Friday , September 20 2019
Home / BERITA / Soal Pasien yang Ditandu, Ombudsman Sesalkan Buruknya Akses Jalan
Pasien ditandu Dusun Bombang, Desa Patambanua, Polewali Mandar.(Foto :Humas Ombudsman)

Soal Pasien yang Ditandu, Ombudsman Sesalkan Buruknya Akses Jalan

Mamuju – Tayang9 – Beredarnya video di Media Sosial (Medsos), tentang sejumlah masyarakat di Dusun Bombang, Desa Patambanua Kabupaten Polewali Mandar, yang menandu pasien sakit, mengundang reaksi dari Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan  Sulawesi Barat.

Koordinator Tim PVL Ombudsman RI Sulbar, Sekarwuni Manfaati mengatakan, kejadian ini bermula ketika ada salah seorang warga yang sakit dan harus dirujuk ke Puskesmas, namun akses jalan menuju Dusun Bombang tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, sehingga pasien ditandu keluar sampai ke ujung jalan tempat armada ambulance menunggu.

“Sebenarnya sudah ada fasilitas kesehatan seperti Puskesmas di Kecamatan Bulo, Pustu di Desa Patambanua dan Bidan Desa, hanya saja akses jalan yang menghubungkan antara dusun khususnya di dusun Bombang ini belum memadai,” ucap Sekarwuni melalui press rilis Ombudsman Sulbar, Selasa, 20/08/19.

Selain itu ia juga menambahkan, terkait kejadian Tim Ombudsman meminta kepala Desa Patambanua, untuk memperhatikan kondisi pelayanan publik di daerahnya, utamanya perbaikan infrastruktur jalan.

“Dalam waktu dekat kami akan berkunjung ke Desa Patambanua, untuk melihat lebih dekat kondisi pelayanan dasar yang ada disana,” ungkapnya.

Sementara Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sulawesi Barat Lukman Umar, menyampaikan apresiasi pada masyarakat, khsususnya netizen yang telah memposting video tersebut, karena menurutnya upaya tersebut dinilai sebagai upaya untuk ikut mengawal dan mengawasi pelayanan publik.

“Perbaikan pelayanan publik, membutuhkan peran serta semua pihak, utamanya pengguna layanan publik sebab kami sadari betul, mata dan telinga sangat terbatas, sehingga senantiasa mengharap keterlibatan semua pihak,” tutur Lukman.(Humas Ombudsman Sulbar/FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Cara KPU Mamuju Berterimakasih ke Pemilih

Mamuju – Tayang9 – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mamuju menggelar kegiatan evaluasi pasilitasi kampanye …

Tiga Komisioner KPID Sulbar Mengikuti Sekolah P3SPS

Mamuju – Tayang9 – Sebanyak 35 orang peserta dari Lembaga Penyiaran, akademisi dan Komisioner KPID, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]