kondisi pelayanan dasar yang ada disana,” ungkapnya.

Sementara Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sulawesi Barat Lukman Umar, menyampaikan apresiasi pada masyarakat, khsususnya netizen yang telah memposting video tersebut, karena menurutnya upaya tersebut dinilai sebagai upaya untuk ikut mengawal dan mengawasi pelayanan publik.

“Perbaikan pelayanan publik, membutuhkan peran serta semua pihak, utamanya pengguna layanan publik sebab kami sadari betul, mata dan telinga sangat terbatas, sehingga senantiasa mengharap keterlibatan semua pihak,” tutur Lukman.(Humas Ombudsman Sulbar/FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Hari Ini, Aksi Solidaritas Atas Insiden Penganiayaan Warga Polman di Papua Akan Digelar

POLMAN, TAYANG9 — Rencananya ratusan masyarakat dari berbagai elemen yang tergabung dalam Aksi solidaritas dan …

KNPI Polman Minta Kapolri Tuntaskan Kasus Penganiayaan Warga Polman di Papua

POLMAN, TAYANG9 –  Ketua DPD (Dewan Pengurus Daerah) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Polewali …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]